BUDIDAYA AYAM KAMPUNG/BURAS Oleh : Sudiyatna,A.Md BPP RongkopAyam Kampung sering disebut sebagai ayam sayur, ayam lokal, atau ayam buras ( bukan ras )Ayam ini sudah sejak dahulu kala dikenal masyarakat , dan begitu kental dihati masyarakat sehingga walau banyak jenis ayam masuk di Indonesia seperti ayam petelu ( layer ) dan ayam pedaging ( Broiler )tetapi ayam kampung masih tetap melekat dihati masyarakat.PERKEMBANGAN AYAM KAMPUNG bisa menggunakan cara:1.Tradisional, yaitu dengan cara menetaskan telur dengan cara dierami induk.Cara ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat kita, cara ini sebetulnya kurang efektif, karena perkembangannya lambat sesuai kemampuan ayam bertelur ( 10-12 ) butir,dan kemampuan mengeram, induk/ babon2. Modern, yaitu dengan menggunakan mesin penetas telur ( Setter dan Hatcher ).Dengan cara modern ini, jumlah telur yang ditetaskan jauh lebih banyak.Dengan mesin tetas yang semi modern, rata-rata bisa menetaskan 50-250 per periode tergantung ukuran mesin.Sedangkan mesin penetas yangsudah sangat modern bisa menetaskan diatas 10.000 butir satu periode.Dengan cara-cara seperti ini, diharapkan perkembangan ayam kampung semakin cepat, mengingat ayam kampung mempunyai pasar tersendiri di hati masyarakat.Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya ayam kampung :A. Bibit atau day old chick (DOC) yaitu ayam umur satu hariB. PakanC. KandangBibit yang baik :lincah, mata cerah tidak ber air, tidak cacat, nafsu makan tinggiPakan harus cukup, baik jumlah ( kualitas ) maupun mutu ( kualitas )Kandang, kandang harus nyaman bagi ayam karena merupakan tempat berlindung baik dari hujan ataupun serangan hewan lain ( ular, garangan, elang dll )Selain ketiga faktor di atas, faktor yang juga sangat penting adalah pemeliharaan kesehatan ayam itu sendiri.Kita harus tahu hal-hal yang menyebabkan ayam sakit, dan tahu bagaimana menghindari/mencegah ayam sakit. PENYAKIT yang sering menyerang ayam kampung dan cara pencegahan/ pengobatannya :1. TETELO/”thelo” atau NEWCASTLE DISEASEPenyakit ini disebabkan oleh virus, ditemukan pertama kali oleh Doyle orang Inggris pada tahun 1926 di kota Newcastlre Inggris.Penyakit ini sangat cepat menular, yaitu melalui udara, air minum/pakan juga bersentuhan langsung.Penyakit ini masih sulit disembuhkan, oleh karena itu lebih baik mencegah daripada mengobati.Pencegahannya dengan cara pemberian vaccin ND,pakan yang cukup dan menjaga kebersihan kandang.2. Berak Kapur/PullorumCiri-ciri ayam terserang penyakit ini: ngantuk, berak / kotoran berwarna putih, sayap terkulai, merunduk seperti kedinginan dan nafsun makan turun.Penyakit ini bisa dcegah dengan vaccin dan pemberian obat jenis FURAZOLIDONE sejenis antibiotik yang mudah dibeli di toko Unggas, dengan cara disuntikkan di dada/ paha3. PilekGejala yang muncul adalah :- keluar lendir/ cairan dari hidung - terkulai, tidak nafsu makan- mata merem- sayap terkulaiPengobatannya dengan PREPARAT SULFA, sejenis antibiotik. Akan tetapi pencegahan terserangnya penyakit akan lebih baik, yaitu dengan cara pemberian pakan yang cukup gizi dang kandang yang baik..kalau musim hujan kandang di tutup, lalu menjaga kebersihan kandang dengan cara disemprot des infektan.4. CacingPenyakitini biasa menyerang pada ayam yang dipelihar secara liar atau diumbar, sehingga pakan tidak bisa dikontrol kebersihan atau kualitasnya.Penyakit ini juga sering disebarkan oleh burung yang sering keluar masuk kandang.Penyakit ini tidak mematikan, tetapi mengganggu perkembangan ayam, karena pakan yang dimakan akan dimakan juga oleh cacing....SELAMAT mencoba dan semoda sukses......