BIMTEK MEDIA INFORMASI PENYULUHAN KAL-SEL : HARI KEDUA
Eka Rismawina, SP *) Kamis, 30 Agustus 2018 Hari kedua kegiatan Bimtek Media Informasi Penyuluhan (29/08/2018) di Banjarbaru didominasi dengan materi-materi yang mendukung Penyuluh Pertanian untuk meningkatkan kegiatan teknis dalam pelaksanaan jabatan fungsionalnya. Diawali dengan materi "Pengantar Penulisan Berita" oleh Budi Ryanto dari Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, dan Adin Mufidah Fungsional Pranata Humas pada Pusdatin, SekJen Pertanian. Pemateri menyampaikan dasar-dasar penulisan berita yang penting untuk diketahui calon penulis berita dalam hal ini Penyuluh Pertanian. Mengetahui prinsip penulisan berita saat ini penting bagi setiap Penyuluh. Sebab era keterbukaan informasi menuntut Penyuluh untuk dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang berbagai kegiatan pembangunan pertanian yang sedang dijalankan pemerintah. Mempublikasikan kegiatan penyuluhan di wilayah masing-masing menjadi wajib untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Penyuluh Pertanian itu Ada dan Bekerja!. Selain itu publikasi suatu berita merupakan media untuk menyampaikan fakta suatu kondisi dari isu hangat yang tengah terjadi di tingkat petani, sehingga menjadi informasi bagi para penentu kebijakan. Namun Budi Ryanto juga mengingatkan terutama untuk isu yang bersifat sensitive dan kritik bagi suatu program disampaikan dengan sudut pandang yang lebih halus, santun dan tentunya harus disertai dengan saran solusi terhadap masalah yang menyebabkan munculnya kritik tersebut. Selama disajikan dalam koridor data dan fakta yang benar, dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan oleh penulis berita maka hal ini justru dapat menjadi jalan keluar agar permasalahan tersebut dapat teratasi dengan baik dan segera karena lebih cepat sampai kepada para penentu kebijakan.Materi yang selanjutnya adalah tentang Penilaian Angka Kredit oleh Susilo Astuti Handayani yang merupakan Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh di tingkat pusat. Susilo menegaskan bahwa yang menjadi poin penting agar nilai DUPAK yang diusulkan penyuluh tidak jauh berbeda dengan hasil nilai akhir yang diberikan Tim Penilai, maka seorang Penyuluh harus memahami dasar-dasar hukum untuk penilaian angka kredit." Dasar hukum tersebut yakni :1. PERMENPAN NO: PER/02/MENPAN/2/2008, TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERTANIAN DAN ANGKA KREDITNYA (18 Pebruari 2008).2. PERBER MENTAN DAN KA BKN NO. 54/Per-mentan/OT.210/11/2008; NO: 23 A TH 2008, TENTANG JUKLAK JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERTANIAN DAN ANGKA KREDITNYA (7 November 2008).3. JUKNIS PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERTANIAN DAN ANGKA KREDITNYA NOMOR: 35/Permentan/OT.140/7/2009 (24 Juli 2009). Berikutnya materi tentang DUPAK ONLINE merupakan aplikasi berbasis web SIDO-LUHTAN (Sistem Informasi Dupak Online Penyuluh Pertanian). Aplikasi dapat diakses pada alamat web http://fungsional.pertanian.go.id/ . Petunjuk-petunjuk yang lengkap tentang penggunaan aplikasi dapat diakses semua Penyuluh Pertanian di seluruh Indonesia pada alamat web tersebut atau Penyuluh dapat menghubungi Admin SIMLUHTAN di kabupaten masing-masing. Namun hingga kini aplikasi baru diterapkan untuk Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian Kementan di tingkat Pusat dan sesegeranya penerapan sistim DUPAK Online akan diberlakukan untuk Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian daerah yang akan naik pangkat dari golongan 4b ke 4c dan ke atas seterusnya. Turut disampaikan pula materi tentang aplikasi IKPP (Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian) yang sebelumnya bernama EVALUH (Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian). Aplikasi ini wajib diisi dengan runut dan lengkap oleh setiap Penyuluh Pertanian di seluruh Indonesia. Aplikasi IKPP dapat diakses pada alamat : http://apps00.pertanian.go.id/ . Cara login juga dapat dilakukan dengan menghubungi admin SIMLUHTAN di kabupaten masing-masing. Materi DUPAK ONLINE dan IKPP disampaikan oleh Kepala Sub bidang Ketenagaan Penyuluhan BPPSDM-P, Welly Nugraha.Peneliti dari Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Kalsel juga turut hadir dan menyampaikan materi tentang berbagai Hasil Pengkajian beberapa Komoditas TPH untuk mendukung efektifitas penyelenggaraan penyuluhan di tingkat lahan usahatani melalui KAJI TERAP. Peneliti BPTP Kalsel Lelya Pramudyani membawakan materi tentang komoditas Cabe Hiyung dan Cabe Tidar/Si Gantung dan Teknologi Budidaya Bawang Merah asal Biji Botani. Dan Asisten Peneliti Fakhrina menyampaikan penerapan Teknologi Jarwo Super di Kal-Sel.Akhirnya hari kedua Bimtek ditutup dengan sesi diskusi yang dibuka panitia secara khusus untuk peserta Bimtek, dengan dipandu Welly Nugraha untuk memuaskan berbagai pertanyaan dari peserta Bimtek masih tentang aplikasi Sido-Luhtan dan EKPP. Diantara padatnya sejumlah materi pada kegiatan hari kedua ini tetap diselingi berbagai candaan khas Penyuluh Pertanian Lapangan Senior yang meramaikan suasana Bimtek hingga tetap segar dan tidak membosankan. Namun tentu saja peserta tetap mengikuti Bimtek dengan penuh tanggung jawab dan siap menyebarkan informasi yang diperoleh selama Bimtek kepada rekan-rekan sesama Penyuluh Pertanian di wilayah mereka masing-masing. *) Penulis adalah admin Cyber Extention untuk Kabupaten Tabalong dan PPL WKPP Bahungin pada BPP Kelua, Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong