BOKASHI KOTORAN KAMBING Pupuk kompos atau pupuk organik menjadi salah satu alternatif bagi petani pada saat terjadi kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk anorganik, disamping itu penggunaan pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia yang berupa limbah pertanian, peternakan dan limbah rumah tangga. untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik yng terus menerus akan menimbulkan permasalahan bagi petani antara lain: kerusakan tanah, lingkungan, produktivitas, efisiensi, dan pendapatan petani semakin rendah. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik atau pupuk buatan pabrik dan untuk memperbaiki kwalitas tanah yang sekarang sudah miskin unsur hara adalah dengan mengupayakan menggalakkan penggunaan pupuk organik/ bokashi. Bokashi / pupuk organik adalah pupuk hasil fermentasi dari bahan organik berupa limbah ternak, limbah pertanian, limbah rumah tangga dan lain-lain, dengan menggunakan mikro organisme decomposer. Dengan menggunakan teknologi fermentasi yang memanfaatkan mikroorganisme dapat mempercepat proses pembuatan kompos, akhirnya dapat digunakan secara langsung dilahan pertanian. Bahan – bahan : Kotoran ternak : 100 Kg Serbuk gergaji : 30 Kg Dedak / katul : 10 Kg Arang sekam : 20 Kg EM 4 : 200 cc Tetes : 200 cc Dolomit ./ Dlosit : 5 Kg Air : Secukupnya Langkah Kerja : Campurkan bahan-bahan tersebut sampai merata di atas lantai, usahakan di tempat yang teduh Buatlah larutan dengan komposisi sebagai berikut : setiap 10 liter air + 200 cc EM4 + 20 cc Tetes, aduk sampai homogen. Siramkan larutan No. 2 ke campuran bahan No. 1, sehingga berbentuk adonan yang kadar air 30 - 40 % atau dengan cara di kepal tangan tidak terurai. Tebarkan adonan tersebut pada lantai setinggi 20 – 30 cm secara merata dalam ruangan yang terlindung dari sinar matahari langsung dan tutup dengan karung goni / glangsing. Pasang alat pengukur suhu bokashi pada tempat tertentu dan pertahankan suhu bokashi antara 40º C – 50º C. Amati suhu bokshi dua kali sehari selama proses fermentasi (4 – 5 hari) dan dilakukan pengadukan dua kali sehari pada pagi dan sore. Proses fermentasi dikatakan berhasil dan dapat dimanfaatkan untuk tanaman setelah 21 hari dan apabila diraba pupuk terasa dingin, bila diremas mudah rapuh dan baunya khas seperti tetes. Apabila ingin dijual lakukan penggilingan dan pengayakan untuk memisahkan partikel yang halus dan kasar, dikemas dalam plastic dan bila perlu diberi label. By.Adi kusyuliono