`BPP Suwawa Selatan Berupaya Agar Menjadi Pusat Data Pertanian` Inilah sebuah situs dalam dunia pertanian yang bermanfaat sebagai teknologi dan informasi untuk memudahkan BPP meng data petani hingga menjadi sebuah pusat data pertanian. Seperti upaya pemerintahan (BPP) Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Suwawa Selatan untuk merangkum nama atau profesi petani yang ada di delapan desa; Bondawuna, Bonedaa, Bondaraya, Molintogupo, Libungo, Pancuran, Bulontala Timur dan Bulontala. Tidak hanya profesi, bahkan komoditi pangan, hortikultura dan perkebunan pun adalah sasaran utama kepada penyuluh pertanian untuk mengumpulkan petani menjadi satu kelompok tani sesuai komoditas tanaman yang petani unggulkan atau budidayakan. Data yang dikumpulkan pula adalah semestinya data yang benar dan lengkap. Disertai NIK (Nomor Induk Kependudukan), tanggal lahir, domisili, tempat lahir, komoditas yang dibudidayakan atau komoditas lainnya, nama ibu kandung petani, status lahan, luas lahan peranggota dan utamanya adalah kebutuhan pupuk yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah sesuai luas lahan per petani. Data itulah yang akan menjadi tanggungjawab penginput E-RDKK dan SimLuhTan untuk diinput dalam situs yang akan dikirimkan ke Kementan RI. Menjadi seorang penginput juga tidak mudah. Depresi, jemu, pusing bahkan stres bisa dirasakan oleh seorang penginput E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dan juga seorang penginput SimLuhTan (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian). Itulah yang mesti diupayakan seorang penginput, dan harus cekat dalam memperbaiki apabila menemukan data yang tidak lengkap. Maka hal itu pula menjadi tanggungjawab penyuluhnya sendiri untuk memperbaiki data petani. Jika memberikan data salah kepada penginput, maka akan terinput pula dalam sistem website E-RDKK dan SimLuhTan adalah data yang salah, hingga data E-RDKK hasil print out akan salah jika diserahkan kepada pihak kios tani/saprodi. Penyuluh harus membenarkan data atau melengkapi kekurangan datanya terlebih dahulu, lalu diberikan kepada penginput. Terumata adalah luasan dan kebutuhan pupuk sesuai komoditi. Contohnya potensi dominan yang ada di Kecamatan Suwawa Selatan adalah jagung. Jika dalam satu hektar luas lahan jagung, kebutuhan pupuk Urea = 200kg, NPK = 300kg dan Organik = 500kg. Dalam hal perhitungan kebutuhan pupuk inilah penyuluh jangan sampai salah. Kadang kesalahan fatal penyuluh adalah menghitung kebutuhan pupuk. Dan resiko kesalahan penyuluh dalam memberikan data kebutuhan pupuk kepada penginput akan menjadi resiko bagi penginput pula. Writer: Yusran Ibrahim, SP Penyuluh Pertanian Lapangan