BIDANG PERTANIAN BELUM MENJADI PREORITAS DANA DESA
BIDANG PERTANIAN BELUM MENJADI PREORITAS DANA DESA(Musrenbang Desa Winong Kecamatan Boyolali) Gambaran itu terlihat ketika pelaksanaan Musyawaroh Rencana Pembangunan (Musrenbang Desa) Desa Winong, Kecamatan Boyolali. Hampir semua usulan program pembangunan berkaitan dengan infrastruktur dan fisik. "Usulan pembangunan di dominasi usulan pembangunan jalan" Sarono SKM selaku Kepala Desa Winong. Desa Winong mendapatkan alokasi dana desa mencapai 600 juta, sedangkan dana ADD dari Kabupaten mencapai 300 juta sedangkan dana dari PAD desa Mencapai 400 juta. Jadi total dana yang dikelola desa mencapai hampir 1,3 milyar. Usulan-usulan bidang pertanian hampir tidak menjadi preoritas. Hanya ada satu usulan terkait perguliran ternak sapi dan kambing. Hal ini tentunya ironis dengan kondisi di Desa Winong. "Potensi pertanian desa winong sangat besar dan juga peternakannya, Sebagian masyarakat desa winong bertani dan beternak" Aris Fajar selaku penyuluh pendamping. Hal ini tentunya sangat disayangkan. Bapak Harjono selaku ketua Gapoktan menyampaikan " sesungguhnya masalah yang dihadapi petani dan peternak banyak, seharunya dialokasikan anggaran untuk pelatihan dan sekolah lapang bagi petani untuk meningkatkan SDM petani dan penerapan teknologi". Musrenbang Desa winong dilaksanakan pada tanggal 25 Bulan Januari 2015. Bertempat di Joglo Balai Desa Winong, Musrenbang kali ini dihadiri oleh tim kecamatan yang di pimpin Bu Camat Boyolali, SKPD terkait dan perwakilan masyarakat Desa Winong. Musrenbang berjalan dengan lancar dan disepakati usulan-usulan rencana pembangunan. Untuk selanjutnya dibentuk tim perumus untuk menentukan skala preoritas. Diakhir pembahasan musrenbang juga disepakati 6 orang perwakilan dari desa untuk musrenbang di Kecamatan dengan menyertakan 2 wakil perempuan (Aris Fajar R)