Budidaya Ayam Petelur Bebas Residu Antibiotik Spesifik Lokasi Dikabupaten Lampung Timur
Secara umum dampak negatif residu antibiotika pada produk hewan adalah dampak kesehatan (bahaya toksikologik, mikrobiologik danimunopotologik) dan dampak ekonomi. 1. Bahaya Toksikologi: a. Mutagenik dimana residu antibiotik dapat menyebabkan terjadinya perubahan genetik; b. Teratogenik dimana residu antibiotika dapat menyebabkan terjadinya cacat lahir/cacat bawaan; c. Karsinogenik dimana residu antibiotika dapat menyebabkan timbulnya sel-sel kanker atau pemicu tunbuhnya kanker 2. Bahaya Mikrobiologis : Resistensi pengobatan antibiotika; Gangguan pertumbuhan flora normal usus 3. Bahaya Imunopatologi : Reaksi alergis. Mengingat dampak negatif dari residu antibiotik peternak di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur menangkap peluang ini membuat suatu peternakan ayam ras petelur tanpa menggunakan antibiotic. Dalam budidaya ayam petelur tanpa antibiotic melaksanakan biosekuriti tiga zona. Prinsip ini adalah supaya kuman penyakit itu tidak masuk ke peternakan ayam. Yang dimaksud biosekuriti tiga zona yaitu membagi area peternakan menjadi tiga area, yaitu: (1)Zona merah adalah zona kotor. Sebelum memasuki area tersebut, peserta diharapkan mengganti alas kaki dan mencuci tangan terlebih dulu. (2) Zona Kuning, peserta disediakan baju khusus untuk dikenakan selama berkeliling di peternakan tersebut. (3) zona hijau, peserta diharuskan mengganti kembali alas kaki. Peternak terkadang sering salah mengartikan biosekuriti hanya sekadar mencuci kaki, tangan, dan mengganti alas kaki. Beberapa jenis obat herbal yang dapat digunakan untuk ayam ras petelur : Adapun obat-obatan yang digunakan salah satu adalah kunyit 3 % dari berat pakan jadi setiap 100 gram pakan tambahkan sekitar 3 cc perasan air kunyit. Kunyit dapat menyembuhkan penyakit pencernaan. Obat herbal untuk penyakit Snot adalah : 300 g tepung beras, 200 g kencur dihaluskan, 50 g jahe parut. Caranya campur semua bahan sampai rata, dibentuk pil sebesar biji jagung, lalu dijemur hingga kering. Pil disuapkan dua kali sehari (pagi dan sore) sampai seminggu.Pengobatan untuk penyakit cacingan dilakukan pada pagi hari sebelum ayam diberi makan ( ± 1 jam). Tujuannya agar cacing tidak dapat bersembunyi dalam makanan yang masuk. Obat tradisional yang dipakai untuk mengobati ayam terkena parasit cacing gilig adalah bawang putih karena mengandung dialil disulfida, dialil trisulfida, propil alil disulfida, dialil mono sulfida, alil polisulfida dan squiterpene yang sangat ampuh mengobati cacingan. Penerapan budidaya ayam petelur bebas residu antibiotic telah diterapkan di Desa Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur dengan jumlah ternak 120.000 ekor. Sumber: Buletin Veteriner, BB VET Denpasar, Vol. XXVI.No.85 Desember 2014 ISSN:0854.90IX dan Republik.co.id 26 September 2019 (Ditulis Oleh : Herlina,S.P. Penyuluh Pertanian Madya (KJF) di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur).