Pada tahun-tahun terakhir Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi guna mewujudkan swa sembada pangan. Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan berbagai stimulan seperti perbaikan jaringan irigasi, jalan usahatani, bantuan hand traktor, mesin panen (combine harverter) dan alat tanam (transplanter) serta pemberian sarana produksi. Semua stimulan tersebut secara simultan diharapkan mampu mendongkrak produksi pangan khususnya padi. Alhamdulillah pada Tahun 2016 Indonesia telah mampu swasembada beras. Kabupaten Indramayu dengan luas areal sawah 110.000 hektar merupakan salah satu kabupaten penghasil padi/beras di Jawa Barat. Rata-rata pertahun produksi padi yang dihasilkan Indramayu sebesar 1.7 juta ton GKP. Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu surplus beras setiap tahun tidak kurang dari 750 ribu ton. Penggunaan varietas padi yang unggul dibarengi dengan pemeliharaan yang baik mampu meningkatkan produksi padi seitar 15 persen. Penggunaan varietas padi unggul baru oleh para petani sudah biasa, karena keinginan untuk terus meningkatkan produksi. Salah satu varietas baru ini adalah black madrass. Padi black madrass ini di Kabupaten Indramayu sudah tersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gantar, Kecamatan Kroya, Kecamatan Anjatan, Kecamatan Haurgeulis, Kecamatan Tukdana, Kecamatan Sliyeg dan Kecamatan Gabuswetan. Walaupun luas arealnya baru sekitar 100 bata atau 1.400 m persegi Wawan Hermawan, S. Hut Penyuluh Wilbin Kroya dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kroya menjelaskan bahwa padi balck madrass ini berasal dari jepang dan tidak berbeda jauh dengan padi yang ditanam petani umumnya saat ini. Pada saat musim gadu 2017 harga gabahnya mencapai Rp. 600 ribu/kuintal GKP, bila sudah dikeringkan mencapai Rp. 900 ribu /kuintal GKG. Berdasarkan informasi Penyuluh Kroya padi black madrass ini mempunyai warna daunnya unggu dan anakannya dibawah ciherang. Walaupun warna daunnya ungu, akan tetapi beras yang dihasilkan tetap putih. Selain itu, padi Black Madras juga rendah lemak. Hasil panennya bisa mencapai 9 ton per hektar. Selain itu padi ini memiliki manfaat untuk kesehatan jantung, penyakit kelebihan gula atau diabetes, dan bisa digunakan sebagai bahan kosmetik.Menurut Ketua Kelompoktani Mulya Bhakti Bapak Rasiwan, padi black madrass milik Bapak Asan sekarang menjadi tempat wisata baru. Banyak masyarakat yang melihat padi ini karena keanehannya. Bahkan setiap sore hari lahan padi blak madrass ini dijadikan tempat selfi anak muda. Bapak Asan menjelaskan, padinya merupakan uji coba dan baru pertama kali dilakukan di lahan sawahnya seluas 100 bata atau 1.400 meter persegi. Di tertarik lantaran padi Black Madras harganya mahal karena memiliki manfaat yang banyak baik untuk kesehatan maupun untuk bahan kosmetik. Penyuluh Pertanian Wilbin Sekarmulya, Wartiah menuturkan secara prinsip padi black madrass dalam budidayanya hampir sama dengan budidaya padi selama ini. Kebetulan musim rendeng 2017/2018 ini serangan hama tidak terlalu tinggi. Hanya saja karena anakannya kurang dan umurnya genjah, maka pak Ahsan menanamnya 10 sampai 15 bibit setap rumpunnya. Anakan padi black madrass rata-rata 28 termasuk bibit awal. Sedangkan ciherang bisa mencapai 34 sampai 38 dengan bibit awal yang 2 sampai 3 bibit. Dijelaskan pula bahwa harga benih padi black madrass mencapai Rp.25 ribu per kilogramnya. Apabila harga jual padinya bagus dan menguntungkan, maka ia akan menanam kembali pada musim kemaraunya. Padi black madrass di Indramayu memang sudah menyebar di beberapa kecamatan, walaupun dalam skala kecil (100 bata) Bila melihat dari motivasii dan kemauan para petani untuk mencoba ini patut mendapat acungan jempol, namun bila dilihat dari sumber benih yang berasal dari luar tentunya harus ada kewaspadaan terhadap serangan hama penyakit. Jangan sampai adanya motivasi dan kemauan petani terhadap benih baru ini menimbulkan masalah hama bagi tanaman di sekitarnya. Penyusun : EDI HARNADIPenyuluh Pertanian MadyaDinas Pertanian Kabupaten Indramayu