Berkaitan dengan beberapa hal yang disampaikan dalam diskusi, Nikson memiliki catatan terkait diskusi yang telah diikutinya. Yang pertama, beliau Mengharapkan dukungan kerja sama setiap SKPD terkait mengenai masalah program penyuluhan. Ketika program penyuluhan tidak mampu memetakan dengan baik maka dukungan penyuluhan tidak bisa optimal. Oleh karena itu, kata Nikson, dengan respon yang baik dari Bupati dan sektor terkait maka pemetaan program penyuluhan mulai dari tingkat kabupaten sampai kecamatan diharapkan terpetakan dengan baik. Sehingga para penyuluh dapat menjabarkan dalam rencana kerja guna mendukung lebih lanjut di tingkat lapangan. Yang kedua, lanjut Nikson, apresiasi diberikan sebab di Kabupaten Sikka sudah berjalan program dan kegiatan secara terpadu dan terintegrasi terutama sektor kementerian perikanan, pertanian dan kehutanan melalui balai penyuluhan kecamatan Yang ketiga, beliau memberikan apresiasi terhadap komitmen Bupati dan harapan dukungan oleh semua SKPD terkait. Hal ini berkaitan dengan Kementeriaan Pertanian yang mengariskan kebijakan perencanaan berbasis E-Proposal, dimana dalam penentuan berbagai program sektor pertanian tidak lagi menggunakan kelompok-kelompok tani dadakan atau kelompok tani bentukan baru. Tetapi kelompok tani yang direkomendasikan oleh badan penyuluhan kabupaten. "Namun ini menjadi tantangan bagi penyuluh karena dari 20.100 kelompok tani yang ada di NTT, kemarin dalam perincian 2015 dari akses data perencanaan berbasis E-Proposal yang baru resmi sah itu 6000 lebih. Sisanya masih dipertnyakan data base-nya," kata Beliau. Sehingga, lanjut Nikson, perlu koordinas antar kelompok-kelompok tani di pedesaan, keragaan data base kelompok tani seperti apa yang dibutuhkan dalam penataan e-proposal tersebut. Terkait dukungan sarana prasarana, Nikson mengatakan, sangat diharapkan dukungan Bupati dan Asisten dan terutama juga dari Bappeda dan Dinas Pertanian untuk mengoptimalkan DAK (Dana Alokasi Khusus) bidang pertanian, yang akan diarahan untuk mendukung kelengkapan sarana prasarana pertanian, ketahanan pangan dan penyuluhan. Tapi sesuai alokasi yang terbatas sehingga dilakuakn secara bertahap. "Jadi apa yang disarankan bapa ibu penyuluh dalam dskusi tadi itu akan dipenuhi secara bertahap oleh DAK bidang pertanian," lanjut Nikson. Dia memberikan apresiasi khusus terkait kelas-kelas kemampuan gapoktan di Kabupaten Sikka yang setiap tahun mengalami peningkatan kelas kemampuan. Sebab hanya dua gapoktan yang berjalan bagus di NTT dan dinilai atas peningkatan kelas kemampuan evaluasi propinsi. Kabupaten Sikka mendapat peringkat satu dan Nomo2 diraih Sumba Timur . Dari 11 kelompok tani di NTT, ada 6 berkarya di Kabupaten Sikka. Sedangkan Bupati Sikka dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap kerja dari PPL yang dikomandoi oleh BPK (Badan Penyuluh Kecamatan) hingga mendapat penghargaan secara nasional. "Kita harus bangga saya berharap hal-hal positip mesti dikembangkan dan diterapkan di masing-masing desa," ujar Bupati. Bupati mengatakan akan terus menerus mendorong kerja sama antara petani dan PL (Penyuluh Lapangan) sehingga harapan adanya peningkatan produksi baik itu pangan maupun komoditi unggulan bisa meningkat. Sehingga peningkatan pendapatan masyarakat petani bisa terpenuhi yang akan berdampak pada kesejahteraan kita, sehingga harapan kita Satu Sikka yang Mandiri dan Sejahtera bisa Terwujud." tegas Bupati. Kegiatan diskusi dilanjutkan dengan Penyerahan sertifikat sekolah lapangan kakao beserta peralatan pangkas kakao secara simbolis dari bupati kepada perwakilan kelompok tani Pertemuan Bupati dengan para penyuluh dan petani di Desa Bloro, Kecamatan Nita merupakan rangkaian kunjungan lapangan Bupati Ansar Rera di tiga titik kecamatan. Yakni Wilayah Timur berpusat di Desa Talibura Kecamatan Talibura. Pertemuan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 6 September 2014 lalu diikuti 56 penyuluh dari 9 Kecamatan, yakni BPK Talibura, BPK Waiblama, BPK Waigete, BPK Mapitara, BPK Doreng, BPK Bola, BPK Hewokloang, BPK Kewapante, BPK Kangae. Pertemuan kedua Bupati dengan para penyuluh dan petani di Desa Bloro dilaksanakan hari ini, Sabtu (13/9/2014), diikuti 41 Penyuluh dari 8 Badan Penyuluh Kecamatan (BPK) yakni BPK Kecamatan Nita, BPK Kecamatan Magepanda, BPK Palue, BPK Alok Barat, BPK Alok, BPK Alok Timur, BPK Nelle dan BPK Koting. Serta pertemuan ketiga yang akan datang dilaksanakan tanggal 19 September 2014 di Desa Bhera Kecamatan Mego. Pertemuan tersebut merupakan wujud pemerintah dalam upaya meningkatakan ketahanan pangan dan pengembangan komoditi unggulan. (oss/dishubkominfo/diteruskan peros dalam cybex-deptan)