BPTP – Balitbangtan Gorontalo Siap Dukung Gerakan Tanam Cabai Nasional
Sebagai tindak-lanjut perjanjian kerja sama antara Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian dan Tim Pembina PKK Pusat yang ditandatangani di Jakarta beberapa waktu yang lalu mengenai program ketahanan pangan berbasis pekarangan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo sebagai UPT Balitbangtan di Gorontalo sedang menyiapkan dukungan pengadaan bibit cabai dan sayuran lainnya untuk TP-PKK Provinsi Gorontalo. Untuk itu, dalam waktu dekat BPTP Gorontalo akan melaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo terkait pendampingan inovasi teknologi optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pagan keluarga. Kesiapan penandatangan perjanjian kerjasama tersebut telah dikomunikasikan melalui audiensi dengan TP PKK Prov Gorontalo yang diwakili Ketua Pokja III TP PKK Prov. Gorontalo, Ir. Silvana N. Bouta baru-baru ini. Sementara itu untuk mendukung kegiatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Informasi Jagung Prov. Gorontalo, Ir. Jusuf Giasi, MM menyatakan kesiapan instansinya untuk menjalin kerjasama trimitra dengan BPTP - Balitbangtan dan TP PKK Prov. Gorontalo. Kepala BPTP Gorontalo, Ir. Hatta Muhammad, MSi kepada Gorontalo Post (25/01) mengemukakan kesiapan BPTP-Balitbangtan dalam menyediakan setidaknya 25.000 bibit tanaman cabai yang akan disebar melalui TP PKK secara bertahap hingga akhir Februari depan. Bibit cabai yang disiapkan tersebut merupakan tambahan mengingat Kementerian Pertanian juga akan memasok 10 juta bibit cabai melalui Direktorat Jenderal Hortikultura yang akan disebar ke seluruh tanah air. Dipilihnya cabai sebagai tanaman hortikultura utama terkait posisi strategis cabai sebagai penyumbang inflasi dimana eskalasi harga cabai sangat krusial dan berimplikasi luas. Menurut Hatta, kelangkaan cabai di pasaran dewasa ini lebih dipengaruhi kondisi iklim di mana beberapa daerah sentra cabai di tanah air mengalami curah hujan di atas normal sehingga mengganggu fase reproduksi dan hasil panen cabai. Badan Litbang Pertanian sebagai penyelia inovasi teknologi pertanian sebenarnya telah memiliki teknologi melawan musim (budidaya off-season) namun masih memerlukan diseminasi untuk diadopsi petani. Khusus untuk wilayah Gorontalo sebenarnya produksi cabai tergolong normal akan tetapi harga di tingkat pengumpul turut meningkat sebagai dampak psikologi pasar dan melonjaknya permintaan dari luar daerah. Gerakan tanam cabai dan tanaman sayur lainnya yang sedang digalakkan oleh pemerintah ini merupakan upaya mendukung ketahanan pangan keluarga dan mendorong masyarakat luas termasuk yang di perkotaan untuk akrab dengan budidaya tanaman (urban farming) sebagai penyangga kebutuhan pangan keluarga. Selain kerjasama dengan TP PKK Provinsi Gorontalo dalam waktu dekat pula akan menjalin kerjasama dengan organisasi wanita lainnya seperti IWAPI, Persit KC dan Bhayangkari. Sejauh ini, BPTP-Balitbangtan Gorontalo telah menjalin kerjasama dengan Bhayangkari Polda Gorontalo sudah sejak 2014 dalam kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL)