budidaya itik system kering adalah pembudidayaan yang menyediakan air didalam kandang hanya untuk minum atau sekedar cuci muka itik. dengan menggunakan system kering itik dapat berproduksi secara optimal karena energy yang diperoleh dari ransum sepenuhnya untuk memproduksi telur. sistem ini hanya cocok untuktelur konsumsi. perawatan kandang: untuk mencegah timbulnya penyakit dan mengurangi bau tak sedap, sebaiknya kandang dibersihkan setiap hari. selain itu lantai litter tempat itik tidur atau bertelur harus diaduk atau dibalik-balik minimum seminggu sekali. tujunnya agar alas tetap kering dan empuk. pemeliharaan itik yang berusia 22 minggu atau 4,5 bulan ke atas digolongkan ke dalam masa produksi. pasalnya, sejak usia 23 minggu secara sporadic itik sudah mulai bertelur. di dalam kandang sebaiknya sudah disediakan sarang untuk bertelur.sarang isi sekam atau jerami padi agar lunak dan tidak merusak telur. jatah ransum itik per ekor per hari untuk umur itik 3 - >6 bulan umur 3 bulan berat pakan 110 gram kadar protein 18 % umur 3 - 4 bulan berat pakan 130 gram kadar protein 18 % umur 4 – 5 bulan berat pakan 150 gram kadar protein 21 % >6 bulan berat pakan 175 gram kadar protein 18 % rumus perhitungan pakan menentukan perhitungan pakan dengan rumus sederhana untuk menyusun ransum itik hasil oplosan sendiri. misalnya, jika ingin membuat 100 kg pakan itik petelur dengan kadar protein 18%. bahan baku yang tersedia dengan harga paling murah adalah dedak. penggunaan dedak untuk ransum maksimal hanya boleh 40%. jadi untuk membuat 100 kg pakan oplosan, bisa digunakan dedak 40 kg. jika kadar protein dedak adalah 11%. maka, dari 100 kg pakan, tersedia 40kg dedak yang nilai proteinnya 11% x 40/100 = 4,4%. agar pakan menjadi 100 kg dengan kadar protein 18%, harus ditambah 60 kg bahan lain dengan kadar protein 18-4,4% = 13,6. jadi kadar protein tambahan yang dibutuhkan adalah 13,6/60 x 100= 22,6%. bahan pakan 60 kg dengan kadar protein 22,6 % dapat diperoleh dari jagung dan tepung ikan.jagung kadar protein 8% sedangkan tepung ikan kadar protein 50%.bahan jagung untuk ransum oplosan adalah 27,4 (kadar protein ikan 50% – kadar protein tambahan yang dibutuhkan 22,6%) : 42 (kadar protein ikan 50 – kadar protein jagung 8) x 60 kg = 39,14 kg dibulatkan jadi 40 kg. sementara tepung ikan 14,6 (kadar protein tambahan 22,6 – kadar protein jagung 8) : 42 x 60 kg = 20,85 atau dibulatkan menjadi 20 kg. jadi ransum oplosan kadar protein 18% = 40 kg dedak, 40 kg jagung dan 20 kg tepung ikan. perkaya dengan tepung tulang dan sayuran segar. pemberian grit mengandung kalsium dan fosfor sangat penting untuk mencegah kelumpuhan atau kerusakan kerabang telur. (ditulis oleh : herlina. sp penyuluh pertanian madya (kjf) dinas pertanian dan pangan kabupaten lampung timur) sumber : jakarta : agromedia pustaka, 2007.