Loading...

BUDIDAYA AREN ( Arenga pinata)

BUDIDAYA AREN ( Arenga pinata)
Oleh : Sanen Priyanto, SP Kec. Muara Beliti Aren atau enau ( Arenga pinata), merupakan salah satu jenis pohon kehidupan atau pohon multiguna. Disatu sisi dapat bermanfaat untuk pengawetan sumber daya alam (tanah), kelestarian lingkungan hidup dan sisi lain dapat diambil berbagai mcam produk yang memiliki nilai ekonomi. Dalam rangka pelaksanaan program rehabilitasi hutan dengan jenis pohon kehidupan, maka jenis pohon aren merupakan salah satu pilihannya. Untuk itu, perlu pengenalan lebih dalam tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan budidaya aren antara lain pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan kegunaannya. Saat ini telah tercatat ada 4 jenis pohon yang termasuk kelompok aren yaitu: Arenga pinata, (wurmb) Merr, arenga undulatitolia Bree, Arenga westerhoutii Grift dan Arenga ambcang Becc. Diantara keempat jenis tersebut yang sudah dikenal manfaatnya yang paling luas penyebarannya adalah Arenga pinata, yang dikenal sehari-hari dengan nama aren atau enau. PENYEBARAN Wilayah penyebaran aren terletak pada garis lintang 20o LU-11o yaitu meliputi india, Srilanka, Bangladesh, Burma, Thailand, Laos, Malaysia, Indonesia, vietnam, hawai, Philipina, guam dan berbagai pulau disekitar pasifik. Di Indonesia tanaman aren banyak terdapat dan tersebar diseluruh wilayah nusantara, khususnya di daerah-daerah perbukitan dan lembah. SYARAT TUMBUH Tanaman arean sesungguhnya tidak membutuhkan kondisi tanah yang khusus sehingga dapat tumbuh pada tanah –tanah liat, berlumpur dan berpasir, tetapi aren tidak tahan pada tanah yang kadar asamnya tinggi ( pH tanah terlalu asam). Aren dapat tumbuh pada ketinggian 9-1400 m diatas permukaan laut. Namun yang paling baik pertumbuhannya pada ketinggian 500-800m diatas permukaan laut dengan curah hujan lebih dari 1200 mm setahun atau pada iklim sedang dan basah. PENANAMAN AREN Pembibitan Pengadaan bibit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu bibit dari permudaan alam dan bibit dari persemaian biji. Pengadaan bibit dari permudaan alam /anakan liar. Pemindahan bibit dapat langsung ditanam dilapangan atau melalui proses penyapihandengan memasukkan bibit kedalam kantong plastik (poly bag) selama 2-4 minggu Pengadaan bibit melalui persemaian. Untuk mendapatkan bibit dalam jumlah yang besar dengan kualitas yang baik, dilakukan dengan pengadaan bibit dengan persemaian. Untuk mendapatkan bibit siap tanam diperlukan waktu persemaian 12-15 bulan. Penanaman Tehnik penanaman aren dapat dilakukan dengan sistem monokultur atau sistem agroforestry/ tumpang sari. Sistem monokultur terlebih dahulu dilakukan pembersihan lapangan dari vegetasi yang ada (Land Clearing) dan pengolahan tanah dengan membajak atau mencangkul serta pembuatan lubang tanam, dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dengan jarak antar lubang 5x5m atau 9x9 m. Agar budidaya tanaman aren dapat berhasil dengan baik diperlukan pemeliharaan tanaman yang cukup, antara lain meliputi: Pengendalian hama penyakit Hama penyakit belum banyak dketahui, namun sebagai langkah pencegahan dapat dengan mengetahui hama penyakit yang sering menyerang jenis palmae yang lain seperti kelapa sawi dan sagu. Hama pada jenis tanaman palmae antara lain kumbang badak (Oryctes thinocero), kumbang sagu ( Rhinochopchorus ferrugineus), belalang (Sexava spp). Hama lain yang terdapat pada tanaman aren adalah penghisap nira dan bungan seperti lebah, kelelawar dan musang. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara: Mekanis, yaitu pohon aren yang mendapatkan serangan ditebang dan dibakar Kimiawi, yaitu dengan penyemprotan pestisida tertentu sesuai dengan gejala serangan hama. Jenis penyakit yang sering menyerang tanaman aren dipersemaianadalah bercak dan kuning pada daun yang disebabkan oleh pestalotia sp, helmianthoporus sp, penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan fungisida. Penanggulangan tanaman penggangu Tanaman penggangu pada tanaman aren sangat menggangu pertumbuhan, sehingga perlu dilakukan pengendalian gulma. Gulma pada tanaman aren biasanya terdapat pada bagian batang (benalu dan kadaka) dan pada sekitar pangkal batang. Hingga tanaman aren berumur 3-4 tahun perlu dilakukan penaggulangan gulma 4 kali setahun. Dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan cara menghilangkan gulma dari tanaman pohon aren tersebut. Pemupukan Pemupukan dilakukan untuk merangsang pertumbuhan agar lebih cepat. Pemupukan dilakukan pada tanaman 1-3 tahun dengan pemberian pupuk urea, NPK, KCl dan pupuk kandang yang ditaburkan pada sekeliling batang aren yang telah digemburkan tanahnya. PEMUNGUTAN HASIL Seperti telah diuraikan dimuka hampir semua bagian dari pohon aren dapat dimanfaatkan atau menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomi. Jenis produk yang dihasilkan dari poho aren adalah sebagai berikut: Pemeliharaan Ijuk sebagai bahan baku pembuatan peralatan rumah tangga Nira sebaga bahan baku gula merah,tuak dan cuka Kolang kaling yang dihasilkan dari buah aren Tepung aren sebagai bahan baku pembuatan sabun, mie, dawet, cendol Batang pohon sebagai bahan baku pembuatan bangunan dan peralatan rumah tanggga.