SELAYANG PANDANG SELAMAT DATANG DI BLOG ''BP3K KECAMATAN SINGAJAYA''Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Singajaya berlokasi di Jl.Surapati Kp. Pasirjonge Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut. Secara Administratif Kecamatan Singajaya Berbatasan dengan :Sebelah timur dengan Kabupaten TasikmalayaSebelah barat dengan Kecamatan CihuripSebelah utara dengan Kecamatan BanjarwangiSebelah selatan dengan Kecamatan PeundeuyWilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Singajaya memiliki 9 Desa, yaitu : Desa Singajaya, Desa Karang Agung, Desa Girimukti, Desa Ciudian, Desa Cigintung, Desa Mekartani, Desa Sukawangi, Desa Pancasura, Desa Sukamulya.Luas wilayah Kecamatan Singajaya 8.173 ha dengan ketinggian 600-700 m dpl dengan topografi wilayahnya datar bergelombang. Jumlah Penduduk di Kecamatan Singajaya 43.598 jiwa. Jenis tanah di Kecamatan Singajaya adalah Podsolid Merah Kuning dengan pH tanah berkisar antara 5,5-6, rata-rata curah hujan harian 211,87 mm, dan suhu rata-rata harian berkisar antara 25-34° C.Visi dari Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Singajaya yaitu "Terwujudnya Sumberdaya Manusia Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan yang Tangguh, Mandiri, dan Sejahtera". Kegiatan pertanian di Kecamatan Singajaya meliputi sub sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, Perikanan, dan Peternakan. Berdasarkan hasil restrukturisasi kelembagaan petani di Kecamatan Singajaya diperoleh data jumlah Gapoktan yang ada di Kecamatan Singajaya sebanyak 9 Gapoktan, Kelompok Tani sebanyak 62 kelompok, jumlah anggota kelompok tani sebanyak 3.100 jiwa, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) 10 kelompok. Sedangkan jumlah ketenagaan Penyuluh di Kecamatan Singajaya terdapat 1 orang Penyuluh PNS, 2 orang Penyuluh THL-TBPP, dan 2 orang Penyuluh THL-P2BN.Adapun tujuan Programa BP3K Kecamatan Singajaya adalah : Mengetahui tingkat efektifitas pemilihan metode penyuluhan pertanian terhadap hasil yang ditetapkan sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menentukan metode penyuluhan yang efektif dan efisien dalam membantu mengatasi permasalahan yang timbul di tingkat petani. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani sehingga diharapkan petani memiliki keterampilan dalam menyerap inovasi, mampu meningktkan produktivitas usaha taninya sekaligus pendapatannya serta mampu menghadapi resiko usaha dan memiliki kemandirian dalam menghadapi pihak-pihak lain dalam dunia usaha.