Balai Penyuluhan Pertanian ( BPP ) Kuta Utara merupakan salah satu balai penyuluhan pertanian yang ada di kabupaten Badung Provinsi Bali, BPP ini ada diwilayah sentra pariwisata yang mewilayahi kecamatan kuta utara dan kuta dengan jumlah subak binaan sebanyak 19 subak dengan luas lahan sawah seluas 1.075 ha yang dikelola oleh petani sebanyak 2.317 orang Dalam Kondisi Wabah Covid 19 dimana pergerakan di sektor pariwisata lumpuh total, sehingga untuk sementara banyak karyawan hotel dan pegawai pariwisata yang beralih profesi ke bidang pertanian, disisi lain ketersediaan lahan pertamian relatip terbatas , untuk itu peran Balai penyuluhan pertanian kuta utara sangat dibutuhkan untuk mengawal dan mendampingi serta mampu mengedokasi petani pemula di masa covid 19 Sesuai dengan peran dan fungsinya BPP harus mampu memotipasi dan mengedukasi mengawal dan mendampingi para pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usahataninya hal ini pula dicerminkan dengan aktifitas para penyuluh di BPP itu sendiri. hari senen dan jumat merupakan hari pertemuan rutin para penyuluh di Bpp kuta utara, maupun praktek langsung dilahan BPP, saat ini beberapa kegiatan lapangan di lahan BPP yang sedang dikembangkan seperti pengembangan Tabulapot hortikultura , penanaman dengan media polybeg dan pengembangan tanaman horoponik hal ini dimaksudkan untuk memotipasi para petani binaan diwilayah ini Tantangan kita saat ini mengingat kerterbatasan lahan di tingkat petani pemula di saat wabah covid 19, guna mendukung pembangunan pertanian didaerah ini dan membuka kesemtpatan kerja ada beberapa setrategi penyuluhan yang sedang dikembangkan diantaranya pengembangan sistem pertanian dilahan sempit seperti penanaman dengan media polybeg, pengembangan tanaman hidroponik, teknologi ini sangat cocok dikembangkan didaerah perkotaan yang lahannya sempit . I Nyoman Suasa, S.ST Koordinator BPP Kuta Utara