BPTP Bali Bersama PPL BPP Kecamatan Tembuku Panen Demplot Bawang Merah di Kelompoktani Budi Mulya Desa Bangbang
Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) bagi petani di kelompok tani Budi Mulya merupakan komoditas tanaman yang baru. Selama ini sentral pengembangan tanaman bawang merah di Kabupaten Bangli terpusat di wilayah Kecamatan Kintamani. Dalam upaya pengembangan tanaman bawang merah di Bali pada umumnya dan khususnya Kabupaten Bangli maka BPTP Balitbangtan Bali mebuat demplot pada lahan sawah yang sebelumnya memang belum pernah di tanami bawang merah. Dipilihnya komoditas bawang merah bukan tanpa alasan. Seperti kita ketahui bersama bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas yang dapat mempengaruhi inflasi di Indonesia di samping itu bawang merupakan komoditas yang sangat strategis dan sudah menjadi kebutuhan utama di masyarakat. Demplot bawang merah ini dibuat dalam rangka kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh daerah dalam mendesiminasikan inovasi-inovasi teknologi pertanian kepada petani. Pada hari Selasa, 24 Juli 2018, BPTP Balitbangtan Bali, Koordinator BPP Kecamatan Tembuku, Babinsa, Babinkamtibmas dan seluruh PPL Kecamatan Tembuku hadir dalam kegiatan panen demplot bawang merah varietas bali karet di luas lahan sawah 0,50 ha di Kelompok Tani Budi Mulya, Banjar Cepunggung, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Komponen teknologi yang diterapkan pada budidaya bawang merah di kelompok tani Budi Mulya adalah : Varietas bawang merah yang ditanam pada demplot adalah varietas Bali Karet dengan menerapkan inovasi penggunaan pupuk organik cair Bio Urine dan pupuk Kabinawa produk banjar adat Intaran Sanur. Efektifitas teknologi yang diterapkan membuat petani bawang merah di Kelompok Tani Budi Mulya merasa senang, karena disamping produksinya yang tinggi juga efisiensi penggunaan pupuk dan merupakan teknologi yang ramah lingkungan. I Wayan Mula selaku Ketua Kelompok Tani Budi Mulya didampingi PPL Wilbin Bangbang I Wayan Sukawidana merasa sangat senang melakukan kegiatan ini karena produksi bawang merah yang dihasilkan mencapai 12,4 ton per hektar. Kendala yang dihadapi selama pelaksanaan demplot ini adalah air dan sarana prasarana pengolahan tanah. Untuk mengatasi keterbatasan air diuat tandon air dari terpal. Sedangkan untuk keterbatasan sarana pengolahan tanah kelompok berharap mendapat bantuan dari pemerintah sehingga pada kegiatan budidaya bawang merah berikutnya bisa lebih cepat pengolahan tanahnya. Sang Made Supartha selaku koordinator BPP Kecamatan Tembuku berharap hendaknya kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai ajang pembelajaran bagi para penyuluh yang ada di Kecamatan Tembuku sehingga nantinya bisa dikembangkan diwilayah binaaan masing-masing yang mempunyai potensi pengembangan bawang merah di lahan sawah. Penulis : Dewa Made Merta, SP THL TBPP