BUDI DAYA TANAMAN KEDELAII. PENDAHULUANUntuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri kita masih impor. Padahal tempeh tahu yang sering kita komsumsi bahan bakunya adalah kedelai. Negara kita bahkan mampu memproduksi kedelai karena memang kedelai bukan asli tanaman di indonesia kiat mengimpor kedelai dalam jumlah yang besa.Penguasaan teknis bercocok tanam kedelai perlu di kuasai oleh petani, dimaksudkan untuk dapat meningkatkan pengetahunan petani mengenai Budi Daya Kedelai.2. PENGOLAHAN TANAHPada umumnya bertanam kedelai di lahan sawah bekas padi sawah dilakukan tampa pengolahan lahan. Selain lebih berguna juga mengakibatkan penambahan biaya, waktu tanam kedelai terlambat dan tanah menjadi kering.Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :a. Bila Tanah terlalu becek buat saluran drainase dengan jarak bedengan3-4 M, panjang di sesuaikan dengan Pelatur, lebar ± 50 Cm dengan kedalaman 30-40 Cm.b. Untuk menekan gulma dan mempertahankan kelembaban gunakan penutup tanah dari jerami yang di potong.3. PENANAMAN Penanaman sebaiknya dengan cara tegaldan urutannya sebagai berikut :- Tanah ditugal didekat tunggul jerami atau di antaranya- Letakkan benih 2-3 biji perlubang, tutup dengan Tanah abu sekam atau abu dapur.- Tutup dengan mulsa jerami, bisa juga dibiarkan terbuka.- Penyulaman dengan biji sebaiknya dilaksanakan 4-7 hari setelah tanam- Jarak tanam 25x25 Cm atau 20x20 Cm, bisa Juga 30x15 Cm.4. PEMUPUKAN Waktu dan cara Pemupukan :- Pupuk Dasar diberkan pada saat tujal, dengan cara ditujalkan di sampinng tegalan biji, dengan dosis 1/3 daro total tetal dosis.- Pupuk susulan IUmur 25 Hari setelah tanam dosis 1/3nya dengan cara ditegal disamping tanaman sedalam ± 5 Cm lalu di tutup.- Pupuk susulan IIUmumnya 40-45 Hari setelah Tanam, Dosis 1/3 bagian dari Dosis dengan cara tanam disamping tanaman.5. PENYIANGANPenyiangan dilakukan tergantung dari ada atau tidaknya dan banyaknya gulma ( tanaman pengganggu ) apabila diperlakukan dapat dilakukan 2 kali yaitu pada 2-4 minggu setelah tanam dan penyiangan kedua setelah tanaman selesai berbunga.6. HAMA DAN PENYAKITHama tanaman kedelai umumnya banyak menyerang bagian batang tanaman muda.Hama utama tanaman kedelai adalah - Tikus- Ulat Grayak- Hama Penggerek - Lalat Kacang ( Lalat Bibit)Penyakit pada tanaman kedelai adalah - Karat DaunPengendalian dapat menggunakan Fungisida seperti Dithane M 45dengan dosis 2 Gram. Sedakan penyakit yang di sebabkan oleh bakteri dan virus masih sulit pengendaliannya ( sebaiknya tanaman yang terserang dicabut dan dibakar ).- Pengendalian Hama Kedelai- lalat keong (lalat biji) meletakkan telurnya pada kepi biji (dan muda menetas menggerek batang.Pengedaliannya Menggunakan insektisidalarvin pada benih untuk menekan serangan hama dengan dosis 20 gm/kg benih kedelai- Hama Daun Hama daun terdiri dari beberapa jenis ulat, ulat grayak dan ulat putuh.- Pengamatan intensif Apabila tidak bisa diatasi, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan Atabron 50 cc, matador 25 cc, bayrusil 250 cc dengan dosis 2 cc/liter air.- Hama penggerek polog.Pengendalian secara preventif dilakukan penyemprotan insektisida pada satu minggu setelah berbunga dan diulang setelah 2 minggu jika terdapat serangan dan dihentikan 2 minggu sebelum panen.- Hama Tikus - Pengendalian bisa secara gropyokan dan emposan- Lingkungan sekitar tanaman harus bersih untuk menghindari tikus besar.- Pengemposan Tikus terus menerus selama pertanaman kedelai.7. PANEN DAN PASCA PANEN Ciri – ciri Siap Panen - Daun dan poloq menguning - Panen dilakukan dengan cara membabat pangkal batang diatas permukaan tanah dengan sabit atau alat Khusus lainnya.- Berangkasan dijemur sampai kering- Setelah kering dipukul-pukul dengan alat pemukul sampai biji terpisah dengan berangkasannya.- Biji dibersihkan, selanjutnya di jemur sampai kering betul.- Kadar air 10-12%, penjemuran harus menggunakan alas, agar kebersihan biji dapat terjamin.- Setelah kering disimpan ( dikemas dalam karung Goni)