Posluhdes sebagai pos informasi rumpun pertanian dan harapannya dapat menjadi tempat berkumpulnya petani, kelompok tani, para penyuluh baik PNS, THL, penyuluh swadaya dan swasta untuk mendiskusikan berbagai hal berkaitan dengan pembangunan pertanian di wilayahnya. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Ir. Hj. Siti Farikah, MM saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pos Penyuluh Desa (Posluhdes), Senin 13 Nopember 2017 di Aula Diskanak Kabupaten Bogor. Bimbingan Teknis Posluhdes ini dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan peran Posluhdes sebagai kelembagaan penyuluhan terdepan dan mitra pemerintah dalam memberdayakan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor serta PT. Inovasi Telematika Nusantara, Konsultan Jarkomluhdes Provinsi Jawa Barat (program Posluhdes). Narasumber antara lain Ir. Aan Surya Priyana (Kabid Penyuluhan Distanhorbun) dengan materi "Kebijakan Pengembangan Kelembagaan Posluhdes"; materi "Penerapan IT dengan Posluhdes" oleh Gunawan (PT. Inovasi Telematika Nusantara); sementara materi "Dinamika Kelompok" oleh Asep Kurnia (Koordinator Penyuluh Pertanian Distanhorbun Kabupaten Bogor). Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh 35 orang peserta yang berasal dari para pengurus Posluhdes di Kabupaten Bogor. Dasar penumbuhkembangan Posluhdes bahwa desa sebagai wilayah sentra produksi pertanian, perikanan, dan kehutanan adalah pemasok bahan pangan dan bahan keperluan industri yang perlu diperkuat agar dapat secara berkesinambungan memainkan perannya sebagai wilayah sentra produksi pertanian, perikanan dan kehutanan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat upaya peningkatan kemampuan masyarakat pedesaan utamanya pelaku utama dan pelaku usaha. Delapan Fungsi Posluhdes : 1) Menyusun programa penyuluhan, 2) Melaksanakan kegiatan penyuluhan di desa/kelurahan, 3) Menginventarisasi potensi wilayah, masalah, dan pemecahannya, 4) Melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan, uji coba, dan pengembangan model usaha tani yang lebih menguntungkan, 5) Menumbuhkembangkan kemandirian, kepemimpinan serta kewirausahaan, 6) Melakukan kegiatan pertemuan rutin, rembug tani, temu lapang bagi pelaku utama dan pelaku usaha, 7) Mendiseminasikan layanan informasi paket teknologi penyuluhan pertanian, dan 8) Memfasilitasi forum penyuluhan pedesaan. (Roby Prayoga)