Sektor pertanian mempunyai peranan strategis terutama sebagai penyedia pangan rakyat Indonesia, berkontribusi nyata dalam penyediaan bahan baku industri, penyerapan tenaga kerja yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan dan menjaga pelestarian lingkungan. Pembangunan pertanian secara nasional diarahkan untuk mendukung Swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan, Peningkatan diversifikasi pangan, Peningkatan nilai tambah, daya saing dan eksport, serta Peningkatan kesejahteraan petani Sejalan dengan Program Nasional tersebut, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka Tahun 2013-2018, telah menetapkan Visi, Misi dan Prioritas Program Pembangunan Daerah. Ada 7 Prioritas Program Pembangunan Daerah : Prioritas Pertama adalah : Peningkatan ketahanan pangan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Lainnya. Dan juga diarahkan pada pengembangan 3 sektor unggulan yaitu : 1) Pengembangan Kelautan dan Perikanan 2) Pengembangan Pariwisata 3) Pengembangan Komoditi Kakao, Jambu Mente dan Kelapa. Untuk dapat mewujudkan Peningkatan Ketahanan Pangan dan mendukung keberhasilan Pengembangan sektor unggulan khususnya Pengembangan Komoditi Kakao, Jambu Mente dan Kelapa sangat dibutuhkan Peran PENYULUH dan PENYELENGGARAAN PENYULUHAN. Penyuluh Pertanian menjadi tumpuan dan ujung tombak pelaksanaan program pembangunan pertanian di Lapangan. Upaya Revitalisasi yang dilakukan selama ini, untuk mencapai tujuan penyuluhan yakni adanya perubahan perilaku petani yang meliputi Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap, secara bertahap terus dilakukan sejak tahun 2009 sampai saat ini. Untuk meningkatkan Kinerja Penyuluh yang mengacu pada 9 (sembilan) Indikator Kinerja melalui pemantapan 8 (delapan) Langkah Kerja Penyuluhan. Tujuan yangg diharapkan dari kegiatan tersebut yakni : 1).Agar penyuluh dan petani dampingan lebih memahami Visi, Misi dan Prioritas Program Pembangunan Daerah Kabupaten Sikka 5 (lima) tahun kedepan ;2). Agar penyuluh dan petani lebih fokus dan dapat berperan maximal dalam mendukung Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan Komoditi Unggulan di Kabupaten Sikka. 3). Mendapatkan input tentang upaya yang telah dilaksanakan/dicapai penyuluh, permasalahan yang dihadapi, bagaimana solusinya dan selanjutnya diharapkan adanya dukungan dan intervensi terhadap aspek kelembagaan penyuluhan, penyelenggaraan penyuluhan, ketenagaan penyuluh, serta sarana prasarana Penyuluhan. Sedangkan hasil yang ingin dicapai yakni : 1).Adanya pemahanan dan persepsi yang sama dari Penyuluh dan Petani tentang Visi, Misi dan Prioritas program Pembangunan Kabupaten Sikka 5 (lima) tahun kedepan. 2). Adanya peran yang maksimal dari penyuluh dan petani dalam mendukung Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan sektor unggulan. 3). Adanya intervensi dari sektor-sektor terkait terhadap penyelenggaraan penyuluhan di Kabupaten Sikka. Pelaksanaan kegiatan temu lapang, dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi yaitu : Wilayah Timur, telah dilaksanakanan pada sabtu, 6 Spetember 2014 bertempat di Kebun Percontohan Peternakan Sapi-P4S Karya Sehati Desa Talibura, Kec.Talibura, sedangkan untuk wilayah tengah dan barat akan dilaksankana pada tanggal 13 September dan 19 September 2014. admin-sikka/hesperos)