Loading...

BUDI DAYA PADI SEHAT CARA HAYATI

BUDI DAYA PADI SEHAT CARA HAYATI
BUDI DAYA PADI SEHAT CARA HAYATII. PENDAHULUANPadi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia, sehingga padi tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Indonesia. Selain sebagai makanan pokok, padi juga menjadi sumber mata pencaharian sebagian besar petani di pedesaan. Dewasa ini tanah pertanian Indonesia memiliki kadar mikroorganisme yang sangat rendah (kisaran 360rb-600rb per gram tanah). Hal ini terjadi karena penggunaan pupuk kimia yang terus menerus tanpa diimbangi dengan pemberian pupuk organik dan juga penggunaan pestisida bahan aktif kimia yang tidak terpadu. Sehingga mengakibatkan populasi mikroba yang bermanfaat untuk tanaman menjadi punah dan tanah menjadi jenuh. Hal ini bisa dilihat dari hasil panen yang terus menurun tiap tahunnya walaupun pemberian pupuk kimia ditambah lebih banyak, serta kwalitas hasil panen yang rendah sebab residu bahan kimia yang tinggi. Hasil produksi yang meningkat diimbangi dengan kwalitas beras yang sehat menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk terus diupayakan. Melalui tulisan ini, kami berupaya memaparkan Petunjuk teknis budidaya padi sehat secara hayati II. PERSIAPAN BUDIDAYA TANAM PADI SEHATA. Kebutuhan Bahan Pupuk Dasar Hayati:1. 48 sak (50kg) kotoran Hewan (Kohe), dianjurkan 36 sak kambing : 12 sak ayam (3 : 1) 2. 24 sak (50kg) media organik, Hijauan (mengandung unsur Nitrogen lebih tinggi, baik untuk memacu pertumbuhan vegetatif), contoh bahan seperti kipahit atau insulin (rekomendasi), wedusan, jerami, tebon jagung (dalam keadaan segar / bukan kering) 3. Coklatan (mengandung unsur Kalium lebih tinggi, baik untuk meningkatkan hasil panen saat pertumbuhan generatif), contoh bahan seperti serbuk kayu, limbah kulit kopi, cocopiet. Dianjurkan menggunakan bahan segar dan sehat4. 12 debog pisang segar dan sehat ukuran @2 meter5. 6 sak akar PGPR, pilihannya : • Akar Kacang Tanah dan family Fabaceae lainnya : rata-rata di akar kacang/polong ada simbiosis dari bakteri Ryzobium dengan bintil-bintil akar kacang yang berfungsi untuk meningkatkan kelarutan Nitrogen dalam tanah. • Akar Bambu, akar Rumput Gajah, akar Jagung, akar Padi (Family Poaceae) : rata-rata akar ini banyak mengandung bakteri PF (Pseudomonas Flouren), dimana bakteri ini bisa meningkatkan kelarutan phoshate (P) dalam tanah dan bisa bersimbiosis dengan jamur Mikoriza yang bisa meningkatkan dan penyerapan unsur mikro tanah yaitu Mg, Cu, Mn, Fe dll. • Semua akar rumput liar seperti putri malu, rumpun teki, dll (campuran beberapa klasifikasi family) : rata-rata akar ini memiliki bakteri lengkap, seperti Rhizobium, Bacillus sp (pelarut phosphate & kalium, ZPT, dan penekan patogen), Pseudomonas putida (penekan fungi patogen), Actinomycetes (penghasil antibiotik). Tanah disekitaran akar jangan dibersihkan karna mengandung banyak PGPR.B. Kebutuhan Bahan OrganikPupuk Daun + Mikro Organisme Lokal (MOL) +ZPT• Urin 10 liter• 15 liter air kelapa• Gula pasir 20 sdm• 3 macam bahan hijauan, dianjurkan : ? Daun kelor (moringa oleifera) 6kg, ? Daun kedoya (dysoxylum gaudichaudianum) 4kg, ? Kipahit (tithonia diversifolia) 6kg, ? Bawang Merah 750gr• Setater (BT1,M21,EM4, dll) Insektisida + Fungisida Nabati• Urin 20 liter• 10 liter air kelapa• Gula pasir 30 sdm• Bahan bumbu : Kencur 500gr, Lengkuas 1,5kg, Umbi Gadung 2kg, Daun Sirih 1kg, Daun dan Biji Mimba 2kg, Daun dan Biji Mindi 2kg, Daun pepaya 2 kg C. Pembuatan Bahan Organik Dan Pupuk Dasar.Pembuatan Bahan Organik1. Pada tahap awal, kita membuat semua bahan organik terlebih dahulu. Bahan padat dihaluskan terlebih dahulu (diselep / ditumbuk / cacah halus) lalu campurkan dengan bahan cair, simpan ditempat tertutup.2. Agar fermentasi sempurna, usahakan tiap wadah ditutup dan dibuatkan seal. Biarkan selama minimal 20 hari.Pembuatan PGPR• Siapkan akar sumber PGPR (bisa satu macam atau kombinasi), kemudian potong kecil-kecil dengan ukuran 1 cm. Tanah diakar jangan dibersihkan, krna mengandung banyak PGPR.• Masukkan akar PGPR ke dalam ember bersih berisi air sumur secukupnya. Disarankan memakai air sumur karena air sumur relatif tidak mengandung kaporit maupun cemaran bahan kimia.• Aduk pelan-pelan selama 10 menit, dengan maksud agar bakteri yang berada di sekitar perakaran maupun di dalam perakaran dapat tercampur pada air.• Diamkan selama 3 hari. Adanya aktivitas bakteri nampak berupa gelembung udara yang menempel pada dinding ember.• Larutan campuran ini dapat disebut sebagai biang / starter PGPR. Pupuk Dasar1. Selanjutnya pengolahan tanah lahan, urutan teknisnya :a. Tutup jalan keluar air di lahanb. Sebarkan semua bahan di lahan :• 48 sak kohe• 24 sak hijauan / coklatan (sudah dihancurkan)• 12 debong pisang (sudah dihancurkan)• Air biang PGPR• 300kg dolomit• 500kg petroganikc. Lahan dilep / diturap.d. Semprot 5 liter stater secara meratae. Lahan dicakar baja / traktorf. Biarkan minimal 15 hari2. Step ke 3 (dilep / di turap) bisa ditiadakan, jika dirasa melalui traktor saja bahan bisa hancur dan tercampur, dan hujan cukup sering.3. Jika setelah ditraktor lalu turun hujan, maka semua bahan akan terserap sempurna dan dekomposisi akan maksimal. Secara alami mikroorganisme akan bekerja maksimal pada saat terjadi hujan / banyak air. 4. Apabila lahan terdapat banyak gulma sebelumnya, maka bisa dilakukan pembersihan gulma terlebih dahulu sebelum pemberian bahan Pupuk Dasar Hayati. Pembersihan bisa menggunakan herbisida kimia jika terpaksa5. Arah olah tanah / jalan traktor yang disarankan adalah membujur kemudian diulang lagi melntang III. PENYIAPAN BENIH BERMUTUIni merupakan awal dari rangkaian kegiatan membuat persemaian. Pertama-tama kita siapkan benih yang akan dipakai. Kebutuhan benih untuk tanaman padi system SRI (System of Rice Intensification) adalah 5 – 7 kg per hektar lahan, tetapi kita sarankan menyediakan sekitar 20 – 25 kg benih per hektar. Hal ini sebagai antisipasi resiko hama keong, belum terbiasanya sistem tanam tunggal dan masalah lainnya. Kemudian benih tadi harus diseleksi sebelum disemai menggunakan metode Larutan Garam. Prosesnya adalah sebagai berikut :1. Jemur benih padi pada panas terik selama setengah hari untuk mengurangi resiko jamur akibat kelembaban.2. Masukkan air ke dalam wadah atau toples.3. Selanjutnya masukkan telur ayam ke dalam wadah atau toples berisi air tadi. Telur ayam berfungsi sebagai penanda ketika larutan garam sudah siap untuk digunakan.4. Kemudian masukkan garam dapur perlahan-lahan ke dalam air sambil diaduk hingga garam larut. Penambahan garam dihentikan ketika telur sudah naik ke permukaan air.5. Langkah berikutnya adalah memasukkan benih yang akan ditanam ke dalam larutan garam.6. Benih yang mengapung adalah benih yang kurang baik kualitasnya. Benih ini bisa diambil dan disisihkan. Benih yang tenggelam adalah benih yang baik. Benih-benih ini kemudian diambil, dicuci air bersih dan selanjutnya untuk disemai. Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan larutan garam yang menempel pada benih.7. Setelah benih dibersihkan dari air garam, selanjutnya blender bawang merah dan campurkan pada benih yang tahap selanjutnya benih akan diperam selama 24 jam. Adapun dosis bawang merahnya adalah tiap 5kg benih padi basah diberi 1 ons bawang merah. 8. Setelah diperam 24 jam, benih diberi perlakuan dengan cara merendam benih dalam larutan yang mengandung Stater/mikrobia 10 ml/liter air selama 20 menit sambil aduk rata dan pastikan setiap benih terselimuti larutan stater tersebut. Sisa air stater jangan dibuang karna masih akan dipakai untuk penetralan media tanam.9. Setelah diperam, akan terlihat adanya bintik pada lembaga atau embrio benih (tetapi belum tumbuh akar) ini adalah tanda benih yang baik dan siap disemai.Metode Larutan Garam hanyalah salah satu cara untuk menyeleksi benih. Anda bisa menggunakan cara lain yang mungkin sudah biasa Anda gunakan dalam memilih benih yang baik untuk disemaikan.Bawang merah memiliki kandungan vitamin C, kalium, kalsium, zat besi, asal folat, serat dan mengandung zpt (zat pengatur tumbuh) berupa hormon auksin dan giberelin. Hormon auksin dan giberelin yang terkandung pada bawang merah cukup tinggi. Sedangkan fungsi bawang merah pada cara ini adalah agar menjadikan benih lebih tahan penyakit akibat fungi dan pathogen. Karena bawang merah merupakan antibiotik dan antiseptik alami sekaligus sebagai zpt untuk benih. IV. MEMBUAT PERSEMAIANBerikut pilihan macam persemaian yang bisa dipilih oleh petani :1. Persemaian BasahPersemaian basah adalah persemaian yang langsung di lakukan di lahan pertanian, seperti pada sistem konvensional. Tahapan membuat persemaian basah Cara hayati adalah sebagai berikut :• Siapkan media persemaian dengan cara mencampur tanah dengan pupuk organik (pupuk dasar hayati /kandang / kompos) dan pupuk kimia 2kg UREA, 1kg SP36 dan 2kg KCL Canada.• Pastikan bahwa pupuk organik yang anda gunakan benar-benar matang, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan benih yang akan di tanam. Untuk memastikan pupuk organik itu matang atau tidak, anda bisa cek kematanganya dengan cara memasukan pupuk kedalam ember kemudian tunggu sampai pupuk mengendap dan lihat jika air bening berarti pupuk organik itu sudah siap di gunakan. Tempat persemaian sebaiknya dalam satu hamparan luas agar mudah pemeliharaannya. Tempat persemaian yang baik itu terkena sinar matahari langsung tetapi tidak dekat dengan sinar lampu yang dapat mengundang serangga pada malam hari.• Pertama-tama, tanah untuk persemaian diolah dengan cara dibajak dan digaru 2-3 kali sampai tanah dalam kondisi melumpur sedalam kira-kira 20 cm. Sesudah tanah diolah, buat bedengan setinggi 5-10 cm dengan lebar bedengan 100-150 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan atau kondisi lahan. Diantara bedengan dibuat saluran drainase.• Setelah bedengan jadi, sebar media persemaian (pupuk organik & kimia) dan sorenya semprot bedengan dengan stater/mikrobia sisa perendaman benih sebelumnya, lalu biarkan semalam.• Besoknya sebar benih secara merata, usahakan jaraknya jangan terlalu rapat.• Setelah sebar, tutup benih dengan arang sekam sampai rata melapis / menutupi benih. VIII. Pada hari pertama dan hari kedua, sebaiknya bedengan ini ditutupi / dibuat teduh agar tidak kepanasan dengan diberi jerami atau peneduh.• Lima hari setelah tabur benih, persemaian diairi setinggi kira-kira 1 (satu) cm selama 2 (dua) hari. Setelah itu, persemaian diairi terus-menerus setinggi kira-kira 5 cm.• Bibit yang semaikan itu baru bisa dipindahkan atau ditanam ke petak persawahan setelah berumur 10-15 hari (rekomendasi). Sebelum bibit dicabut, lahan persemaian perlu digenangi air selama 1 (satu) hari antara 2-5 cm agar tanah menjadi lunak sehingga minim resiko bibit tidak rusak saat dicabut atau dipindahkan ke lapangan. 2. PERSEMAIAN KERINGSementara persemaian kering yaitu persemaian yang menggunakan wadah berupa kotak / besek / wonca / pipiti. Penggunaan wadah ini difungsikan untuk memudahkan pengangkutan dan penyeleksian banih. Untuk lahan seluas satu hektar dibutuhkan wadah persemaian ukuran 20 x 20 cm, sebanyak 400 – 500 buah. Kotak / besek / wonca /pipiti bisa juga diganti dengan wadah lain seperti pelepah pisang atau belahan buluh bambu.Tahapan membuat persemaian kering SYSTEM HAYATI adalah sebagai berikut :1. Siapkan media persemaian dengan cara mencampur tanah dengan pupuk organik (pupuk dasar hayati /kandang / kompos) dan Pupuk kimia 2kg UREA, 1kg SP36 dan 2kg KCL Canada.2. Pastikan bahwa pupuk organik yang anda gunakan benar-benar matang, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan benih yang akan di tanam. Untuk memastikan pupuk organik itu matang atau tidak, anda bisa cek kematanganya dengan cara memasukan pupuk kedalam ember kemudian tunggu sampai pupuk mengendap dan lihat jika air bening berarti pupuk organik itu sudah siap di gunakan.3. Sebelum wadah diisi dengan media, lapisi dulu bagian dalamnya dengan daun pisang yang sudah dilemaskan dengan cara dijemur atau dipanaskan di atas api.4. Masukkan media ke dalam wadah hingga ¾ penuh. Selanjutnya media ini disiram dengan air supaya lembab.5. Semprot media dengan stater/mikrobia sisa perendaman benih sebelumnya. 6. Tebarkan benih ke dalam wadah. Jumlah benih per wadah antara 300 – 350 biji.7. Taburkan arang sekam diatas benih sampai rata melapis / menutupi benih.8. Selanjutnya simpan wadah-wadah ini di tempat yang teduh. Pada hari pertama dan hari kedua, sebaiknya wadah-wadah ini ditutupi / dibuat teduh agar tidak kepanasan dengan diberi jerami atau peneduh.9. Penyiraman bisa dilakukan setiap hari agar media tetap lembab dan bibit tanaman tetap segar. V. PENANAMAN1. Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah mencapai umur 10 - 15 hari setelah semai (rekomendasi), maksimal usia18 hst. Kondisi air pada saat tanam adalah macak-macak (Jawa-Red.). Arti dari macak-mcak adalah kondisi tanah yang basah tetapi bukan tergenang.2. Pada cara HAYATI ini digunakan sistem tanam tunggal. Artinya, satu lubang tanam diisi satu bibit padi. Selain itu, bibit tanam dangkal, yaitu pada kedalaman 2 – 3 cm dengan bentuk perakaran horizontal (seperti huruf L). Ini merupakan poin penting untuk meningkatkan jumlah anakan produktif tanaman padi. Tanam bibit padi yang terlalu dalam akan menghabiskan energi tanaman padi untuk menembus tanah penutupnya.3. Mengapa hanya menggunakan satu benih untuk satu lubang. Dasar pemikirannya adalah, jika beberapa benih ditanam bersamaan dalam satu lubang maka akan muncul persaingan antara tanaman dalam memperebutkan nutrisi, oksigen, dan sinar matahari. Karena itu, dengan sistem penanaman tunggal diharapkan bahwa tiap tanaman bisa menyerap nutrisi, oksigen, dan sinar matahari secara lebih optimal.4. Jarak tanam yang digunakan dalam metode ini adalah jarak tanam lebar, misalnya 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Semakin lebar jarak tanam, semakin meningkat jumlah anakan produktif yang dihasilkan oleh tanaman padi.5. Sedangkan anjuran kami disini adalah menggunakan legowo 2 : 1 dengan jarak tanam 25 x 20 x 50 cm jika usia benih lebih dari 20 hss dan 30 x 30 x 50 cm jika usia benih kurang dari 18 hss. 6. Dengan cara seperti ini, sinar matahari bisa mengenai seluruh bagian tanaman dengan lebih baik sehingga proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal. Jarak tanam yang lebar ini juga memungkinkan tanaman untuk menyerap nutrisi, oksigen, dan sinar matahari secara maksimal. VI. PENGELOLAAN AIRPengelolaan air dilakukan untuk menjaga lahan berada dalam kondisi aerob (sirkulasi oksigen lancar serap). Pemberian air dilakukan pada saat diperlukan dengan menggenangi lahan. Adapun system pengairan yang diterapkan denganteknologi HES (High Energy Soil) adalah sebagai berikut :1. Setelah dilakukan penanaman, lahan digenangi setinggi 1 cm dari permukaan lahan lalu lahan dibiarkan dalam kondisi macak-macak. Sedangkan air dalam saluran tetap dipertahankan sampai tanaman berumur 7 hst.2. Pada usia 5 hst saat pemberian pupuk kimia, kondisi lahan tetap dalam keadaan macak-macak.3. Pada umur 7 hst lahan digenangi kembali setinggi 1 cm lalu dibiarkan sampai tanaman berumur 12 hst. 4. Pada umur 12 hst lahan digenangi setinggi 3 cm untuk memudahkan penyiangan gulma pada usia 14 hst. 5. Pada umur 14 hst dan setelah penyiangan gulma dilakukan, lahan dibiarkan dalam kondisi macak-macak sedangkan air dalam saluran tetap dipertahankan sampai tanaman berumur 18 hari.6. Pada usia 15 hst saat pemberian pupuk kimia, kondisi lahan tetap dalam keadaan macak-macak.7. Pada umur 18 dan 25hst lahan kembali digenangi setinggi 1 cm lalu dibiarkan sampai tanah terlihat retak-retak dan jangan sampai tanaman menguning. Setelah tanah kelihatan retak-retak, lahan digenangi setinggi 1 cm lalu dibiarkan sampai tanah kelihatan retak-retak kembali. 8. Pada usia 29 hst lahan kembali digenangi setinggi 1 cm lalu dibiarkan macak-macak sampai usia 35 hst.8. Pada usia 30 hst saat pemberian pupuk kimia, kondisi lahan tetap dalam keadaan macak-macak.9. Pada umur 35 hst dilakukan penggenangan setinggi 3 cm untuk memudahkan pengiangan gulma.10. Pada umur 36 hst dan setelah penyiangan gulma dilakukan, lahan dibiarkan dalam kondisi macak-macak sedangkan air dalam saluran tetap dipertahankan sampai tanaman berumur 42 hst. 11. Pada usia 42 hst dan seterusnya, pengairan terus dilakukan secara berkala sekitar 10 hari sekali dengan cara lahan digenangi hingga setinggi 1 cm lalu dibiarkan hingga retak-retak. panen menurun. VII. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMANPengendalian OPT CARA HAYATI, pengendalian hama dilakukan dengan sistem PHT (Pengendalian Hama Terpadu). Dengan sistem ini, petani diajak untuk bisa mengelola unsur-unsur dalam agroekosistem (seperti matahari, tanaman, mikroorganisme, air, oksigen, dan musuh alami) sebagai alat pengendali hama dan penyakit tanaman.Cara yang dilakukan petani misalnya dengan menempatkan bilah-bilah bambu / ajir di petakan sawah sebagai terminal capung atau burung kapinis. Membuat jebakan untuk keong yang dimana selanjutnya keong bisa dijadikan sebagai bahan baku Asam Amino untuk musim berikutnya atau membasmi hama keong menggunakan akar tuba (Derris ellipt) yang dicacah halus lalu direndam dengan air semalam.Untuk pengendalian gulma selama masa tanam, CARA HAYATI mengandalkan tenaga manusia dan sama sekali tidak memakai herbisida kimia. Biasanya digunakan alat bantu yang disebut susruk. Ini adalah semacam garu yang berfungsi sebagi alat pencabut gulma. Dengan alat ini, gulma yang sudah tercabut sekaligus akan dibenamkan kedalam tanah untuk menambah bahan organik tanah. Perlu diingat, bahwa dalam aplikasi CARA HAYATI, gulma yang tumbuh akan relatif banyak karena sawah tidak selalu ada dalam kondisi tergenang air. Inilah perlunya PENGOLAHAN air untuk memudahkan perawatan terhadapa gulma. Dan apabila gulma tumbuh subur, resiko persaingan makanan meningkat dan hasil panen menurun.Pada pengendalian hama dan penyakit CARA HAYATI, disini kita memakai produk nabati yang bahan dan cara pembuatannya sudah kita jelaskan diatas. Selanjutnya akan kita jelaskan manfaat dari setiap item bahan yang digunakan pada setiap olahan tersebut. VIII. PENUTUPDemikian uraian singkat budidaya tanam padi sehat cara hayati. Hasil produksi yang meningkat diimbangi dengan kwalitas beras yang sehat semoga bisa di wujudkan. Penulis : Maryono,S.Pt (PPL Kecamatan Nguter Sukoharjo)