Dewasa ini penanaman padi varietas unggul makin meluas . Biasanya karakter varietas unggul tanamannya pendek, jumlah anakan banyak, dan gabah mudah rontok. Hal ini mengubah cara panen dari potong atas menjadi potong bawah . Alat panen dari ani-ani diganti dengan sabit , serta merontok gabah kebanyakan dilakukan dengan cara dibanting / digebot. Kehilangan hasil pada usaha tani padi secara umum masih tinggi yaitu sekitar 21 %. Kehilangan hasil padi terjadi pada setiap tahap penanganan pasca panen, yaitu sejak dipanen sampai dengan penggilingan di RMU.Penanganan pasca panen sangat penting untuk mengurangi kehilangan hasil, sehingga pendapatan petani dapat meningkat. Dengan penanganan pasca panen padi yang baik dan benar disamping akan menekan kehilangan hasil secara kuantitatif, juga akan menghasilkan gabah atau beras yang bermutu baik. Beras merupakan bahan pangan sumber karbohidrat yang strategis di Indonesia, karena beras menjadi bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Usaha untuk meningkatkan produksi padi telah dilakukan melalui program intensifikasi yang telah dilaksanakan, antara lain melalui penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang dan pengendalian hama penyakit secara terpadu. Namun tidak disadari bahwa kehilangan hasil padi selama penanganan pasca panen yang tidak tepat mulai dari tahap panen, pengumpulan, perontokan, pengangkutan, pengeringan, penggilingan dan penyimpanan dapat mencapai 21 %. Oleh karena itu perlu perhatian yang serius dalam usaha penanganan pasca panen padi oleh semua pihak untuk menekan kehilangan hasil panen padi selama penanganan pasca panen. Namun petani tidak merasa kehilangan hasil panen dan tidak rugi bila dibandingkan kerusakan selama pra panen, misalnya kerusakan hanya sebesar 1 m 2 akibat serangan hama penyakit petani sudah bingung. Disamping itu, petani merasa peningkatan mutu, tidak diimbangi dengan peningkatan harga produk seperti gabah atau beras, sehingga petani mengabaikan cara penanganan pasca panen yang baik. Didalam UPSUS PAJALE di Kecamatan Kapetakan khususnya Desa Pegagan Kidul telah dilaksanakan panen dengan dilakukan ubinan pada lokasi lahan Demplot Bapak Casmad Sariban yaitu dengan mengukur 2,5 x 2,5 m sebanyak tiga kali ulangan dengan hasil ubinan rata- rata 6,08 Kg sehingga diperkirakan mendapatkan hasil 9,08 Ton/Ha dengan menggunakan varietas Inpari 32 yang ditanam pada 24 juni 2019 dan panen 27 September 2019 Umur panen tanaman padi dihitung dari saat tabur atau tanam atau setelah 100 % tanaman berbunga, yang lamanya tergantung pada varietas, tempat, kondisi pertanaman, musim, iklim dan teknologi yang diterapkan. Umur tanaman padi varietas unggul berkisar antara 110 – 120 hari Selain perkiraan panen menurut umur, panen padi juga bisa diperkirakan dari tanaman berbunga 100 %, Biasanya varietas unggul perkiraan panen sekitar 30 – 40 hari setelah tanaman berbunga serempak. Kadar air gabah dapat digunakan untuk menentukan saat panen, pada saat musim kemarau atau bila waktu panen tidak hujan. . Pengukuran kadar air gabah ini dengan menggunakan alat khusus ( moisture tester ) , yang dewasa ini terdapat dalam berbagai merek, dan cara kerjanya juga antara merek yang satu dengan yang lain banyak yang tidak sama. Kadar air gabah optimal waktu panen adalah antara 18,5 % - 24 % Kriteria panen atau menentukan saat panen dengan menggunakan hasil pemeriksaan kadar air masih sulit diterapkan para petani karena keterbatasan alat yang dimiliki dan sering panen jatuh pada musim hujan. Kenampakan visual tanaman yaitu dengan memperhatikan malai tanaman. Namun cara ini agak sulit diterapkan pada tanaman yang tingkat kematangan malainya tidak seragam apabila dengan melihat daun bendera yang berdiri lebih cepat menua. Tetapi pada tanaman yang perlakuan pra panen yang lebih tepat akan menyeragamkan umur panen. Daun bendera yang kering setengah dapat digunakan sebagai salah satu petunjuk waktu panen optimal ( tentunya daun bendera yang sehat.). pada kondisi ini gabah masak 90 % -95 % Saat panen yang baik adalah waktu biji telah masak fisiologis. Dimana dalam pengukuran berdasarkan kenampakan butir gabah digunakan pedoman 90 % - 95 % malai telah menguning.. Mengeringkan lahan 7 – 10 hari sebelum panen merupakan tindakan untuk menyeragamkan proses pemasakan gabah.