Loading...

BIDANG TPH LAKUKAN PEMBINAAN KEPADA PETANI CABE DI DESA SUNGAI PELANG

BIDANG TPH LAKUKAN PEMBINAAN KEPADA PETANI CABE DI DESA SUNGAI PELANG
Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan melakukan kunjungan ke kelompok tani Gaya Baru Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan pada hari rabu tanggal 29 Januari 2020, ketua kelompok tani gaya baru pak Markuat menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu dari Distanakbun, Koordinator BPP Kecamatan Matan Hilir Selatan, Aparatur Desa Sungai Pelang, kelompok tani disekitar dan awak media. Suandi,MS. Kades Sungai Pelang dalam rangka pembinaan para petani sekaligus panen perdana tanaman cabe dan sayuran. Mengucapkan slamat dating kepada bapak/ibu dari kabupaten, pembinaan petani dalam rangka tindak lanju bantuan yang ada di sungai Pelang kami mengucapkan terimakasih atas bantuannya dan kami mengharapkan pembinaan-pembinaan seperti ini dan yang lebih intensif kepada petani di sungai Pelang.khususnya sangat kami harapkan demi peningkatan pengetahuan sikap dan keterampilan petani di Sungai Pelang. Di daerah ini ada sekitar 30 an kelompok yang rutin dibina penyuluh, Gapoktan ada 4 gapoktan. Kedepannya kami berharap adanya verifikasi dan pendataan ulang agar para petani bisa merasa lebih diperhatikan, selain itu kami berharap adanya keinginan para petani agar senantiasa mau menanam tanaman hortikultura dan sayuran. Sebagai kepala desa kami menginginkan distanakbun bekerja sama yang baik untuk memajukan petani khususnya di sungai Pelang. tempat kami terdapat kelangkaan pupuk, kami kesukaran mencari pupuk, kami berharap kelompok yang sudah dibina dapat menular kan kepada kelompok lain. kami ada bantuan dari tropenbos ada banyak alat pasca panen untuk hasil panen ubi.nanas dan lain sebagainya. kegiatan ini menjadi sampingan ibu ibu dalam membantu bapak-bapak dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Aswandi.S.PKP., Koordinator BPP Kecamatan Matan Hilir Selatan menyampaikan bahwa terdapat demplot tanaman cabe di kelompok tani gaya baru. ada beberapa hal yang mau disampaikan. Pertama di kecamatan matan hilir Selatan kita masih terfokus pada padi, jagung dan kedelai, khusus untuk tanaman padi kecamatan matan hilir selatan sudah melakukan pembinaan kepada petani sehinggan laporan luas tambah tanam secara keseluruhan mencapai 8.650 hektar dari target yang berikan sebanyak 8.450 hektar, luas tanam padi kecamatan ini menyumbang 22 persen luas tanaman padi Kabupaten Ketapang. kedua Untuk tanaman cabe, apapun bentuk bantuan pemerintah untuk tanaman cabe..maka setiap kelompok membuat demplot dan saat ini sudah ditanam walaupun saprodi yang sampaikan terlambat kedatangannya, ada yang siap panen dan yang akan kita panen pagi ini dan harapan saya kelompok agar terus melakukan pengoptimalan pengelolaan tanaman cabe kedepannya, lanjutnya. Kami mengucapkan terimakasih kepada kepala desa atas bantuannya kepada setiap kelompok seperti bantuan hand sprayer. untuk bantuan pemerintah kami membuat tim evaluasi terhadap kegiatan bantuan karena akhirnya penerima bantuan hasilnya kurang baik hal ini disebabkan saprodi yang dating terlambat Elly Hendrawati,S.P.,MMA selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura menyampaikan bahwa apabila penyuluh mengoptimalkan kinerja penyuluhan maka kegiatan penyuluhan akan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. selain itu petani harus 3 M yaitu maju, mandiri dan modern tidak tergantung pada bantuan pemerintah. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk produksi tanaman tertentu, artinya tanamlah tanaman yang kita butuhkan, tanaman yang bisa tumbuh baik didaerah kita. Kita sudah boleh menggunakan lahan yang kita jadikan lahan percontohan. Para petani harus memaklumi kondisi alam yang terkadang tidak bersahabat, tidak bisa pungkiri bahwa alam bisa jadi kendala dalam kegiatan usaha tani. jadi ketika alam tidak bersahabat kita bisa melakukan usaha tani diperkarangan atau dengan mengunakan pot pot atau polibag. Selain itu apabila kita mengusahakan tanaman haruslah dengan tumpang sari agar hasil tanaman dapat beragam. Zaman sekarang petani harus berorientasi bisnis. petani tidak boleh miskin lagi, petani harus lebih giat lagi, petani harus ada regenerasi agar petani dan pertanian semakin lebih baik. Selanjutnya untuk menjaga ketahanan pangan maka harus kita cegah bersama kegiatan alih fungsi lahan. Seya berharap kegiataan pembinaan seperti ini bisa terus kita lakukan. Penulis : PP Pertama Kabupaten Ketapang