Loading...

BPP Bultim Jualan Sayur Segar

BPP Bultim Jualan Sayur Segar
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mendiseminasikan teknologi tentang sayuran dataran rendah melakukan kegiatan percontohan tentan budidaya sayur dikebun contoh BPP Bulango Timur. Kebun Percontohan yang dikelola seluas 1 Ha. Di kebun Percontohan tersebut, saat ini sedang dibudidayakan sayuran daun meliputi selada, pakcoy, sawi dan seledri. Kegiatan Percontohan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada petani tentang jenis dan peluang usaha budidaya sayuran dataran rendah (Sadar). Dalam kegiatannya BPP Bultim memasarkan hasil produksi Kebun Percontohan (Kepo) langsung ke pasar-pasar tradisional. Selain itu, BPP Bultim juga mulai meningkatkan pola pemasaran sayur dengan sistem pesan-antar sayur segar dengan memanfaatkan sosial media berupa WA dan Messenger. Manager Kepo BPP Bultim mengatakan "untuk meningkatkan nilai jual sayur, kami melakukan budidaya dengan mengedepankan penggunaan bahan-bahan organik dan pengemasan produk sayur."Kata Ridwan Djafar disela-sela kegiatannya melakukan pengemasan sayur (2/8) di Ruang produksi BPP Bulango Timur, Desa Bulotalangi. Untuk mendukung ketersediaan stok sayur, BPP Bultim melakukan kemitraan dengan petani yang ada diwilayah binaan masing-masing penyuluh. Salah satunya, petani di Desa Bulotalangi. Nur Alam adalah salah satu mitranya, komoditas sayur yang dimitrakan adalah seledri dengan luas lahan kurang lebih 100 meter persegi. "Dan untuk budidaya seledri juga ini, menggunakan pupuk organik padat (granul) sehingganya seledri ini ikut kami pasarkan melalui Kepo Mart" tuturnya Nur Alam. Hingga saat ini, konsumen Sadar Segar Kepo BPP Bultim tergolong highclas. Salah satunya adalah para dosen di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Propinsi Gorontalo. "Kami sangat mengapresiasi prduk sayur dari kebun percontohan BPP Bulango Timur. Sayur yang dihasilkan berasal dari proses budidaya yang mengedepankan penggunaan bahan-bahan organik sehingganya sayur ini tidak tercemar dengan bahan-bahan kimia." Ungkap Milawati Lalla, salah satu wakil dekan 1 Fakuktas Pertanian di Universitas Ichsan Gorontalo. "Kedepannya, jumlah petani dan luasan lahan yang menggunakan bahan organik dalam proses budidaya, salah satunya sayuran akan kami tingkatkan dan lakukan pendampingan dilapangan nanti"tegas Ridwan Djafar. selain itu, "kegiatan percontohan ini tidak hanya menjadi sarana belajar untuk penyuluh dan petani dalam berbudidaya sayuran tetapi juga sebagi sumber pendapatan bagi para penyuluh yang yang ada di BPP Bultim"tutur Manager Kepo BPP Bultim. Penulis: Suwandi Said Penyuluh Pertanian Muda BPP Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo