Setiap petani, tentunya menghendaki kebun karetnya dapat dijadikan sebagai pundi-pundi penghasil rupiah. Investasi yang tidak sedikit dan massa tunggu yang lama, menjadi harapan bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Untuk mewujudkan impian itu hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kebun karet adalah pemilihan jenis karet (klon) yang akan ditanam. Jenis karet yang ditanam akan sangat menentukan produksi lateks saat panen dilakukan. Salah dalam pemililihan jenis karet akan sangat merugikan dan penyesalan yang akan dialami bukan impian kebahagian yang didapat, maka sebelum menyesal pilihlah klon karet yang benar-benar telah direkomendasikan kementrian pertanian sebagai jenis-jenis karet penghasil lateks. Jangan sekali-kali menanam karet yang hanya berasal dari biji (sapuan), karena produktivitasnya rendah. Menurut Deptan dalam situs resminya http://ditjenbun.deptan.go.id Klon Karet anjuran komersial dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok klon penghasil lateks dan klon penghasil lateks-kayu. Klon Penghasil Lateks yaitu IRR 104, IRR 112, IRR 118, IRR 220, BPM 24, PB 260, PB 330, dan PB 340 sementara yang termasuk Klon Penghasil Lateks-Kayu adalah RRIC 100, IRR 5, IRR 39, IRR 42, IRR 107, dan IRR 119. Disamping jenis karet produktifitas kebun juga sangat ditentukan oleh teknis budidaya karet lainnya, seperti jarak tanam, pemupukan secara teratur sejak tanaman belum menghasilkan maupun setelah menghasilkan, perawatan kebun yang baik dan pola penyadapan yang sesuai dengan anjuran serta pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman karet kita. Nikmatnya budidaya karet unggul telah dirasakan oleh Bapak Amat (35 tahun), seorang petani di Desa Sidorukun Kecamatan Rimbo Ulu, beliau menanam karet jenis PB260 seluas 2 Ha, kini kebunnya kurang lebih sudah 2 tahun disadap, dengan produksi rata-rata perpohon 250-300 gr seminggu dengan 3 kali penyadapan. Dengan kata lain produksi perminggunya antara 125-150 kg perhektarnya dengan harga perkilo berkisar Rp 8000,. artinya beliau Amat berpenghasilan paling tidak 8 juta perbulan dengan kebun karet 2 Ha nya. Ketika ditanya prospek berkebun karet Beliau menjawab dengan mantap, "berkebun karet itu sangat menjanjikan kesejahteraan, apalagi jika kita tanam jenis karet unggul dan kita pelihara dengan baik, jangan takut modal besar untuk pembelian bibit unggul karena akan terbayar dan terpuaskan ketika kita sudah panen nanti" demikian jawabnya. "Setelah bibit karet unggul kita ditanam, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah merawat tanaman dengan memberikan pemupukan secara berkala. Pemupukan penting dilakukan agar didapat pohon karet yang tumbuh sumbur dan kuat serta memberikan hasil latek yang melimpah. Disamping pemupukan tentunya pengendalian dari gangguan gulma, hama dan penyakit perlu terus diperhatikan." Demikian beliau menceritakan kunci suksesnya berkebun karet. Bapak Amat telah membuktikan manisnya berkebun karet, kini saatnya anda mengikuti jejaknya jangan ragu dan jangan bimbang pilihan berkebun karet bukan pilihan yang salah. "tapi ingat tanam lah bibit karet klon unggul agar anda tidak kecewa" akhirnya beliau mengingatkan. ( Kasirun, STP. PP Muda BPP Rimbo Ulu)