Loading...

Budi Daya Labu Madu_(butternut Squash) Di Lahan Pekarangan Rumah

Budi Daya Labu Madu_(butternut Squash) Di Lahan Pekarangan Rumah
BUDI DAYA LABU MADU_(BUTTERNUT SQUASH) DI LAHAN PEKARANGAN RUMAH PENDAHULUAN Labu madu atau Cucurbita moschata merupakan salah satu kelompok tanaman labu-labuan yang saat ini sedang menjadi trend dan banyak digandrungi oleh masyarakat. Labu madu atau yang terkenal dengan nama butternut squash berbentuk seperti lampu bohlam dan memiliki cita rasa manis dengan tekstur yang lembut. Labu madu ini mengandung serat, anti oksidan, beta karoten, serta vitamin A & B kompleks yang sangat baik jika digunakan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi. Teknik budi daya untuk butternut squash ini pun tergolong sangat mudah, seperti jenis labu atau waluh pada umumnya. Berikut merupakan tahapan yang perlu disiapkan dan dilakukan dalam budi daya labu madu. Persiapan lahan Penggemburan tanah merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Setelah tanah dalam kondisi gembur, selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 15-20 cm. Untuk jarak antar bedengan bisa dibuat sekitar 4 meter. Jika pH tanah kurang sesuai bisa dilakukan penambahan kapur pertanian sesuai kebutuhan, selanjutnya dilakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang dan pupuk NPK. Kebutuhan pupuk kandang yang perlu disiapkan adalah sekitar 10-15 Ton/ha dan pupuk NPK Phonska sekitar 8-10 karung. Seminggu sebelum ditutup mulsa lebih baik disemprot dengan agensia hayati dan asam humat dosis 4 liter per Ha. Penanaman Jika lahan sudah siap dengan jarak 1x4 meter (double row), maka jarak tanam antar bibit yaitu 1 meter di kanan dan bersela 1 meter di kiri dengan jarak tanam antar baris yaitu 50 cm. Usia bibit yang siap ditaman yaitu 2-3 hari setelah semai. Sebelum disemai benih perlu dilakukan seed treatment dengan perendaman di air yang ditambah PGPR. Pengajiran Labu madu merupakan tanaman yang tumbuh merambat, sehingga sangat perlu dilakukan pengajiran agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan bentuk yang dikehendaki. Ajir dapat dibentuk seperti huruf V terbalik atau bisa juga dibentuk seperti para-para sehingga buah tanaman tidak sampai jatuh ke tanah. Idealnya pengajiran dilakukan pada saat tanaman berumur 1-1,5 bulan setelah tanam. Pemeliharaan Tanaman Beberapa tahapan pemeliharaan yang dapat dilakukan adalah seperti pengairan, penyiangan, pemupukan dan pengendalian OPT. Pengairan dilakukan disesuaikan dengan kondisi cuaca, tentunya saat cuaca kering sebaiknya intensitas penyiraman ditingkatkan. Sebaliknya jika musim penghujan datang maka tidak perlu lagi disiram. Penyiangan dilakukan secara rutin setiap 2-3 minggu sekali, cukup dengan mencabut gulma pada bedengan tanaman atau menggunakan cangkul untuk membersihkan gulma di sekitar bedengan. Pemupukan dilakukan setiap 1 bulan sekali menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Selain itu pada saat awal masa pertumbuhan dapat diberikan pupuk NPK 3 gram pertanaman untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadi optimal. Sementara itu, ada beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman labu madu ini. Untuk mencegah penyakit layu bakteri/fusarium bisa menggunakan PGPR, gejala puret dapat dikendalikan dengan penggunaan insektisida berbahan aktif abamectin dan juga serangan jamur bisa dikendalikan menggunakan bahan aktif mankozeb. Sementara serangan lalat buah dapat dicegah dan dikendalikan dengan perangkap petrogenol ataupun dengan pembungkusan buah pasca pembungaan. Pemanenan Setelah mencapai umur 3 bulan setelah tanam atau 90 hari setelah tanam maka labu madu akan mulai berbuah. Setelah 1-3 minggu dari masa munculnya bunga maka buah tanaman akan dapat dipanen. Kriteria buah yang siap panen adalah tangkai buah sudah berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan, warna kulit mulai kekuningan dan saat buah dipukul maka akan terdengar bunyi dentingan. Jika buah ini tidak segera dipanen maka buah akan rentan mengalami kebusukan. Untuk grading butter squash ada 2 ukuran yaitu grade A dengan berat 1-2 kg grade B dengan berat 500-900 gram. SLAMET WIDODO_BP3K TULUNG_KECAMATAN TULUNG_KLATEN Tanggal Artikel : 20-09-2019