BIMBINGAN TEKNIS PENYULUH PERTANIAN LAPANGANPenyuluh Pertanian Lapangan/PPL yang bertugas di dataran Warmare, Prafi, Masni dan Sidey (WARPRAMASI) Kabupaten Manokwari khususnya, dan umumnya di Provinsi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas yang cukup berat terutama dari segi medan dibandingkan dengan di Pulau Jawa, sehingga seharusnya penyuluh diberikan insentif yang lebih dari Pemerintah, baik Pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini disampaikan oleh Ir. Muharja Hasan , MP Widyaiswara dari BBPP Lembang Bandung Barat Jawa Barat dalam arahannya pada Bimbingan Teknis Bagi Penyuluh Pertanian Lapangan yang berlangsung di ruang pertemuan BPP Prafi Kabupaten Manokwari.Setelah melihat sendiri kondisi dataran Warpramasi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, wajar apabila PPL diberikan insentif yang lebih. Apalagi seorang penyuluh tugasnya sebagai pendamping jadi setiap saat harus berada bersama-sama petani karena berada disamping petani, namanya saja pendamping berarti harus setiap saat berada disamping petani ujar Ir.Muharja Hasan, MP.Kegiatan BIMTEK Penyuluh Pertanian Lapangan yang diadakan oleh BBPP Lembang dibuka resmi oleh Kepala BPP Prafi, Djaka Mastuti, S.ST mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari tersebut di ikuti oleh 10 orang penyuluh dari dataran Warpramasi dibiayai dari dana APBN.P dalam rangka pendampingan program cabe menuju swasembada pangan. Kegiatan berlangsung dari tanggal 13 s/d 15 November 2017 dengan fasilitator dari BBPP Lembang, Petugas Lapangan yang telah mengikuti TOT dan Kepala BPP Prafi dengan materi GAP Cabe dan sistem pelaporan.Sementara itu seluruh peserta bimtek mengusulkan ke pihak BBPP Lembang agar dapat memfasilitasi permasalahan-permasalahan penyuluh ketingkat pusat serta kegiatan yang sama di tahun-tahun mendatang agar diadakan kembali, karena penyuluh merupakan ujung tombak, maka secara rutin harus diasah kemampuan dan keterampilannya.