Loading...

BIMTEK KEPEMIMPINAN BAGI PENYULUH PERTANIAN PNS, THL DAN SWADAYA

BIMTEK KEPEMIMPINAN BAGI  PENYULUH PERTANIAN PNS, THL DAN SWADAYA
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh Pertanian baik PNS mauoun THL-TBPP dan Penyuluh Pertanian Swadaya, se Kabupaten Indramayu sebanyak 250 orang mendapatkan Pelatihan Teknis Kepemimpinan.Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya dalam mendukung Program Swa Sembada Padi, Jagung, Kedele, Bawang Merah dan Cabe, terutama dalam aspek kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 01 Agustus 2016 sampai 04 Agustus 2016. Adapun lokasi kegiatan ini tersebar di 12 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian yang diwakili Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagakerjaan Ir. Nandang Hidayat mengemukakan bahwa Pelatihan Penyuluh Pertanian ini dilaksanakan serentak di empat BPP, masing-masing selama 2 hari. Selain itu mengharapkan keseriusan para peserta dalam mengikuti dan mendapatkan materi yang disampaikan para fasilitator. Karena materi tersebut dapat berguna bagi bapak dalam melaksanakan tugas sehari-hari di lapangan nantinya.Melihat pengalaman di lapangan ada beberapa kelompoktani yang namanya ada tapi kegiatannya kurang terlihat bahkan cenderung tidak ada. Oleh karena itu dimohon kepada para penyuluh baik PNS, THL dan PPS agar terus menerus membina dan mengembangkan kelompoktani ini menjadi kelompoktani yang disegani dan bermanfaat bagi anggotanya. Jangan sampai terjadi kelompoktani ini seperti kelompok Merpati, ada kelompok kalau mau ada bantuan. Setelah bantuan datang bubar lagi tidak ada kegiatannya. Atau kelompok yang kedua kelompok Pedati yaitu kelompok yang akan maju bila ditarik-tarik terus seperti pedati ditarik oleh sapi. Bila Penyuluhnya kurang membina, maka kelompok tersebut akan diam. Sebaiknya menjadi lah kelompok abadi yaitu kelompok yang selalu berpikiran maju baik ada bantuan maupun tidak ada bantuan atau ada pembinaan yang intensif atau yang sederhana. Karena hakekak adanya kelompok itu adalah untuk kepentingan bersama para anggotanya. Semakin kuat kebersamaan dan kekeluargaan, maka semakin kokoh kelompok tersebut.Untuk mengarah menjadi kelompoktani abadi, maka nanti para penyuluh pertanian ini akan memperoleh materi tentang dinamika kelompok, motivasi, pengambilan keputusan dan teori kepemimpinan. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini tugas pembangunan pertanian khususnya program PAJALEBACA di Indramayu dapat dilaksanakan dengan baik. Pembangunan pertanian akan berhasil apabila didukung juga oleh masyarakat khususnya para Penyuluh Pertanian dalam membinbing petani. Kita harus mampu meningkatkan dan memperluas areal Padi, Kedele Cabe dan Bawang Merah. Oleh karena itu Penyuluh Pertanian dan PPS bersama jajaran petugas pertanian yang ada di tingkat kecamatan dan desa harus merencanakan dengan seksama tentang kegiatan budidaya Padi, Kedele Cabe dan Bawang Merah ini. Jangan sampai kita lengah dalam mendukung program PAJALEBACA ini, apabila kita lengah bahaya akan mengancam kita seperti kekeringan dan hama penyakit. Akibatnya program yang kita rencanakan bisa tidak tercapai.Penyuluh Pertanian Swadaya jangan segan-segan kumpul di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) karena BPP itu milik petani, BPP itu sebagai POSKO pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Swadaya yang ada di BPP merupakan satu tim work. Apabila terjadi masalah harus dimusyawarahkan di BPP dengan mengundang pihak-pihak yang berkopenten di bidangnya.Semoga dengan telah menimbanya ilmu tentang kepemimpinan ini para Penyuluh Pertanian dapat membina, mengembangkan dan meningkatkan dinamika kelompoktani serta Pengurus kelompoktani dapat mengambil keputusan yang benar dalam budidaya dan kegiatan lainnya. Selain itu kelompoktani mengadministrasikan kegiatan sesuai pedoman dan memberikan tugas sesuai dengan jabatannya.(Edi Harnadi)