Penuh bunga berwarna warni ditepi sawah sungguhlah indah. Banyak orang yang belum memahami manfaat tanaman bunga ditepi sawah tersebut. Bagi penyuluh pertanian tentu sudah mengetahui manfaatnya, selain untuk keindahan, yang utama justru untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Tanaman bunga tersebut biasa disebut tanaman refugia.Tanaman refugia berfungsi sebagai habitat serangga musuh alami dan penarik hama tanaman. Tanaman refugia misalnya bunga matahari, kenikir, jengger ayam, bunga pukul empat, bayam, selasih, kemangi, dan bunga kertas (zinnia). Tanaman refugia mempunyai bunga yang mencolok dan mempunyai warna yang diminati serta mengeluarkan nectar yang baunya menarik serangga musuh alami.Dengan meningkatnya musuh alami diharapkan populasi hama akan seimbang dengan populasi musuh alami dan dapat membuat agroekosistem di lahan pertanian bisa terjaga. Selain tanaman bunga,tanaman kacang panjang dan pohon turi juga ternyata sangat cocok digunakan untuk usaha konservasi musuh alami. Tanaman ini bisa diambil manfaat secara langsung (kacang, bunga dan lembanyung) dan secara tidak langsung (sebagai refugia).Saat ini BP3K Seyegan mengembangkan tanaman kenikir, bunga kertas dan bunga matahari. Bunga kertas (Zinnia) sangat potensial digunakan sebagai refugia pada lahan tanaman padi karena dapat mengundang banyak musuh alami dan mempunyai banyak keunggulan, yaitu: mudah ditanam (cepat tumbuh), warnanya beragam, bibit mudah diperoleh, regenerasi tanaman tergolong cepat dan kontinu. Tanaman kenikir umumnya mempunyai bunga berwarna kuning cerah yang mencolok sebagai ciri khas dari kenikir, tetapi ada juga jenis kenikir yang mempunyai warna bunga selain kuning, diantaranya berwarna orange atau ungu. Tanaman ini sangat mudah dikembang biakkan dari biji, bahkan kadang tidak diinginkan juga tumbuh sendiri, biasanya dibawa oleh angin atau binatang. Kenikir berfungsi sebagai tanaman hias juga sayuran. Pemilihan bunga matahari sebagai refugia karena mempunyai bunga berwarna cerah yang dapat menarik serangga, mudah dibudidayakan, mudah perbanyakan bibitnya dan bisa ditumpangsari dengan tanaman pematang lainnya.Penyuluh Pertanian dan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman secara aktif memberikan wawasan dan pengetahuan pada kelompoktani binaan mengenai pentingnya menanam tanaman refugia di areal persawahan. Kelompok tani atau petani yang berminat melakukan gerakan penanaman refugia dapat mengambil benih atau bibit tanaman refugia dikebun BP3K seyegan. Untuk saat ini kelompok yang sudah mengembangkan tanaman refugia secara intensif dan berkelanjutan di padukuhan Jlegongan, Margodadi, Seyegan dan padukuhan Kaweden, Tirtoadi, Mlati. Diharapkan dengan banyaknya petani yang mau menanam refugia dilahan persawahannya, bisa menekan perkembangan hama penyakit tanaman dan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Sehingga terwujud pertanian yang ramah lingkungan.(saraswati)