Loading...

BP3K Kuta Cot Glie-Aceh Besar laksanakan Kegiatan Temu Lapang

BP3K Kuta Cot Glie-Aceh Besar laksanakan Kegiatan Temu Lapang
Kegiatan Temu Lapang Kajian Pemamfaatan Ratoon Padi Lahan Sawah di laksanakan pada tanggal 31 Maret 2015 Di Desa Lam Thui Kec. Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar, kegiatan ini di fasilitasi oleh Badan Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) Aceh bekerjasama dengan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Aceh Besar. Turut hadir pada pelaksanaan Temu Lapang tersebut Camat Kuta Cot Glie, Danramil, Kapolsek Kuta Cot Glie, Dinas Pengairan Aceh Besar, Produsen Pupuk Cair Hayati Surabaya, Tokoh Masyarakat Kec. Kuta Cot Glie, para Kepala Desa, Para Ketua Kelompoktani, anggota KJF Aceh Besar, Mantri Tani Kec. Kuta Cot Glie, PPL BP3K Kuta Cot Glie, para petani dalam wilayah Kec. Kuta Cot Glie, dan Kepala BPTP Aceh serta Kepala BP2KP Aceh Besar Kegiatan Temu Lapang diawali dengan Pemanenan Padi secara simbolis oleh Pejabat yang hadir diantaranya Ka. BPTP Aceh, Ka, BP2KP Aceh Besar, Camat Kuta Cot Glie, Danramil, Ka Polsek Kuta Cot Glie, Koord. BP3K Kuta Cot Glie dan tokoh masyarakat dalam Kecamatan Kuta Cot Glie. Selanjutnya, kegiatan Temu Lapang dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Alquran, Kata-kata Sambutan oleh Koordinator BP3K Kuta Cot Glie, Pengarahan oleh Ka. BP2KP Aceh Besar, Penjelasan Kegiatan Temu Lapang oleh Ka. BPTP Aceh, Diskusi, Demo Uji Tanah dengan PUTS, Kunjungan ke Stand Produk Pupuk Organik, dan ditutup dengan Doa. Dalam kata-kata Sambutan yang disampaikan oleh Koord. BP3K Kuta Cot Glie, menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPTP Aceh dan BP2KP Aceh Besar yang sudah mempercayai BP3K Kuta Cot Glie sebagai lokasi pelaksanaan Temu Lapang Kajian Pemamfaatan Ratoon Padi Lahan Sawah, merupakan uji coba pelaksanaan Tehnologi Pemamfaatan Ratoon Padi Lahan Sawah dengan istilah populer " SALIBU " (satu kali tanam untuk berkali-kali panen) di Desa Lam Thui Kec. Kuta Cot Glie seluas 5 Ha. Pada kata-kata Pengarahan yang disampaikan oleh yang mewakili Ka. BP2KP Aceh Besar, Drs. Rouvizar selaku Kabid Tehnologi dan Informasi, menyampaikan bahwa diawali dari keinginan dari BPTP Aceh untuk melaksanakan kajian pemamfaatan ratoon padi sawah, maka BP2KP Aceh Besar menyambut baik keinginan tersebut dan menentukan lokasi BP3K Kuta Cot Glie sebagai lokasi kajian tersebut yang dianggap layak dan potensi sebagaimana sudah dilakukan beberapa kajian yang berkaitan dengan tehnologi pertanian. Untuk penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan Temu Lapang disampaikan oleh yang mewakili Ka. BPTP Aceh, bapak Ir. T. Iskandar, M.Si selaku peniliti pada BPTP Aceh, menyampaikan tentang maksud, tujuan dan mekanisme rencana pelaksanaan Kajian Pemamfaatn Ratoon Padi Sawah. Mengawali pengarahannya, Ir. T. Iskandar, M.Si menyampaikan bahwa, Tehnologi SALIBU awalnya dipromosikan oleh BPTP Sumatera Barat dengan hasil produksi padi mencapai 8,3 ton/ha, dan keberhasilan ini sudah pernah diseminarkan pada tingkat Nasional, atas keberhasilan ini, BPTP Aceh merasa terinovasi untuk melakukan pengujian di Provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Besar pada lahan seluas 5 Ha, namun masih menurut Iskandar, keberhasilan yang dicapai di Provinsi Sumbar belum tentu bisa sama nantinya dengan keberhasilan di Kabupaten Aceh Besar hal ini dikarenakan ada kondisi petani (kondition excisty) yang menentukan di lapangan, meskipun produksi awal 5,7 ton/ha (hasil ubinan) Pada acara Diskusi, banyak timbul pertanyaan oleh para peserta yang hadir, salah satunya ditanyakan oleh Ir. Yusrizal, M.Si selaku anggota KJF Aceh Besar (Pembina BP3K Kuta Cot Glie) menanyakan bahwa seandainya hasil pengujian SALIBU ini tidak memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan, apakah hasil tersebut bisa dipublikasikan ke masyarakat Aceh Besar. Iskandar memberi jawaban bahwa kajian ini masih bersifat pengujian sehingga jika hasilnya tidak memuaskan maka BPTP Aceh belum bisa memberikan rekomendasi yang bisa di gunakan oleh petani. Pada Demo PUTS yang dipraktekan oleh Husaini, SP, bahwa hasil akhir dari Test kandungan unsur yang ada pada sampel tanah yang diambil di sawah untuk hamparan seluas 5 Ha, didapat hasil sebagai berikut :• Kandungan N berada pada skala Rendah, • Kandungan P pada skala Sedang, • Kandungan K pada skala Tinggi, • pH pada skala netral, sehingga rekomendasi dosis pemupukan per hektar untuk lokasi SALIBU adalah : Urea 250, SP36 75, KCl 50 kg. Demikian laporan Pelaksanaan Temu Lapang Pemamfaatan Ratoon Padi di Lahan Sawah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2015 disampaikan untuk menjadi bahan seperlunya. Ditulis/Dilaporkan Oleh :IR. YUSRIZAL, M.SI/ADMIN KABUPATEN