Loading...

Budi Daya Ubi Jalar

Budi Daya Ubi Jalar
Ubi jalar (Ipomea batatas. L) merupakan Salah satu komoditas pertanian yang mempunyai prospek cukup cerah. Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan kita. Meskipun pamor ubi jalar masih kalah populer dibanding beras dan jagung, tanaman yang banyak dikonsumsi langsung penduduk pedesaan ini memiliki peran strategis sebagai bahan baku industri pangan di dalam negeri dan komoditas ekspor. Konsumsi ubi jalar di dalam negeri kini mencapai 9,6 kg/tahun dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Budi Daya Ubi Jalar Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab , suhu ideal bagi tanaman ini adalah 21-27 derakat Celcius dengan curah hujan 750-1500 mm per tahun . Budidaya ubi jalar memerlukan penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari. Varietas Pada dasarnya ubi jalar ada 3 jenis yang biasa dibudidatayakan di Indonesia yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi.Terdapat beberapa varietas atau kultivar atau klon ubi jalar yang ditanam di berbagai daerah jumlahnya cukup banyak antara lain: Lampeneng, Sawo, Cilembu, Rambo, SQ-27, Jahe, Kleneng, Gedang, Tumpuk, Georgia, Laying-Layang, Karya, Daya, Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Kalasan, Papua Patippi, Sawentar, Papua Solossa. Varietas unggul ubi jalar yang dianjurkan yaitu Varietas Prambanan, Borobudur, Mendut, Daya, dan Kalasan. Potensi produksinya ada yang berkisar 25-50 ton/ha. Varietas-varietas ini selain mempunyai produktivitas tinggi, juga mempunyai sifat tahan terhadap hama boleng Cylas formicarius dan penyakit kudis shaceloma batatas. Untuk menjaga potensi hasil, bibit yang ditanam harus berkualitas. Bibit dapat diperoleh dari umbi sehat yang disemai dan kemudian diambil tunasnya. Penyiapan bibit ubi jalar, Penyiapan bibit dilakukan dengan 2 cara yaitu cara generatif dan vegetatif . Untuk cara generatif, Caranya pilih umbi berkualitas baik dan sehat selanjutnya dibiarkan di tempat lembab dan teduh sampai keluar tunasnya. Kemudian tunas yang keluar dari umbi dipotong untuk dibesarkan . Cara ini untuk mengembalikan sifat-sifat unggul sang induk. Kalau perbanyakan vegetative dengan cara di stek. Calon indukan diambil dari tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang peyang pendek-pendek . Caranya , potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm . Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Papras sebagian daun-daunnya guna mengurangi penguapan. Selanjutnya potongan-potongan stekan tersebut diikat dan dibiarkan selama 1 minggu di tempat yang teduh. Perbanyakan dengan cara stek batang secara terus menerus dapat menurunkan kualitas tanaman . oleh karena itu maka dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman saja. Penyiapan Lahan, Ubi jalar dapat ditanam ditegalan atau sawah. Penyiapan lahan ditujukan untuk menciptakan media tumbuh yang gembur dan subur. Tanah diolah dan dibuat guludan dengan lebar 40 – 60 cm dan tinggi 25 - 30 cm. Jarak antar guludan 80 - 100 cm. Pada tanah berat (berlempung) untuk membuat guludan yang gembur perlu ditambah 10 ton bahan organik/ha. Cara Tanam, Ubi jalar ditanam setelah padi yaitu awal hingga pertengahan musim kemarau. Penyertaan ubi jalar dalam pergiliran tanaman dengan padi sawah sangat bagus dipandang dari segi aspek keberlanjutan, khususnya aplikasi bahan organik pada ubi jalar saat musim kemarau. Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang ke dalam tanah, Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak anatar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas 1 ha. Atau bisa saja populasi tanaman dibuat sekitar 35.000 sampai 50.000 tanaman/ ha. Dengan jarak antar baris/gulud 80-100 cm, dan dalam baris 20-30 cm. Bibit dari stek pucuk, tunas semai umbi. Ubi jalar dapat pula ditanam pada system tumpang sari dengan tingkat naungan tidak lebih 30 %. Penyulaman, Setelah 2-3 minggu penanaman periksa keseluruhan tanaman . Apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan menggantikannya dengan stek batang yang baru. Penyiraman/pengairan, Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiaran setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.Pertanaman ubijalar musim kemarau, perlu diairi untuk mencapai produktivitas tinggi. Selain itu, pengairan yang cukup dapat menghindarkan ubi jalar dari serangan hama boleng Cylas formicarius. Faktor yang mempengaruhi hasil, Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil ubi jalar antara lain adalah umur, jenis atau varietas, kesuburan tanah, tinggi tempat penanaman, iklim (musim tanam), serta gangguan hama dan penyakit. Ratusan spesies serangga dapat merusak ubi jalar, namun yang paling merusak adalah Cylas formicarius atau sweet potato weevil, disebut juga kumbang penggerek umbi atau hama boleng. Selain itu, daun dari ubi jalarpun tidak dapat lepas dari serangan hama spodoptera litura atau yang lebih dikenal dengan sebutan ulat grayak. Sedangkan penyakit yang sering menyerang ubi jalar adalah penyakit bercak daun. Sedangkan untuk menjaga agar ubinya tetap besar sebaiknya pada umur 4 minggu setelah tanam, dilakukan pembongkaran tanah . Hal ini dimaksudkan supaya akar tanaman tidak menjalar kemana-mana sehingga umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman. Pada 6-8 minggu setelah tanam, tanah yang dibongkar tadi kemudian ditutup kembali sambil merapikan akar-akar yang menjalar keluar dari jalur penanaman. Kegiatan perapian akar ini penting karena jika menjalar kemana-mana umbi yang dihasilkan tidak akan terlalu besar. Jika akar tidak ditertibkan, bisa jadi umbinya banyak namun ukurannya kecil-kecil. Penyiangan Gulma, Penyiangan gulma dilakukan sebelum pemupukan kedua. Bagi ubi jalar yang ditanam setelah padi sawah, jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai mulsa sehingga dapat mengurangi biaya penyiangan gulma dan pembalikan batang. Peran pembalikan batang dapat digantikan dengan penggunaan mulsa karena pembalikan batang mencegah munculnya akar dari ruas batang. Pemupukan,Takaran pupuk tentunya tergantung dari kesuburan tanahnya. Namun demikian umumnya pupuk yang digunakan adalah 100-200 kg urea + 100 kg SP 36 +100 kg KCI + 10 ton pupuk kandang/ha. Pupuk kandang diberikan bersamaan pembuatan guludan. 1/3 dosis urea dan KCI serta seluruh SP 36 diberikan pada saat tanam. Sedangkan sisanya, 2/3 Urea dan KCI diberikan pada saat tanaman berumur 1,5 bulan. Aplikasi pupuk harus ditutup dengan tanah. Penyunting: Yulia Tri S Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber : Titis Priyowidodo, Cara Budidaya ubi jalar OrganikBerbagai sumber