Loading...

Budidaya Ganyong (canna Edulis Kerr)

Budidaya Ganyong (canna Edulis Kerr)
Ganyong merupakan tanaman tropis yang tidak manja, karena tanaman ini tahan terhadap naungan, dapat tumbuh di segala jenis tanah dan iklim. Tanaman ini tidak membutuhkan syarat yang berat untuk pertumbuhannya. Untuk mendapatkan hasil panen harus diperhatikan sifat dan lingkungan hidupnya. Tanaman ganyong tidak memerlukan syarat iklim tertentu yang sulit untuk dipenuhi, akan tetapi tanaman ini tidak tahan dengan terpaan angin yang kuat, karena ganyong merupakan tanaman herba atau terna hingga mempunyai batang yang rapuh. Budidaya Tanaman Sayarat Tumbuh - Tumbuh baik pada tanah tanah lempung berpasir yang kaya humus, pada jenis tanah yang mengandung liat (tanah berat) pengolahan tanah harus baik seperti membuat guludan untuk mendapatkan drainasenya yang baik - Dapat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpl, pada ketinggian diatas 450 m dpl masa panennya lebih panjang karena proses pentukan umbi menuju dewasa cukup lama Penyiapan Bibit - Perbanyakan bibit tanaman ganyong dilakukan secara vegetative diambil dari umbi dan anakan tunas umbi - Bibit anakan tunas umbi sudah berdaun 3-5 lembar - Pengambilan tunas anakan dengan hati-hati tidak merusak rumpun induknya - Perbanyakan dengan umbi berukuran sedang dengan tunas 1-2. Kebutuhan bibit per hektarnya ± 2 ton. - Untuk mencegah penyakit busuk umbi sebelum ditanam dilakukan pencelupan bibit pada larutan CuSO4 10 %. Penyiapan Lahan - Lahan dibersihkan dari vegetasi, tanah dicangkul sedalam 20-30 cm kemudian di hancurkan dan diratakan sambil di buat guludan. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) - Ganyong adalah tanaman yang relatif bebas dari serangan hama dan penyakit. Walaupun demikian di daerah daerah yang telah membudidayakan ganyong secara intensif, sering ditemui hama belang, kumbang dan ulat tanah’ - Pengendaliannya dengan sanitasi kebun atau pada serangan berat gunakan insektisida secara bijak sana (tepat jenis, waktu, dosis). - Untuk menghidari serangan penyakit terhadap umbi hasil panen, umbi jangan di letakkan pada tempat yang lembab. Panen dan Pasca Panen - Tanda-tanda tanaman ganyong siap dipanen apabila batang dan daun mulai mengering. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabutan apabila batang tanaman ganyong belum rapuh, atau menggunakan garpu. - Pada umur 6-8 bulan setelah tanam, umbi biasanya sudah cukup dewasa dan bias di panen tetapi, belum dapat diambil patinya, hanya untuk bahan makanan sampingan misalnya direbus atau dibakar. - Di dataran rendah, kandungan pati mencapai puncaknya pada umur satu tahun, lebih dari satu tahun justru kandungan patinya berkurang, di sebabkan setelah satu tahun musim hujan telah tiba, sehingga pati sebagai cadangan makanan tumbuhan tersebut terurai dan muncul tunas baru. - Pada dataran tinggi yang umumnya tertimpa hujan hampir sepanjang tahun, masa pendewasaan umbi lebih lama daripada di dataran rendah, karena pembentukan pati terhambat. Umbi baru bisa dipanen setelah umur satu tahun lebih (15-18 bulan).