Bawang Dayak atau bawang sabrang termasuk kedalam jenis bawang-bawangan yang mirip dengan jenis bawang pada umumnya. Bawang dayak merupakan tanaman yang spesiesnya berasal dari amerika dan banyak tumbuh liar didaerah kalimantan tengah, bawang dayak dari dahulu sudah dipergunakan oleh masyarakat Suku Dayak di Kalimantan sebagai obat beberapa jenis penyakit seperti : diabetes, penurun panas, kolesterol, hipertensi, kangker usus, anti radang dan beberapa jenis penyakit lain, hal ini karena secara empiris didalam umbi bawang dayak terdapat beberapa kandungan senyawa fito kimiaseperti : alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid dan tanin. Tanaman bawang dayak dapat tumbuh baik dan subur di daerah dataran tinggi antara 600 – 1500 Mdpl. Bawang dayak menyukai tanah yang banyak humus dan tempat terbuka dengan intensitas penyinaran yang cukup. Karakteristik tanaman bawang dayak (Eleutherine americana) ditandai dengan helaian daun yang berbentuk pita berukuran 15-20 cm dan lebar 3-5 cm, bunga berkelopak 5 berwarna putih serta umbi bawang berwarna merah dan sangat mirip dengan siung bawang merah umumnya, yang membedakan hanya saat dipegang kandungan warna merahnya akan menempel pada tangan. Manfaat bawang dayak sebagai tanaman obat (biofarmaka) yang dapat menjadi obat beberapa jenis penyakit tentunya mempunyai nilai ekonomis yang tinggi jika di budidayakan secara intensif di bandingkan jenis tanaman bawang konsumsi lainnya, hal ini dikarenakan hingga sampai saat ini tanaman bawang dayak masih sedikit sekali yang membudidayakannya dan harga jualnya pun tergolong stabil. Melihat banyak manfaat dan nilai ekonomisnya yang tinggi beberapa penyuluh di Wilayah Kerja Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Lueng Bata Kota Banda Aceh Propinsi Aceh melakukan uji coba budidaya sederhana tanaman bawang dayak dilahan percontohan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Lueng Bata untuk melihat kualitas dan kuantitas hasil bawang dayak jika diusahakan dan dibudidayakan didaerah dataran rendah seperti di Wilayah Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh yang mempunyai ketinggian antara 1-5 Mdpl dengan kondisi cuaca yang tergolong daerah panas dengan kisaran suhu pada siang hari antara 30-350C, teknik budidaya yang dilakukan penanaman bawang dayak secara langsung ditanah dengan mengunakan bedengan-bedengan. Perlakuan yang dilakukan dalam kegiatan budidaya Bawang dayak di lahan percontohan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Lueng Bata pertama dilakukan adalah pengolahan tanah awal dengan membuat bedengan-bedengan sepanjang 6x1 meter sebanyak 6 (enam) bedengan, tinggi bedengan 30 cm dan jarak antar bedengan 1 meter, selanjutnya tanah di gemburkan dan dilakukan pemupukan dengan mengunakan pupuk kandang sebanyak lebih kurang 50 kg per bedeng sedangkan pemberian pupuk kimia tidak dilakukan dalam percobaan budidaya bawang dayak ini, bibit yang digunakan berupa anakan bawang dayak yang sudah berumur 3 minggu dengan jarak tanam antar baris 15x20 cm, perawatan tanaman dilakukan dengan cara penyiraman sebanyak 2 kali sehari atau tergantung pada kondisi cuaca dan penyiangan dilakukan pada saat 30 hari setelah tanam dengan membuang gulma atau tumbuhan penganggu lainnya secara manual dengan mengunakan tangan selanjutnya dilakukan pembumbunan disekitar area penanaman bibit, pemberantasan hama penyakit tidak dilakukan dikarenakan hasil pengamatan tanaman bawang dayak tidak terserang hama atau pun penyakit. Pemberantasan gulma dilakukan pada saat tanaman berumur 60 hari setelah tanam dilanjutkan dengan pemberian pupuk organik ke 2, panen tanaman bawang dayak dilakukan setelah tanaman berumur antara 120-150 setelah tanam atau 4-5 bulan setelah tanam dengan cara mencabut rumpun bawang dayak, hasil yang didapat perumpunnya sebanyak 5-6 ons umbi bawang dayak. Dari hasil percobaan budidaya secara sederhana bawang dayak yang dilakukan oleh Penyuluh di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lueng Bata didapat beberapa kesimpulan diantarannya : bawang dayak dapat tumbuh dengan baik didaerah dataran rendah seperti di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh, bahan pertanaman yang digunakan dapat berupa bibit atau pun berupa umbi bawang, budidaya tanaman bawang dayak dapat dilakukan dengan mudah dan dengan cara sederhana ditanam langsung ditanah (bedengan) atau pun dalam media polibag dengan kualitas hasil yang baik, tanaman bawang dayak lebih tahan terhadap hama dan penyakit, harga jual tergolong stabil, hanya permintaan pasar yang masih sangat terbatas, oleh karena itu untuk skala usaha tertentu bawang dayak masih mempunyai prospek pasar yang bagus dan layak diusahakan khususnya di wilayah Kota banda Aceh. Demikianlah sekilas hasil kegiatan uji coba budidaya bawang dayak yang dilakukan oleh Penyuluh di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Lueng Bata secara sederhana untuk melihat kualitas dan kuantitas hasil bawang dayak saat ditanam didaerah dataran rendah. Penulis oleh Siswita Hasni, S.P Penyuluh Pertanian Pertama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh