Pelaku utama dan pelaku usaha yang berada di barisan paling depan pembangunan pertanian menuju kedaulatan pangan terus berupaya untuk memperoleh pendapatan serta kesejahteraannya,dengan cara memperoleh pengetahuan baik yang secara tehnis maupun non tehnis,pengetahuan tersebut diperoleh dari kalangan para penyuluh pertanian maupun dari kalangan pelaku utama dan pelaku usaha itu sendiri.Pengetahuan yang berasal dari kalangan para penyuluh biasanya pengetahuna yang baru atau inovatif sedang pengetahuan dari kalangan pelaku utama serta pelaku usaha sendiri atas dasar pengealaman . Pada tanggal 6 Oktober 2014 Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo berupaya meningkatkan pengetahuan para petani dengan mengadakan kegiatan BINTEK Bagi Petani,Bintek tersebut diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari para pelaku utama dan pelaku usaha diseluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo bertempat di Balai Penyuluhan Kecamatan Kutoarjo.Dalam Bintek tersebut peserta mendapatkan beberpa materi dari beberapa nara sumber diantaranya dari BRI Cab.Purworejo (Sukamto) dengan materi Kredit Ketahanan Pangan dan Energi,Komisi Penyuluhan Pertanian (Ir.Sayogo Yuliyanto, MM) dengan materi System Of Rice Intensification,Disperindakop (Martono,SE.MM) dengan materi kebijakan mendukung pengembangan sitim resi gudang produk pertanian serta dari penyuluh pertanian (Turoso,STP) dengan materi teknologi pengolahan hasil pertanian. Dalam penyampaian beberapa materi para pelaku utama dan pelaku usaha memang banyak yang belum mengerti akan akses perkreditan di BRI dimana sebenarnya akses perkreditan tersebut sangat mudah serta murah ,hanya proses administrasi yang terkadang belum dimengerti oleh para pelaku pertanian,harapan agar fasilitas perbankkan yang telah disediakan oleh pemerintah tersebut benar benar dapat dimanfaatkan oleh petani. Dari Disperindakkop bahwa resi gudang merupaka kegiatan kedepannya sebagai solusi untuk dapat menampung hasil pertanian dengan harapan petani akan memperoleh nilai tambah penghasilan,mudah mudahan gudang yang sedang dibangun di Purworejo nantinya dapat menampung komoditas pertanian.SRI yang disampaikan oleh pemerhati pertanian menekankan pada penggunaan pupuk organik yang mana pada saat sekarang ini tanah pertanian sedang mengalami masa masa yang kurang baik atau kritis , tanah sudah tercemar bahan kimia yang cukup lama sehingga tanah mejadi rusak, satu-satunya yang dapat mengembalikan tanah bisa berproduksi lebih baik, sruktur serta tekstur majadi baik bakteri yang menguntungkan didalam tanah dapat berkembang kembali satu-satunya jalan adalah dengan memasukkan bahan organik berupa kompos atau bahan organik lainnya.Dari Penyuluh pertanian disampaikan tentang penepungan ,bahwa negara kita sekarang posisi import tepung terigu atau gandum mencapai jutaan ton,apabila duapuluh perssennya saja bisa diganti dengan tepung ubi kayu atau tepung mocaf,maka import akan terigu dapat dikurangi, yang manjdi kendala adalah sudah keterlanjuran bangsa kita ini mengkonsumsi makanan kue dan sebagainya yang bahan bakunya dari terigu, sedangkan bahan baku yang dari tepung singkong masih terasa akan singkongnya, oleh karena dalam bintek tersebut disampikan teknologi pembuatan tepung ubi kayu yang baik,Sehingga aroma singkong dapat dihilangkan,warna tepung juga menjadi lebih baik,serta tekstur menjadi lebih lembut.Akhir dari kegitan Bintek petani tersebut ,para pelaku utama dan pelaku usaha diharapkan untuk terus dapat berkomunikasi dengan para penyuluh pertanian yang berkaitan dengan teknologi sehingga permasalahan yang melilit bangsa ini dapat berangsur-angsur terselesaikan. Oleh :Turoso,STP. Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kab.Purworejo. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;}