Siapa yang tidak kenal dengan aloe vera atau lidah buaya yang sejak dahulu kala dipakai sebagai tanaman obat dan kosmetik. Seiring kemajuan tekhnologi, aloe vera sekarang digunakan sebagai bahan dasar untuk produk industry kosmetik, farmasi, hingga industry makanan dan minuman kesehatan. Komoditi ini sangat bermanfaat karena mempunyai nilai gizi yang tinggi. Tanaman aloe vera Kalimantan Barat sangat terkenal sampai ke manca negara dan menjadi ikon Provinsi yang bertetangga dengan Kalimntan Tengah ini. Sejak tahun 1980 di Siantan Hulu, komoditi ini sudah dikembangkan dan dibudidayakan di dalam pot dan sebagian di lahan, berbaur dengan tanaman sayuran dan buah-buahan. Pada tahun 1992 barulah tanaman ini diperkenalkan untuk masyarakat luas. Petani Kalimantan Barat punya cara tersendiri membudidayakan aleo vera ini, yaitu : Pertama tama lahan dibersihkan dari gulma, sisa- sisa kayu dan tunggul lalu dibakar agar abunya dapat digunakan untuk menaikan pH tanah terutama bagi tanah gambut. Setelah itu dicangkul sedalam kira-kira 20 cm lalu didiamkan selama 7-10 hari, kemudian pemberian abu pada lahan. Tanah dicangkul lagi agar mendapatkan tekstur tanah yang gembur. Selanjutnya buatlah lubang tanam untuk penanaman dengan jarak tanam 80 x 150 cm, disertai dengan pemberian pupuk urea atau NPK 20 gr/tanaman, abu 500 gr/tanaman, pupuk kandang 500 gr/tanaman. Tanaman aloe vera juga perlu perawatan/pemeliharaan dengan memotong daun pelepah yang sudah rusak dan membersihkan gulma. Ketika tanaman berumur 3 bulan setelah tanam dapat diberikan pupuk susulan dengan dosis urea/NPK 20 gr/tanaman, abu 500 gr/tanaman dan pupuk kandang 500 gr/tanaman. Setelah pemupukan selesai lakukan pembumbunan. Tanah di kiri kanan tanaman dinaikan ke sekitar batang tanaman sampai membentuk guludan/bedengan. Tujuannya untuk menggemburkan tanah, menutupi pupuk tadi agar tidak larut ketika hujan datang dan tidak menguap terkena sinar matahari, serta memperkokoh berdirinya tanaman. Setiap 3 bulan sekali dilakukan pemupukan sampai tiba saatnya panen. Pada pemupukan lanjutan ke 3 pupuk urea tidak perlu diberikan lagi dan diganti dengan NPK atau KCL dengan dosis sama atau ditambah menjadi 30 gr/tanaman. Untuk abu dan pupuk kandang tetap diberikan dengan dosis sama. Aloe Vera dapat dipanen setelah mencapai berat sekitar 0,75-1 kg/pelepah atau kalau umur tanaman sudah 10-12 bulan. Tapi panen dapat dilakukan lebih awal apabila bibit lebih besar ukurannya dari standar yang dibutuhkan.Pembibitan aloe vera dapat pula dilakukan di dalam pot/polibag menggunakan media tanam tanah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 atau 1:2 dan ditambahkan NPK 5 gr per polibag tiap 2 minggu sekali. Ukuran polibag umumnya berdiameter 20 cm. Kemudian polibag di taruh di tempat teduh namun masih terkena sinar matahari.Lidah Buaya varietas aloe barbadensis adalah yang terbaik untuk dibudidayakan karena lebih tahan terhadap hama dan penyakit, disamping itu ukurannya yang jauh lebih besar dari jenis lain. Varietas ini digunakan sebagai bahan dasar kosmetik. Sedangkan varietas aloe chinensis biasa untuk dikonsumsi.Penulis : Wiwik Rahayu, SP (Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya).Sumber informasi :1. Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak. UPTD Agribisnis Pontianak Kalimantan Barat. 2016.2. Maisarah. 2014. Panduan Budidaya Lidah Buaya. Indoleterasi Group. Yogyakarta.3. Unit Pembenihan Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. 2016.