BUDIDAYA BAWANG PUTIH PADA KELOMPOK TANI KELAS PEMULA
BUDIDAYA BAWANG PUTIH MENGGUNAKAN MPPH Oleh : Irvanto T. Data, S,TP (KJF Kabupaten Sumba Barat) Budidaya bawang putih merupakan salah satu usaha tani yang lazim dilakukan oleh masyarakat di indonesia, namun bagi petani di Kelompok Tani Milla Ate, Kelurahan Diratana, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat jenis usaha ini merupakan hal yang baru. Oleh karena itu melalui Program Pengembangan Bawang Putih Sumber Dana APBN Tahun 2019 meraka bersepakat untuk mencoba mengusahakan komoditi bawang putih. Kelompok tani Milla Ate merupakan salah satu kelompok tani dengan kelas kemampuan PEMULA yang beranggotakan 20 orang yang didampingi oleh PPL atas nama Widya Ningsi Wunga,SP yang bermodalkan semangat kerja memulai Kegiatan Usaha Tani Bawang Putih pada tanggal 13 Agustus 2019 dengan tahapan kegiatan sebagai berikut : Pengolahan Lahan Pengolahan lahan dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2019 dengan menggunakan handtraktor, setelah selesai lahan dibiarkan selama seminggu. Pembuatan Bedangan Pembuatan bedengan dilakukan pada tanggal 19-23 Agustus 2019, dengan lebar bedengan 1,2 m, tinggi bedengan 15 cm panjang rata-rata 25 m. Persiapan Benih Persiapan benih dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2019. Varietas bawang putih yang digunakan adalah Lumbu Hijau, dimana perlakuan yang diberikan adalah : Penyortiran untuk memisahkan siung yang dapat/layak dijadikan benih. Pengupasan kulit dan pemotongan bagian ujung ± 1 cm dengan tujuan agar benih mudah tumbuh. Perendaman dalam larutan fungsida air yang selama 1 hari agar bakal tunasnya cepat muncul serta mencegah serangan penyakit. Setelah 1 hari benih ditiriskan. Pemupukan Dasar dan Pemulsaan Pemupukan dasar dan pemulsaan dilakukan pada tanggal 24-25 Agustus 2019. Dimana dibuat lubang tanam dengan diameter 15 cm, jarak lubang tanam 20 x 30 cm dan dalam 15 cm. Setiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 1 kg kemudian dicampur tanah. Setelah selesai pemupukan dilakukan pemulsaan menggunakan Mulsa Plastik Perak Hitam (MPPH) serta pelubangan mulsa. Penamanaman Penanaman dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2019. Benih yang ditanam adalah benih yang telah direndam serta telah muncul bakal tunasnya dengan jumlah 1 siung/lubang tanam. Pemupukan Susulan I Pemupukan susulan I dilakukan pada tanggal 9 September 2019. Pemupukan susulan I menggunakan pupuk NPK dengan komposisi 16 : 16 : 16, dimana setiap lubang tanam diberi pupuk NPK sejumlah 1 sendok makan. Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Anggota kelompok melakukan penyiraman secara manual memanfaatkan sumber air dari sungai kecil yang berada disekitar areal/lahan usaha. Pengendalian OPT. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit dilakukan penyemprotan insektisida dan fungisida pada 14 HST. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma ditepi bedengan dilakukan secara manual oleh anggota kelompok. Mengamati pertumbuhan bawang putih yang cukup optimal serta saat ini telah memasuki masa pembentukan umbi. Harapan petani kiranya dapat memuaskan. Namun saat ini kendala yang dihadapi adalah debit air pada sungai kecil tersebut semakin sedikit sehingga berdampak pada intensitas penyiraman pun semakin berkurang.