Melon merupakan buah-buahan semusim yang memiliki nilai ekonomi dan prospek yang besar dalam pemasaran, namun melon memerlukan penanganan yang intensif dalam membudidayakanya. Melon digemari oleh masyarakat karena rasanya yang manis dan segar dan karena banyak penggemar tersebut melon mempunyai harga yang relatif tinggi baik untuk pasar domestic maupun ekspor. Untuk dapat membudidayakan melon dengan hasil yang baik kita harus memperhatikan beberapa tahap penting yaitu pembenihan, pembibitan, penyiapan lahan, penanaman di lahan, pengairan, pengikatan dan pemangkasan, sanitasi kebun, pemupukan, pengendalian OPT dan pemanenan. Pembenihan Memilih benih Varietas Hibrid (F1) yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan agroklimat setempat dan memiliki pasar yang jelas. Pembibitan Media tanam adalah tanah : pupuk kandang (2:1) dimasukkan ke polybag (8cm x 10cm), diletakkan dalam sungkup (ditempat terbuka dan sirkulasi udaranya baik). Sungkup terbuat dari rangka bambu, bentuknya melengkung setengah lingkaran (lebar 1-1,25m, tinggi 0,5-0,6m). Benih direndam air hangat kuku (+ 40° C) dicampur fungisida Propamokarb hidroklorida atau Benomyl (Benlate) selama 4-6 jam, ditiriskan, diletakkan diatas koran basah (36 jam) pada suhu 25-300 C atau pemanasan lampu pijar jarak 30 cm dari benih. Benih dipindahkan ke lapangan setelah berumur 10-14 hari atau telah memiliki 2-3 pasang daun sejati. Penyiapan lahan Lahan dibersihkan dari sisa tanaman/sampah, lalu digemburkan (sedalam 20-30 cm), lahan dibiarkan/dikering anginkan (5-7 hari), lalu tanah dihaluskan dan dibiarkan 4-5 hari. Bedengan dibuat dengan panjang maksimum 15 m, tinggi 30-50 cm, lebar bedengan 100-120 cm, lebar parit 50-60 cm. Pada musim hujan, tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air sewaktu hujan deras. Pemberian kapur dengan dosis disesuaikan dengan pH tanah ( + 1,5 - 2,5 ton/ha). Pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang (20 ton/ha) dan pupuk anorganik (ZA 250 kg/ha, SP-36 450 kg/ha dan KCL 250 kg/ha) dengan cara disebarkan secara merata, diaduk-aduk ke seluruh bedengan kemudian disiram air sampai basah merata. Mulsa plastik hitam-perak (lebar 100-125 cm) dipasang saat panas terik matahari agar mulsa memuai sehingga rapat menutup bedengan. Jarak lubang 45 cm x 60 cm atau 50 cm x 60 cm atau 60 cm x 70 cm. Kegiatan ini dilakukan 1 minggu sebelum tanam. Penanaman di Lapangan Sehari sebelum pindah tanam, bedengan direndam (dileb) agar bedengan basah atau lubang tanam disiram sampai basah apabila air tidak mencukupi. Penanaman dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 pagi atau sore setelah jam 15.30 untuk menghindari stress karena terik matahari. Sebelum tanam, media pada bibit disiram sampai basah gar media tidak pecah (media tanah pada bibit tetap kompak) pada saat polybag dibuka. Pada saat penanaman, posisi bibit dalam keadaan tegak supaya bagian bibit tidak menyentuh mulsa plastik, setelah itu, bibit disiram untuk mengurangi tingkat kelayuan. Tingkat kelembaban tanah diusahakan tetap optimum. Penyulaman dilakukan sejak hari ke-5 sampai ke-7 setelah penanaman. Pengairan Pengairan/penyiraman dapat dilakukan dengan dileb (direndam) sampai mencapai 2/3 bedengan atau disiram dengan menggunakan gembor. Pengikatan dan pemangkasan Setelah tanaman berumur 12 hari (memiliki 5 daun) batang tanaman diikat dengan rafia pada ajir, setiap 3 atau 4 hari sekali sampai ikatan mencapai ujung ajir. Sampai dengan ruas ke 8 dan diatas ruas ke 11, cabang atau ranting yang tumbuh dipangkas, menyisakan 1 daun. Sanitasi Kebun Gulma yang tumbuh disepanjang parit di luar lubang tanam dibersihkan minimal seminggu sekali, sedangkan peralatan yang digunakan dicuci sampai bersih, dikeringkan dan disimpan. Pemupukan Pemupukan dilakukan 7 hari setelah tanam yaitu dengan pupuk NPK dengan konsentrasi 20 g/l, kemudian 14 hari setelah tanam menggunakan pupuk NPK juga dengan konsentrasi 40 g/l. Selanjutnya 21 hari setelah tanam pupuk NPK dengan konsentrasi 20 g/l dan 45 hari setelah tanam dengan pupuk KNO3 dengan konsentrasi 1 g/l yang mana dosis pemberian adalah 200 ml / tanaman. Pengendalian organisme pengganggu tanaman. → Hama Kutu daun Cara pengendalian yaitu dengan Tetasipermetrin 30, 36 g/l. Kumbang daun Cara pengendalian yaitu dengan Profenofos, iafentiuron, metidation. Lalat buah. Cara pengendalian yaitu dengan perangkap atraktan (metal eugenol/. protein hidrolisa/ selasih). Ulat perusak daun Cara pengendalian yaitu dengan Betasiflutrin 25 g/l Tungau Cara pengendalian yaitu dengan Propargit Thrips Cara pengendalian yaitu dengan Dimetoat 400 g/l, sipermetrin 30, 36 g/l, tetasipermetrin 30 g/l. → Penyakit Antraknosa Cara pengendalian yaitu dengan Azoksisitrobin 250 g/l atau propineb 70%. Embun bulu Cara pengendalian yaitu dengan Simoksanil atau mancozeb Busuk pangkal batang Cara pengendalian yaitu dengan Cu, thiram atau mancozeb Pemanenan Pemanenan dilakukan pada pagi hari antara jam 08.00 sampai jam 11.00. Dalam stu hamparan pemanenan dilakukan secara bertahap maksimum 2 kali dengan selang waktu 2 sampai 3 hari. Panen pertama dilakukan pada buah yang sudah benar-benar siap dipanen sisanya dipanen pada tahap berikutnya. Tangkai buah dipotong, disisakan 2-3 cm atau membentuk huruf“T” dan diletakkan miring agar getah tidak menetes ke buah. Setelah panen, buah diletakkan di keranjang yang diberi alas dan diletakkan di tempat yang teduh. Penumpukan buah maksimum 7 baris dan setiap baris dilapisi jerami atau kertas koran. Selesai panen, buah secepatnya dipindahkan ke bangunan penampungan buah. Oleh : Yulianto