BPP LEUWISARI HASILKAN PENYULUH SWADAYA YANG KOMPETEN DAN PROFESIONAL
Penyuluh Pertanian Swadaya adalah pelaku usaha yang berhasil dalam usahataninya dan warga masyarakat lainnya yang dengan kesadaran sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. Mereka dapat berasal dari kontak tani atau petani maju, pengelola pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya (P4S), pemandu sekolah lapang baik sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPTT) maupun sekolah lapang iklim (SL-Iklim), pemandu kegiatan pembelajaran petani (farmer managed extension activities/FMA), alumni magang jepang dan warga masyarakat lain yang terampil dan ahli di bidang teknis pertanian. Penyuluh Pertanian Swadaya juga dituntut memiliki persyaratan khusus yaitu : Memiliki dan atau mengelola usaha dibidang pertanian yang berhasil dan patut di contoh oleh masyarakat sekitarnya Mempunyai sifat kepemimpinan dan menjadi teladan bagi pelaku utama serta pelaku usaha. Melalui kegiatan Pengembangan Penyuluh Swadaya di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2019, khusus di wilayah BPP Leuwisari diadakan demplot budidaya padi di salah satu PPS yaitu Bapak Engkus Abdul Manap Desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari. Luas lahan demplot sebesar 0,5 Ha terdiri dari bantuan benih padi dan pupuk organik. Adapun produktivitas padi sebelum SL sebesar 6,5 Kw/Ha dan setelah SL sebesar 6,87 Kw/Ha.