Berkembangnya usaha agribisnis di Indonesia telah membuka wacana baru dalam praktek-praktek agribisnis yang dilakukan oleh petani atau pembudidaya. Salah satu bentuk usaha agribisnis yang cukup banyak dilakukan adalah dengan konsep kemitraan. Untuk itu petani dituntut untuk mampu membaca peluang pasar, mampu menyusun rencana dan analisa uasha tani serta mampu menjalin kemitraan dengan pihak lain, baik pihak pemerintah, dunia usaha, lembaga permodalan maupun dengan para petani lainnya, sehingga dengan demikian, maka diharapkan produk usaha tani yang dihasilkan memiliki pasar dengan harga yang jelas serta memiliki daya saing dan posisi tawar yang kuat di pasaran. Pada kegiatan ini Kepala BP4K Kota Kendari Ir. Hj. St. Ganef, M.Si, memberikan pengarahan dan sekaligus membuka kegiatan jejaring usaha Agribinis Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Kendari, bahwa pelaku utama harus mampu membangun kerjasama dengan suatu kelambagaan secara terpadu (berkolaborasi) baik dari aspek budidaya, pengolahan hasil, pemasaran, permodalan, serta diharapkan sikap egois jangan muncul agar jejaring agribisnis berjalan seperti yang diharapkan, selain itu Kepala BP4K Kota Kendari juga mengharapkan agar Penyuluh Pertanian sebagai pendamping petani dilapangan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha agribisnis, dan sebagai penghubung agar terjalin kerjasama dalam bentuk kemitraan antara pelaku utama dan pelaku usaha khususnya masalah pemasaran hasil panen jagung pipilan kering bagi petani jagung di Kota kendari. Sementara itu ketua Panitia selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan Teknis Ibu Husna Almahdalie, SP, menyampaikan laporannya bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini : 1. untuk menciptakan jejaring dan kemitraan antara kelembagaan petani (Poktan, Gapoktan, Asosiasi dengan Pelaku Usaha), 2. Untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani , sehingga menjadi kelembagaan tani yang kuat, mandiri dan punya posisi tawar yang kuat melalui pengawalan dan pendampingan oleh BP3K dan Penyuluh Pertanian.3. meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani jagung melalui pengelolaan usahatani yang baik. Kegiatan ini dihadiri 30 orang terdiri dari pelaku utama, penyuluh pertanian dan pelaku usaha se-Kota Kendari. Kegiatan tersebut dilaksanakan 1 (satu) hari pada tanggal 25 Agustus 2016, bertempat di Aula BP3K Kecamatan Poasia Kota Kendari, dalam kesempatan itu juga Kadis Pertanian dan Kehutanan Kota Kendari dan Palaku Usaha sebagai Mitra Petani di Kota Kendari (Pimpinan Toko Tani Sam Jaya) sebagai Narasumber memaparkan materi tentang Program Pengembangan dan Pemasran jagung di Kota Kendari pada Tahun 2016 dan Narasumber Pelaku usaha membahas tentang Pemasaran dan persyaratan kualitas jagung untuk pakan ternak. Berkaitan dengan kegiatan tersebut banyak keluhan dari para pelaku utama (petani jagung) di Kota Kendari mengenai sulitnya mencari mitra yang mau menampung hasil panen jagung petani dengan harga yang sesuai dipasaran dan petani mengeluhkan belum adanya mesin pemipil dan pemecah jagung di masing-masing wilayah penghasil jagung, sehingga belum efisien dalam penggunaan tenaga kerja, dan keluhan petani jagung banyaknya pula hama monyet dilahan-lahan petani sehingga menurunkan kualitas hasil panen.Selanjutnya acara ditutup oleh Kabid. Ketenagaan, Pengembangan SDM Penyuluhan dan Kelembagaan Ibu Husna Almahdalie,SP. Ditulis oleh admin kt kendari Rosmiati, SP (penyuluh pertanian)