Loading...

BP4K Kotamobagu Serahkan Bantuan Saprodi Untuk Demplot Cabe Organik dan KRPL

BP4K Kotamobagu Serahkan Bantuan Saprodi Untuk Demplot Cabe Organik dan KRPL
KOTAMOBAGU, Dalam rangka mendukung program pemerintah, dalam upaya menuju pertanian organik, Badan Pelaksana Penyluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kota Kotamobagu, menggalang petani dan penyuluh, untuk melaksanakan Demonstrasi Plot (Demplot) Cabe, dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), salah satunya dengan menyerahkan bantuan sarana produksi (Saprodi), kepada petani dan penyuluh, Selasa 31/03/2015 di kantor yang beralamat di Kelurahan Mongkonai tersebut.Proses penyerahan bantuan tersebut, diberikan langsung oleh Kepala BP4K, Nurachim Mokoagow, kepada petani dan penyuluh yang tersebar di empat wilayah kecamatan, yang ada di kotamobagu. Dalam sambutannya, Mokoagow mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wahana pembelajaran bagi penyuluh maupun petani, sebagai pelaku utama."Diharapkan dengan adanya Demplot, dan KRPL ini, bisa memberikan motivasi bagi petani dan penyuluh, agar mau melaksanakan kegiatan budidaya dengan penerapan teknologi, tanpa menggunakan pupuk kimia, "kata Mokoagow.Sementara itu, kepala bidang Metedologi, Nulisa Pudul, SP, mengharapkan bantuan dan kerja sama petani dan penyuluh, agara supaya penerapan teknologi budidaya cabe berbasis pertanian organik, bisa berhasil dan bisa terduplikasi oleh petani yang lain."Demplot ini bertujuan untuk memberikan informasi dan contoh pelaksanaan teknologi pertanian dengan menggunakan pupuk organik, dan melalui kegiatan ini diharapkan adanya sharing antara penyuluh, peneliti dan petani serta adanya respon dari petani agar mau mengikuti penerapan teknologi yang digunakan pada lahan demplot "kata Pudul.Salah satu petani yang mendapat bantuan saprodi, berupa pupuk cair organik, mulsa, hand sprayer, bibit cabe serta perlatan pendukung lainnya, yaitu Oscar Tangkudung. Petani asal Kelurahan Sinindian ini, memberikan apresiasi kepada pemerintah dalam upaya merangsang petani dengan memberikan bantuan demplot dan KRPL, sebagai sarana pembelajaran."Kegiatan seperti ini jarang dilaksanakan, dan ini merupakan kesempatan bagi kami untuk belajar, dan nantinya akan mendemonstrasikan kepada rekan-rekan petani, yang belum mendapatkan kesempatan seperti ini, "imbuh Tangkudung.Menambahkannya, salah satu penyuluh pertanian, Moh Ewin Assi, mengatakan bahwa adanya demplot dan KRPL dengan menggunakan pupuk organik, sangat tepat. Karena melalui kegiatan ini, Kelompok Wanita Tani (KWT), bisa belajar disini, dan menerapkannya dilahan pekarangan rumah, yang tidak memerlukan lahan yang cukup besar."Dengan KRPL, para wanita tani bisa memanfaat lahan pekarangan rumah, untuk kebutuhan sehari-hari, "tutup Assi. (tigor)