Loading...

BIMBINGAN TEKNIS PENYULUH PENDAMPING SWASEMBADA KEDELAI

BIMBINGAN TEKNIS PENYULUH PENDAMPING SWASEMBADA KEDELAI
Kepala Balai Pelatiahan Pertanian (BPP) Lampung, Moch Bhakti Poerwadikarta, membuka Bimbingan Teknis Kedelai bagi Penyuluh Pendamping di Aula BPP Hari Selasa tanggal 24 Oktober 2017. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia menargetkan tahun 2018 swasembada kedelai dan Bintek ini merupakan langkah awal menuju Lampung swasembada kedelai."pusat juga punya target swasembada kedelai, karena jagung dan padi kan sudah berhenti impor Sehingga saat ini tinggal swasembada berkelanjutan saja",kata Bhakti dalam siaran presssnya.Bhakti menjelaskan, Pemerintah menargetkan untuk tahun 2017, penambahan produksi 1 juta ton kedelai untuk seluruh Indonesia dengan luasan mencapai 500 ribu ha."Lampung salah satu provinsi yang ditargetkan 50 ribu hektar.Dilampung ada 12 kabupaten/kota yang akan kami kembangkan untuk swasembada kedelai", Ucap Bhakti.12 Kabupaten/kota tersebut adalah Lampung Selatan, Lampung tengah, Lampung Utara, Lampung Timur, Tanggamus, Tulang bawang, Way Kanan, Pesawaran, Mesuji, Pringsewu, Tulang Bawang Barat dan Pesisir Barat.BPP lampung telah melaksanakan Bintek angkatan I dan II ini diikuti masing-masing oleh 150 orang Penyuluh Pertanian. Dan rencananya akan melakukan bintek untuk 250 PPL untuk angkatan selanjutnya. Materi yang diberikan pada bintek kedelai adalah mengenai Kebijakan Peningkatan Produksi kedelai, Tehnik pendampingan, PRA dan tehnik Pelaporan perningkatan luas tanam kedelai secara online.Menurut salah seorang peserta pelatihan, untuk mencapai swasembada kedelai perlu usaha yang keras dikarenakan saat ini petani kurang berminat untuk menanam kedelai. Penyebabnya karena hama yang banyak dan sulit dikendalikan, harga jual yang rendah dan benih yang suli didapat. "Jika pemerintah mau target itu tercapai maka harus menjamin harga jual hasil panen dan menyediakan benih kedelai dengan harga terjangkau". PPL harus berusaha keras untuk memotivasi petani untuk menanam kedelai dan melakukan pengawalan terhadap kelompok tani penerima bantuan benih dan saprotan. Supaya target tanam kedelai tercapai dan tidak perlu impor kedelai lagi. Penulis : Toto Haryanto, (PPL Lampung Selatan).