Loading...

Budidaya Fanili Dataran Rendah

Budidaya Fanili Dataran Rendah
TEKNIK BUDIDAYA VANILI DI DATARAN RENDAH Salah satu hasil produksi pertanian yang bernilai tinggi adalah vanili. Pangsa pasar vanili masih terbuka lebar dan harganyapun cukup menggiurkan. Hal ini di karenakan karena pembudidaya tanaman vanili tidak banyak. Adapun tahapan budidaya vanili adalah sebagai berikut : Persiapan lahan dan tanaman pelindung. Vanili adalah tanaman epipit yang tumbuh menjalar dan tidak bisa berdiri tegak, untuk itu di perlukan tanaman pelindung seperti Lamtoro sebagai pelindung dan tempat merambat vanili karena daunya tidak banyak sehingga masih dapat ditembus sinar matahari. Ini dilakukan hingga 1,5 tahun sebelum vanili ditanam dengan jarak tanam tanaman pelindung yaitu 1m x 1,5 m. Namun budidaya vanili juga bisa dilakukan didalam green house sederhana yang ditutup para para dan tanaman pelindung / perambat di ganti dengan batang bambu atai kawat. Penyiapan Bibit Tanaman Vanili. Bibit vanili dapat diperoleh dari : Bibit Generatif Bibit generatif adalah bibit yang berasal dari biji buah vanili diambil dari varietas ekonomi tinggi yaitu vanili planifolia andrews, tahitensis jw moore dan pompana. Bibit yang baik dengan ciri tulen, punya sifat yang sama dengan induknya dan dalam kondisi segar dan sehat. Bibit Vegetatif Bibit vegetatif adalah hasil stek dari tanaman induk sehat dan cukup umur sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat. Untuk mempercepat perakaran stek dapat direndam dengan Hormonik ( 1-2 cc / lt ) kemudian dibiarkan layu baru ditanam. Bibit dengan kultur jaringan. Kultur jaringan adalah pembuatan bibit dengan sistem pembelahan sel, yang dilakukan oleh ahli terlatih di dalam laboratorium. Penyemaian dilakukan di tempat yang teduh dan tanah yang berpasir supaya akar mudah tumbuh, di siram tiap hari tidak boleh terlalu basah. Pemindahan bibit dilakukan setelah stek berumur 1-2 bulan, bibit biji sampai tumbuh minimal 10 cm. Penanaman bbibit vanili. Buatlah lubang tanam dekat tanaman pelindung dengan ukuran panjang, lebar dan dalam antara 20x15x10 cm. Tanam stek dengan cara memasukan 3 ruas dalam lubang tanam secara mendatar supaya akar cepat tumbuh sempurna. Stek bibit atas yang tidak tertanam diikat longgar pada tanaman pelindung. Bibit stek sebelum ditanam sebaiknya di layukan terlebih dahulu selama 4-7 hari baru di tanam dan tanam sebaiknya dilakukan di awal musim hujan. Pemeliharaan tanaman vanili. Untuk memperoleh hasil yang maximal diperlukan pemeliharaan tanaman vanili sebagai berikut : Dilakukan 2-3 minggu setelah tanam,bila ada stek tumbuh kurang baik, segera di sulam. Penyiann dan Penggemburan tanah. Penyiangan dan penggemburan tanah dilakukan bersamaan sebulan sekali untuk membersihkan gulma dan menjaga tanah agar tetap gembur supaya air mudah terserap. Pemangkasan Batang vanili. Pemangkas untuk membentuk tanaman kuat dan seimbang, juga untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah dengan memotong pucuk tanaman sepanjang 10-15 cm menjelang musim berbunga. Pemangkasan juga untuk meremajakan cabang cabang yang sudah pernah berbuah dan cabang yang sakit. Tebarkan pupuk makro disekitar pohon dan timbun dengan tanah karena perakaran vanili cukup dangkal. Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun adalah Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCL 14 Kg, CaCo 5-10 Kg, MgSO4 H2O 2,5-5 Kg/Ha/tahun. Pupuk diberikan setahun sekali. Vanili tidak tahan kekeringan sehingga di musim kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, bunga dan buah. Tanaman pelindung adalah tempat merambatnya sulur vanili lalu di ikat pada pohon dan dirambatkan lurus keatas pada naungan. Pemangkasan Pohon Pelindung. Pemangkasan dilakukan pada tanaman yang terlalu lebat untuk mempertahankan agar tidak terlalu rimbun, mempermudah sistem sirkulasi dan mengatur intensitas sinar matahari. Penyerbukan bunga Vanili. Vanili berbunga pada umur 1,5 – 3 tahun, berupa dompolan dan akan mekar satu bunga secara bergantian dan hanya berlangsung 12 jam yaitu mulai jam 24.00 sampai menjelang tengah hari sesudah itu bunga layu dan mati, oleh sebab itu penyerbukan dilakukan pada pukul 08 – 10 pagi. Penyerbukan buatan dengan cara memotong bibir ( rostellum ) yang membatasi serbuk sari dan kepala putik, kemudian serbuk sari di tekan ke kepala putik untuk dilakukan penyerbukan. Siapkan lidi atau bambu sepanjang 10 cm. Pegang bunga dengan tangan kiri hingga bagian tangkai putik dan benang sari bersandar pada telunjuk, tangan kanan dengan bantuan lidi mengankat rosellum yang menghalangi putik dan kepala sari kemudian kepala sari di lekukkan kearah kepala putik sehingga menempel dan terjadi penyerbukan. Pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit dialkukan lebih awal Pemanenan dan pasca panen Panen dilakukan setelah umur 240 hari / 8 bulan setelah penyerbukan dan menghasilkan vanili kering dengan kadar vanilin yang tinggi, kadar abu rendah, randemen tinggi dan kadar air aman. Adapun ciri vanili yang siap panen adalah warna berubah dari hijau tua mengkilap menjadi hijau muda suram dengan garis kecil warna kuning melebar sampai ujung buah, musim panen antara bulan Mei – Juli sekitar 2 bulan. Cara panen dengan memetik satu persatu buah masak dikumpulkan dalam keranjang bambu dan jangan sampai terluka, sortir berdasar ukuran, bentuk dan tingkat kemasakan buah. Selanjutnya proses pelayuan untuk menghentikan proses respirasi dan mematikan sel buah.Proses pelayuan dengan direbus antara suhu 65 – 95 derajat celcius, selanjutnya dilakukan pemeraman dalam kotak khusus lengkap dengan tutup dan karung goni sebagai alas untuk membentuk aroma selama 48 jam. Kemudian lakukan pengeringan dengan dijemur di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar air hingga 25-30%. Proses selanjutnya buah vanili kering ditaruh dalam kota yang dalamnya telah dilapisi kertas koran/plastik tipis dan simpan pada suhu kamar, siap dikirim dan dijual. Penulis Agus Pujianto, SPt