Loading...

Bpp Dangia Panen Labu Diatas Lahan Yang Tandus

Bpp Dangia Panen Labu Diatas Lahan Yang Tandus
Dangia – Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Dangia yang yang berdiri diatas lahan seluas 0,5 hektar di Desa Gunung jaya yang notabene memiliki lahan yang sangat tandus. Namun berdsarkan arahan dari Kementerian Pertanian, diharapkan lahan yang dimiliki oleh kantor BPP dapat dimanfaatkan untuk ditanami berbagai tanaman agar dapat menjadi penghasilan tambahan bagi yang mengolahnya. Menyikapi hal tersebut meskipun lahan yang dimiliki BPP Dangia sangatlah tandus, para penyuluh bersama manager kebun BPP Dangia tidak patah semangat untuk memanfaatkan lahan tersebut. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat subur tanah yang pada dasarnya di dominasi oleh tanah merah, kerikil bahkan sering pula dijumpai batu-batuan besar. Usaha awal yang dilakukan adalah pemberian pupuk kandang dan berbagai pupuk kompos pada lubang-lubang yang akan ditanami berbagai tanaman. Pada awalnya lahan BPP Dangia ini dimanfaatkan untuk ditanami tanaman buah Naga, yang mana pada saat itu buah Naga memiliki nilai jual yang sangat tinggi sehingga menarik untuk dibudidayakan. Namun seiring berjalannya waktu, perkembangan tanaman buah Naga ini tidak berjalan dengan baik. Tanaman buah Naga ini terserang penyakit jamur sehingga mengalami pembusukan pada batangnya meskipun belum sempat berbuah. Setelah diteliti dan diamati, para penyuluh bersama manager kebun BPP Dangia memutuskan untuk menanam buah Labu sebagai bentuk pemanfaatan lahan. Dalam penanaman buah Labu kali ini dititikberatkan pada pengolahan lahan yang maksimal dengan pemberian pupuk organik dan pupuk kompos sebagai langkah jitu mengatasi lahan yang tandus. Seiring berjalannya waktu perkembangan dan pertumbuhan tanaman Labu ini sangat baik dan sangat subur. Sehingga pada hari Senin, 30/03/2020 tanaman Labu tersebut sudah dipanen. Hasil buah yang didapatkan pun sangat maksimal. Meskipun nilai jual buah labu pada saat ini tergolong lagi kurang baik namun dengan hasil produktifitas yang tinggi sehingga masih memiliki nilai ekonomi yang lumayan baik pula. Penulis: Agus Purna Irawan