Loading...

BP4K KABUPATEN PINRANG MENGGELAR DIKLAT TEKNIK BUDIDAYA PADI BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN DIKLAT KELILING BAGI GAPOKTAN

BP4K KABUPATEN PINRANG MENGGELAR DIKLAT TEKNIK BUDIDAYA PADI BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN DIKLAT KELILING BAGI GAPOKTAN
BP4K, Pinrang - Untuk menambah wawasan Penyuluh Pertanian, Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Pinrang bekerjasama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar Diklat On The Job Training (DOJ) Tekhnik Budidaya Padi Bagi Penyuluh Pertanian Dan Diklat Keliling Tehnik Budidaya Padi Bagi Gapoktan se Kabupaten Pinrang, Diklat dibuka Wakil Bupati Pinrang Muh Darwis Bastama, jumat (17/4) di aula Kantor BP4K, dihadiri Kepala BP4K Ir. H. A. Muhammad Amir Riu, MP, Kepala BBPP Batangkaluku Kemal Mahfud dan Pejabat dari Dinas Pertanian dan Peternakan Pinrang. H. Amir Jafar panitia diklat, mengatakan sasaran diklat adalah penyuluh pertanian yang berada wilayah pengembangan komoditas padi, yaitu 30 orang dari Kecamatan Patampanua 7 orang, Bulu 6 orang, Kecamatan Cempa,Paleteang dan Duampanua masing masing 4 orang, Sawitto 4 orang dan Kecamatan Tiroang 2 orang, berlangsung 17 April hingga 11 Mei 2015, pemateri dari alumni Training Of Traener (TOT), Penyuluh Pertanian dan Widyaswara dari BBPP Batangkaluku, tujuan diklat meningkatkan kapasitas/kompetensi tentang kepemimpinan tani dan pengurus gapoktan serta meningkatkan kemampuan petani dalam penyusunan perencanaan usaha tani RDK-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Wabup Muh Darwis Bastama, menilai diklat itu sangat penting guna menambah pengetahuan baik penyuluh, Kelompok Tani, dan Gapoktan, sehingga pengelolaan pertanian berjalan efektif, disamping ilmu yang didapatkan dapat ditularkan kepada petani, hal yang paling penting menurut Wabup, Kelompok tani sebagai organisasi yang mewadahi kepentingan petani harus menguasai manejemen dan administrasi, Kelompok tani harus mewadahi seluruh anggotanya secara solid, anggota yang merasakan kelompoknya baik sehingga tidak membentuk kelompok lain, manejemen yang baik diharapkan pula dapat mengelolah potensi yang dimilikinya termasuk bantuan penguatan kelompok dan alat pertanian bagi kelompok tani yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah, sebagai bentuk apresiasi bagi kelompok tani. (Syahruddin)