Teknik Budidaya Krisan Pot : Media Tanam :Komposisi media yang baik untuk krisan pot adalah campuran dari gambut (peat), cocopeat dan arang sekam dengan perbandingan volume 4:4:1. Bibit.Tinggi bibit untuk krisan pot tidak boleh lebih dari 5 cm. bibit yang terlalu tinggi menyebabkan pertunasan yang kurang kompak, tunas yang terbentuk berjauhan sehingga bagian bawah tanaman menjadi kurang rimbun. Jumlah bibit yang ditanam dalam satu pot bisa bervariasi. Untuk ukuran pot 14 -15 cm bisa ditanam 5-6 bibit.Cara penanamannya satu bibit ditanam cepat ditengah pot dengan posisi tegak lurus, kemudian bibit lainnya ditanam dibagian pinggir pot dengan posisi agak condong keluar agar tunas yang dihasikan menyebar keluar sehingga tanaman pot terlihat lebih besar dan rimbun. Berikut adalah gambar penempatan bibit krisan pot. Penyiraman.Penyiraman tanaman pot bisa dilakukan dengan cara manual atau menggunakan alat bantu sistem irigasi. Beberapa pertimbangan dalam menentukan pertimbangan adalah frekuensi penyiraman, kualitas air, penyiraman tidak kena daun, penyiraman dilakukan sekaligus dengan pupuk. Pemupukan.Pemilihan komposisi pupuk untuk krisan pot dilakukan dengan mempertimbangkan besarnya biaya produksi. Komposisi pemupukan krisan pot yang digunakan adalah sebagai berikut : Pemupukan fase vegetatif : (1200 ltr air/500m2)- CaNO3 : 1130 gram - KNO3 : 1620 gram- MgSO4 : 470 gramPemupukan Fase generatif : (1200 ltr air/500m2)Pemupukan dimulai umur 7 MST :- CaNO3 : 940 gram - KNO3 : 1790 gram- KH2PO4 : 450 gram - Urea : 190 gram• Pemupukan dihentikan setelah bunga pertama telah memperlihatkan warna dan hanya diberikan air.PENYIANGAN :• Penyiangan terhadap gulma (rerumputan) setiap saat biasanya dilakukan 1 – 2 minggu sekali, tergantung kondisi rumput.• Penyiangan dihentikan bila tanaman sudah saling menutupi, sehingga gulma tidak dominan lagi. PEMBERIAN HORMON PENGATUR TUMBUH (ZPT)• Pemberian hormon ZPT (Alar) diberikan 2 kali selama masa penanaman : umur 7,9 minggu setelah tanam. PENGENDALIAN OPT :• Pengamatan dan analisa : 1 hari sebelum tindakan.• Pengendalian secara kimiawi dengan memperhatikan tepat pestisida, tepat dosis, tepat waktu, tepat aplikasi• Evaluasi hasil tindakan PANEN Ciri & Umur PanenPenentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. Cara Panen.Panen sebaiknya dilakukan pagi hari, saat suhu udara tidak terlalu tinggi & saat bunga krisan berturgor optimum. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya & dicabut seluruh tanaman. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen, potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Sumber : 1. H Rahmat Rukmana , Ir.1997. Krisan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.2. http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/budidaya-krisan-lengkap.html3. Budidaya Bunga Krisan. Badan Litbang Pertanian.2010 Penulis : Iman Priyadi, SP (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id