Petani di Subak Sidang Rapuh, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan + 4% luas areal subak, petani melaksanakan budidaya bunga Gumitir pada setiap musim tanamnya. Bunga gumitir merupakan salah satu bunga yang mempunyai prospek yang cukup baik di daerah Kabupaten Tabanan khususnya di Kecamatan Marga, karena bunga ini hampir setiap hari digunakan khususnya untuk keperluan upacara keagamaan di Bali. Dengan semakin banyaknya tuntutan kebutuhan bunga ini, maka untuk pengembangannya dilakukan dengan mendatangkan bibit dari Bandung, yang konon sumber benihnya berasal dari Negara tetangga Thailand. Benih bunga import ini mempunyai sifat yang unggul jika dibandingkan dengan bunga lokal yang ada di Bali, karena bibit bunga ini dibuat melelui breeding. Tanamam gumitir murupakan tanaman perdu dengan bentuk daun lancip bergerigi, kecil-kecil berwarna kehijauan. Secara morfologi tinggi tanaman gumitir kurang lebih 50 - 60 cm tergantung kesuburannya. Apabila sudah cukup umur (+ 50 hari) tanaman gumitir akan berbunga yang berwarna kekuningan, dengan mahkota bunga yang mengembang sehingga tampak sangat bagus dengan diameter mencapai + 10 cm. Sedangkan bunga lokal mahkotanya kurang mengembang sehingga bunga kecil-kecil. Dengan keunggulan ini maka bunga ini banyak dibudidayakan pada daerah ketinggian, seperti di daerah Baturiti karena daerah tersebut berada pada ketinggian dan berhawa sejuk. Namun bunga gumitir ini dapat juga tumbuh pada daerah dataran rendah seperti di Kecamatan Marga. Secara umum bunga gumitir banyak digunakan untuk membuat sesajen, sehingga pada saat menjelang hari raya bunga gumitir harganya bisa melonjak tinggi. Biaya yang dihabiskan untuk budidaya satu pohon tanaman gumitir sampai berproduksi berkisar + Rp 5.000. Sedangkan produksi satu pohon selama tanaman hidup dengan 25 kali pemetikan bisa mencapai 2 kg. Sehingga satu pohon tanaman gumitir petani bisa meraup keuntungan Rp. 20.000 – 30.000 per pohon dalam waktu 2 - 3 bulan. Bila menginginkan keuntungan yang lebih tinggi sesuai yang diinginkan, maka tinggal mengalikannya dengan jumlah pohon yang akan di tanam. Cara budidaya bunga ini sangat sederhana, yaitu :1. Sebelum di tanam tanah digemburkan dengan menggunakan cangkul atau bajak sedalam 20 - 30 cm, kemudian diratakan dan dibuat guludan setinggi 30 - 40 cm, 2. Buatkan saluran drainase dengan membuat parit dengan ukuran 50 - 60 cm disisi bedengan dan disekeliling bedengan. 3. Agar memudahkan dalam pemeliharaan tanaman dan gangguan gulma, maka diberi perlakuan dengan mulsa plastik. Dengan menggunakan mulsa plastik akan memberikan banyak pengaruh positif terhadap tanaman seperti kelembaban, menjaga kesetabilan suhu, mengurangi penguapan pupuk, menjaga struktur tanah terhadap pukulan air hujan sehingga tanah tetap gembur. 4. Tanah sebelum ditutup dengan mulsa plastik diberi pupuk organik dengan dosis 20.000 kg per ha dan pupuk dasar NPK 150 Kg/Ha. Saat ini sudah banyak dijual bibit siap tanam di lapangan, sehingga petani tidak perlu melakukan penyemaian lagi, hanya tinggal memesan pada distributor bibit dan dalam 2-3 hari bibit sudah sampai di tempat.5. Penanaman hendaknya dilakukan pada sore hari, agar tanaman tidak layu karena kena sengatan matahari, sehingga tanaman tidak mengalami stagnasi, dengan jarak tanam 40 cm x 60 cm. 6. Apabila memakai mulsa plastic tempat penanaman harus ditandai terlebih dahulu, kemudian dilubangi dengan alat pelubang yang telah disiapkan,7. Pemeliharaan dilakukan dengan penyiraman setiap hari, kalau musim kemarau.8. Pemupukan susulan dilakukan 10 hari setelah tanam dengan dosis pupuk NPK 2 sendok /pohon. Pemupukan susulan selanjutnya dilakukan dua kali, dengan selang waktu 35 hari setelah tanam. 9. Pengamatan hama dilakukan setiap hari untuk menentukan apakah ada hama atau penyakit yang menyerang tanaman. Hama yang sering menyerang adalah Jangkrik dan belalang, terutama pada saat permulaan penanaman. Hama ini akan memotong batang tanaman gumitir sehingga tanaman akan mati. Ada juga serangan ulat yang memakan daun tanamam gumitir. Bila ada serangan hama yang akan membahayakan tanaman maka dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida seperti Matador, Cymbush dll, dengan interval 1 kali dalam seminggu. Sedangkan pada musim hujan umumnya terjadi serangan cendawan yang menyebabkan daun tanaman berwarna hitam. Apabila melihat gejala - gejala tanaman sepeti tersebut maka sebaiknya langsung dilakukan eradikasi pada tanaman yang terserang dengan cara mencabut dan dibenam dalam tanah. Panen tanaman gumitir dilakukan setelah tanaman berumur 60 hari dan sudah kelihatan bunga pada bermekaran dan saat bunga sudah mekar akan kelihatan sangat indah. Disamping untuk perlengkapan sesajen bunga gumitir banyak juga perayaan-perayaan hari nasional ataupun karnaval. Selain itu bunga gumitir juga banyak diserap oleh hotel-hotel yang digunakan sebagai hiasan meja, kalung bunga bagi tamu special, dan dekorasi lainnya. Tanaman ini selain dibudidayakan secara khusus, sering juga ditanam sebagai penghias halaman rumah dan tentunya juga bisa sebagai penambah pendapatan keluarga tani (I Nyoman Kuspianto,SP, BP3K Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan-Bali).