Loading...

BPP Kostratani Perkuat Peran Penyuluhan Pertanian

BPP Kostratani Perkuat Peran Penyuluhan Pertanian
Kementerian Pertanian melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) terus bergerak untuk membangun koordinasi ditingkat wilayah kecamatan. Sebab, Kostratani adalah pusat kegiatan pembangunan tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. “Kostratani akan mengoptimalkan peran dan fungsi balai penyuluhan pertanian. Kedepan lokus pembangunan pertanian ada di kecamatan.Hal yang utama adalah peningkatan produktivitas pertanian” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi. Dengan adanya kostratani diharapkan memperkuat kapasitas balai penyuluhan pertanian yang melibatkan petugas pertanian baik Penyuluh Pertanian,POPT,Pengawas benih, Pengawas alat mesin pertanian. Peran balai penyuluhan pertanian adalah (1) Pusat Data dan informasi Pertanian; (2) Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian; (3) Pusat Pembelajaran Pertanian; (4) Pusat Konsultasi Agribisnis; (5) Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan Pertanian. Pada tahun 2019, pemerintah menargetkan penumbuhan 534 komando strategis pembangunan pertanian yang terdiri dari 400 Kostratani, 100 Kostrada, dan 34 Kostrawil. Sedangkan jumlah BPP yang menjadi target percontohan sebanyak 100 BPP di 13 Provinsi sentra pangan dan pertanian lainnya. Kabupaten Jombang sebagai salah satu wilayah yang menjadi percontohan BPP Kostratani telah terpilih 4 BPP. Keempat BPP tersebut adalah BPP Perak, BPP Mojowarno, BPP Tembelang dan BPP Sumobito. Luas sawah di Kecamatan Mojowarno 3.885,76 Ha, Kecamatan Tembelang seluas 3.321,45 Ha, Kecamatan Tembelang seluas 2.295,54 Ha dan Kecamatan Perak 2.010,79 Ha. Sebagai BPP Kostratani dengan peran dan fungsinya memerlukan dukungan baik dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Agar peran BPP optimal perlu diperkuat sarana dan prasarana yang ada di BPP. Seperti gedung bpp, sarana penyuluhan, sarana IT, dan Internet. Demi mendukung program tersebut, perlu juga ditingkatkan kapasitas penyuluh dan petaninya. Melalui kegiatan bimbingan teknis tematik agar dapat meningkatkan produksi tanaman. Penulis: Ahmad Fauzi,SP Leni Andjarwati,S.P