Bimbingan Teknis berbasis IT bagi Kostratani dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang yang diikuti oleh penyuluh pertanian dari 4 Kabupaten yang ada di Jawa Barat. Bimtek dilaksanakan selama 3 hari efektif dari tanggal 27 sampai dengan 30 November 2019 sebanyak 24 jam pelatihan. Proses pemberian materi secara teoritis maupun praktek dilaksanakan di BBPP Lembang Jl. Kayuambon No. 82 Lembang, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Indramayu sebanyak 14 orang terdiri dari perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten sebanyak 2 orang, Kecamatan Lelea 3 orang, Kecamatan Gantar 3 orang, Kecamatan Kandanghaur 3 orang dan Kecamatan Cikedung 3 orang. Peserta dari Kabupaten Cirebon sebanyak 11 orang terdiri dari Dinas Pertanian Kabupaten 2 orang, Kecamatan Susukan 3 orang, Kecamatan Panguragan 3 orang dan Kecamatan Waled 3 orang. Kabupaten Subang sebanyak 11 orang terdiri dari 2 orang dari Dinas Pertanian Kabupaten, 3 orang dari Kecamatan Patokbeusi, 3 orang dari Kecamatan Cipunagara dan 3 orang dari Kecamatan Ciasem. Sedangkan Peserta dari Kabupaten Karawang sebanyak 11 orang terdiri dari 2 orang dari Dinas Pertanian Kabupaten, 3 orang Kecamatan Tempuran, 3 orang Kecamatan Tirtajayaa dan 3 orang dari Kecamatan Jayakerta. Narasumber/fasilitator Bimtek ini berasal dari Puslatan, BBPSDLP, Pusdatin dan Widyaiswara setempat (BBPP) Lembang. Pada kesempatan ini peserta diberikan materi oleh Staf Khusus Kementerian Pertanian Ir. H. Firdaus Hasan, pada kesempatan ini beliau memaparkan materi tentang Pembangunan Pertanian Berbasis IT di Era Industri 4.0. peserta Pelatihan Bimtek juga diberi kesempatan untuk hadir dalam acara Sosialiasi, Koordinasi dan Sinkronisasi Standardisasi Kompetensi SDM Pertanian Serta Evaluasi Kinerja Ketenagaan Pelatihan Pertanian. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 November 2019 bertempat di Hotel Grand Tjokro Ciahmpelas Bandung, yang dihadiri dan dibuka secara langsung oleh kepala BPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M,Agri. Dalam sambutannya beliau mengatakan tujuan dari pembangunan pertanian adalah sediakan pangan untuk 267 juta jiwa, tingkatkan kesejateraan petani dan meningkatkan ekspor. Ketiga komponen ini diharapkan meningkatkan produktivitas, kualitas dan kontinuitas. Ketiganya dapat tercapai melalui geakan pembaaruan pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi informasi. Simpul gerakan yang sangat strrategi dalam mendukung keberasilan pembangunan pertanian melalui koordinasi, sinergi dan penyelarasan kegiatan pembanguna pertania yang akan berpusat di Kecamatan atau yang disebut sebagai kostratani. Kepala Badan juga mengungkapkan 3 pilar dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian adalah Penyuluhan, Pelatihan dan Pendidikan. (ditulis :Rohayati, Penyuluh Pertanian Pertama)