Budidaya Bawang Merah Spesifik Lokasi Dikabupaten Lampung Timur
Budidaya bawang merah agar dapat menghasilkan dengan optimal diperlukan teknik budidaya dengan SPESIFIK LOKASI yang merupakan salah satu factor penentu keberhasilan budidaya bawang merah. Pengolahan Tanah: Pengolahan tanah dilakukan dua kali yaitu pembajakan dan penggemburan. Tanah yang sudah diolah dibuat bedengan. Kondisi bedengan mengikuti arah Timur Barat. Adapun lebar 100 cm – 110 cm, kedalaman paret 40 cm, lebar paret 40 cm – 50 cm. Penanaman dan Pemupukan: Setelah lahan selesai diolah, kegiatan selanjutnya adalah pemberian kapur pertanian 200 kg untuk luas lahan 0,18 ha. Kemudian lakukan pemupukan dasar berupa pupuk petroganik 200 kg dan SP-36 100 kg. Setelah pupuk ditabur, diaduk dengan tanah sambil meratakan lahan. Kemudian lahan diairi. Dibiarkan seminggu. Kemudian diari lagi dan bibit bawang merah siap ditanam. Umbi bibit ditanam dengan jarak tanam 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 10 cm. Dengan alat penugal, lubang tanaman dibuat sedalam rata-rata setinggi umbi. Umbi bawang merah dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan gerakan seperti memutar sekerup, sehingga ujung umbi tampak rata dengan permukaan tanah. Pemupukan susulan I berupa pupuk N dan K dilakukan pada umur 10 hari setelah tanam , susulan ke II pada umur 25 hari setelah tanam, susulan ke III pada umur 30 – 35 hari setelah tanam. Dengan pupuk Phonska plus 50 kg, pupuk KCl 50 kg dan pupuk Mutiara 50 kg dibagi 3 kali pemupukan. Pengairan: Tanaman bawang merah memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya melalui penyiraman. Penyiraman pada waktu musim kemarau dilakukan 2 kali sehari pada pagi atau sore hari, sejak tanam sampai menjelang panen. Pemeliharaan: Pemeliharaan tanaman bawang merah salah satunya pengendalian gulma. Pertumbuhan gulma pada pertanaman bawang merah yang masih muda sampai umur 2 minggu sangat cepat. Oleh karena itu penyiangan merupakan keharusan. Pengendalian Hama dan Penyakit: Hama penyakit yang menyerang tanaman bawang merah antara lain adalah ulat grayak Spodoptera, Trips, Bercak ungu Alternaria (Trotol); otomatis (Colletotrichum), busuk umbi Fusarium dan busuk putih Sclerotum, busuk daun Stemphylium dan virus. Pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan rutin atau tindakan preventif yang dilakukan petani bawang merah. Umumnya kegiatan ini dilakukan pada minggu kedua setelah tanam dan terakhir pada minggu kedelapan dengan dengan interval 2-3 hari. Pemanenan: Bawang merah dapat dipanen setelah umurnya cukup tua, biasanya pada umur 60 – 70 hari. Sumber : Haryono Kelompoktani Maju Jaya Desa Bumi Harjo Kecamatan Bataghari (Ditulis Oleh : Herlina,S.P.Penyuluh Pertanian Madya (KJF) di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur).