Loading...

BIMBINGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG MERAH DAN BUAH NENAS

BIMBINGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG MERAH DAN BUAH NENAS
Teknologi pertanian setiap tahun selalu berkembang seiring dengan adanya perubahan iklim, karena pengembangan suatu komodity tanaman yang diusahakan di lahan usaha tani sangat ditentukan oleh iklim sebagai faktor luar dalam budidaya tanaman. Terkait dengan perkembangan teknologi tersebut, maka Penyuluh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Provinsi Bali pada tanggal 7 Maret 2018 melaksanakan bimbingan teknis yang terdiri dari Penyuluh PNS, Penyuluh THL-TBPP, Petugas POPT dan Petugas Analisis Pasar di pusatnya pengembangan teknologi pertanian yaitu BPTP Jawa Timur yang berlokasi di Karang Ploso, Malang. Peserta bimbingan teknis diterima oleh Kepala Balai yang memberikan arahan tentang potensi perkembangan komodity bawang merah di Provinsi Jawa Timur. Untuk selanjutnya bimbingan dipandu oleh nara sumber dari peneliti yang menangani komodity bawang merah yaitu Diding Rachmawati yang memberikan materi tentang " Teknik Budidaya dan Cara Pengendalian Hama Penyakit Bawang Merah". Untuk budidaya tanaman bawang merah dijelaskan bahwa syarat tumbuh bawang merah menghendaki adanya kandungan hara Mg dan Ca serta bahan organik dalam tanah selain faktor agroklimat lainnya untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang merah. Tantangan lainnya dalam penanganan organisme penggangu tumbuhan adalah serangan dari penyakit Fusarium pada bawang merah yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Peserta bimbingan teknis setelah dapat berdiskusi dengan peneliti sebagai nara sumber selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Kediri untuk memahami tentang " Budidaya Buah Nenas " yang berlokasi di " Koperasi Kelompok Tani Langgeng Mulyo " di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Peserta bimbingan teknis diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Dr.Suparno, MMA, MH. yang pada pengantarnya menjelaskan potensi pengembangan buah nenas di Kabupaten Kediri serta prestasi kelompok tani Langgeng Mulyo sebagai Gapoktan terbaik di Kabupaten Kediri. Selanjutnya materi tentang buah nenas disampaikan oleh Ketua Koperasi Tani Langgeng Mulyo, Achmad Basuki dijelaskan bahwa di wilayahnya sangat didukung oleh aktivitas anggota kelompok tani beserta agroklimat budidaya buah nenas, sehingga akhirnya dapat mencapai prestasi di kancah nasonal. Disampaikan bahwa di Desa Ngancar yang dekat dengan kawasan wisata Gunung Kelud, kelompok taninya sudah dapat mengembangkan varietas baru yaitu varietas Madu Kelud (Smooth Cayenne) yang lebih diminati oleh konsumen jika dibandingkan dengan varietas Queen, karena nilai ekonomisnya lebih menguntungkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Pengembangan buah nenas di kelompok tani Langgeng Mulyo di budidayakan sepanjang tahun, dengan prestasinya sebagai Gapoktan terbaik di Kabupaten Kediri, sehingga dapat mengungguli Kabupaten Lembang dan Blitar sebagai penghasil buah nenas di Indonesia. Simbaryadnya (PP.Madya Diperpa Kabupaten Badung).