Loading...

BUDIDAYA CABE KRITING

BUDIDAYA CABE KRITING
Budidaya cabe keriting menjadi salah satu budidaya sektor agribisnis yang banyak digeluti oleh para petani di Indonesia. Cabe sendiri merupakan salah satu tanaman yang sudah tidak asing lagi terutama bagi masyarakat Indonesia.Cabe merupakan bumbu dapur yang wajib ada dalam setiap masakan nusantara. Mengingat hal tersebut maka tidak heran jika kemudian permintaan cabe terutama komoditas cabe keriting selalu mengalami peningkatan dan banyak cenderung stabil baik untuk pasar tradisional hingga pasar moderen.Terlebih lagi cabe merupakan bumbu dapur yang wajib ada dalam setiap masakan nusantara. Mengingat hal tersebut maka tidak heran jika kemudian permintaan cabe terutama komoditas cabe keriting selalu mengalami peningkatan dan banyak cenderung stabil baik untuk pasar tradisional hingga pasar moderen. Untuk itu maka selain dibutuhkan pengetahuan da teknik budidaya yang khusus tentu pra petani juga harus memperkaya wawasan dalam upaya meminimalisir resiko kegagalan. Persiapan Lahan Tanam Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah lokasi tanam yang tepat dengan demikian maka lokasi tanam haruslah memiliki kriterian sebagaimana berikut : Dekat dengan sumber mata air, sehingga memudahkan proses penyiraman tanaman. Tanah haruslah diolah terlebih dahulu dengan cara digemburkan menggunakan cangkul secara manual atau menggunakan alat bantu mesin seperti traktor. Usahakan memiliki lokasi tanam yang datar dan tidak miring sehingga memudahkan dalam perawatan dan pemeliharaan. Lokasi tanam dibuat dalam bentuk guludan dengan ukuran bedengan 1 x 10 meter tau disesuaikan dengan luas lahan. Setiap bedengan dipisahkan dengan jarak 20-25 cm sebagai lokasi untuk melakukan pemeliharaan. Tinggi bedengan minimal 20-25 cm diatas permukaan tanah. Untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan maka bedengan dapat ditutup menggunakan plastik mulsa sehingga budidaya lebih efisien. setiap pinngirannya di kaitkan dengan bambu dengan kuat agar tidak mudah terbang saat terkena angin. Sriap bedengan kemudian dibuatkan lUbang tanam dengan jaran 20-25 cm antar tanaman dan dalam satu bedengan terdiri dari 2 baris tanaman. Pemilihan Benih dan Penyemaian Bibit Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit dan penyemaian diantaranya: Gunakan benih yang bersertifikat resmi, berkualitas serta telah terbukti ampuh dan memiliki produktifitas yang tinggi, Perhatikan tanggal kadaluwarsa produk jangan tergiur membeli produk murah namun tanggal telah memasuki masa kadaluwarsa. Pastikan merek yang digunakan telah terdaftar pada kementrian pertanian. Simpan benih ditempat yang sejuk dan hindarkan dari cahay matahari lagsung. Setelah mendapatkan benih maka sebaiknya langsung lakukan proses penyemaian benih. Untuk media penyemaian gunakan tanah yang subur dan mengandung banyak bahan organik. Anda bisa menggunakan polibag plastik khusus semai transparan, Kemudian masukkan media kedalam polibag hingga penuh, selanjutnya letakkan media ditempat yang sejuk dan terkena sinar matahari namun tidak secara langsung. Sebelum disemai sebaiknya benih diberi perlakuan direndam dengan menggunakan air hanggat selama 10-15 menit. Perawatan dan Pemeliharaan Perawatan dan pemeliharaan merupakan elemen paling penting dalam budidaya cabe. sehingga harus dilakukan dengan efektif dan efisien. Beberapa hal wajib yang harus dilakukan dalam perawatan dan pemeliharaan tanaman cabe keriting adalah sebagai berikut : Penyiraman minimal dilakukan 2 kali dalam sehari pada pagi dan sore hari. Terutama pada saat awal tanam, gunakan air bersih. Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan saat tanaman mulai dpat beradaptasi dengan tanah dan lingkungan. Pemupukandirekomendasikan menggunakan pupuk NPK yang dicarikan, untuk dosis sendiri dapat mengikuti jumlah kebutuhan yang diperlukan tanaman. Pemupukan dilakukan setiap minimal 1 minggu sekali dan dihentikan saat tanaman mulai akan menghasilkan buah dan bunga. Atau anda juga dapat menggunakan pupuk dengan kompone lengkap lain yang banyak dijual dipasaran. Pemasangan Ajir Semakin tinggi tanaman cabe kekriting maka akan semakin mudah rebah saat terkena angin. Oleh sebab itu maka pemasngan ajir sangat penting dilakukan agar tanaman lebih kokh dan tegak berdiri. Pemasanngan ajir mulai dilakukan saat tanamn berumu 1 bulan setelah tanam. Perempelan tunas atau anakan merupakan upaya untuk mempercepat proses pembuahan. Dilakukan dengan memelihara cabang V pada tanaman cabe keriting dan menyingkirkan semua tunas dibawahnya. Pengendalian HPT Tanaman cabe keriting termasuk tanaman yang mudah diserang oleh hama dan penyakit, oleh sebab itu maka harus dilakukan pengendalian HPT secara preventif dengan menyemprotkan insektisida dan fungisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penulis : Panggih Triatmiko, SP BPP PETUNG KECAMATAN PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA