Dalam upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani terhadap pertanian organik, di Kota Denpasar mendapatkan anggaran APBN Pengembangan Padi Organik sebanyak 1 (satu) paket. Kegiatan dilaksanakan di Subak Temaga, Desa Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur. Salah satu kegiatan terkait adalah adanya Bimtek (bimbingan teknis) bagi petani pelaksana kegiatan. Bekerjasama dengan BPTP Provinsi Bali, Bimtek dilaksanakan selama 2 hari, Kamis (3/9) dan Jumat (4/9). Bimtek ini mengangkat 3 berbeda, yaitu pengenalan hama dan penyakit utama padi sawah serta penerapan 6 tepat pada penggunaan pestisida, MOL bonggol pisang, serta Kisela 866. Topik pertama disampaikan oleh I Wayan Swastika,SP, M.Si, selaku POPT(Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan) Kecamatan Denpasar Utara yang diperbantukan di Kecamatan Denpasar Timur. Topik kedua disampaikan oleh Tim Pengajar BPTP Provinsi Bali yang terdiri dari Penyuluh dan Peneliti. Pada hari pertama, peserta berasal dari Subak Temaga Munduk Kubuan Kangin berjumlah 20 orang petani, sedangkan hari kedua peserta adalah 20 orang petani Subak Temaga Munduk Kubuan Kauh. Pembagian ini didasari oleh adanya protocol kesehatan Covid-19, supaya petugas dan petani dapat menjaga jarak aman sesuai anjuran. Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Bimtek kali ini dengan yang sebelumnya. Dihadiri oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar (I Gusti Ayu Ari Puspayeni, STP, M.Si) beserta Kepala Seksi Tanaman Pangan(Ir. A.A Ayu Made Suryani), dan juga Koordinator beserta Penyuluh Kecamatan Denpasar Timur, Bimtek dilaksanakan di lokasi terbuka, tepatnya di balai pertemuan munduk yang langsung berada di area persawahan. Hal ini bertujuan supaya petugas lebih mendekatkan diri dengan petani sekaligus memungkinkan protokol kesehatan Covid-19 lebih mudah dijalankan dibandingan dengan di ruangan tertutup. Dalam sambutan pembukaan, Puspayeni mengemukakan bahwa dalam upaya menyukseskan Bali Organik sebagai salah satu program Provinsi Bali di bidang pertanian, maka Kota Dennpasar mencoba mengarah ke pertanian organik. “Sesuai dengan program Bapak Gubernur, Bali Organik, maka kita berusaha menuju ke organik walaupun belum bisa sepenuhnya,” himbauan Puspayeni. Setelah kegiatan Bimtek ini, petani akan mengujicoba hasil dari praktek, yaitu MOL bonggol pisang dan Kisela 866. Selanjutnya, Tim BPTP akan melakukan pendampingan dan bimbingan lanjutan sebagai bentuk sinergitas kerja antara Dinas Pertanian Kota Denpasar dan BPTP Provinsi Bali dalam mengembangan pertanian di Bali, khususnya di Kota Denpasar. Ditulis oleh : Marcella Wayan Kartika Rini, SP (PP Muda)