A. Persiapan Budidaya jagung ada 2 cara yaitu : a. Dengan cara Pengolahan b. Tanam tanpa Pengolahan / Tanpa Olah Tanah (TOT) 1) Tanam dengan cara Pengolahan- Pengolahan tanah diawali dengan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya.- Penolahan dengan memnggunakan traktor untuk memecahkan bongkahan tanah agar memperoleh tanah yang gembur atau dengan menggunakan cangkul sedalam 15-20 cm.- Pengolahan tanah yang berat yang banyak air perlu dibuat saluran untuk menghindari terjadinya genangan air.- Pengolahan dilakukan untuk memperbaiki aerasi tanah, mengendalikan gulma dan dapat meneruskan siklus hidup hama.2) Tanam tanpa Pengolahan / Tanpa Olah Tanah (TOT). TOT adalah :- Cara penanganan yang tidak memerlukan penyiapan lahan kecuali membuat lubang kecil untuk meletakkan benih.- Budidaya jagung dengan teknologi TOT dapat berhasil baik pada tanah bertekstur ringan dan ditunjang dengan drainase yang baik.- Lahan disemprotkan dengan herbisida sesuai dosis yang dianjurkan.- Keuntungan teknologi TOT adalah mengurangi biaya pengolahan tanah. B. Pemilihan Benih Benih yang di tanam petani saat sekarang yaitu :a. Benih Lokal- Benih lokal adalah benih yang di hasilkan oleh petani sendiri.- 40 % petani jagung masih memnggunakan benih lokal yang produksinya rendah.- Produksi masih berkisar 1,2 – 2 ton/Ha.b. Benih KompositBenih komposit adalah :- Benih yang berasal dari tanaman jantan dan betina yang berasal dari tongkol yang sama.- Produksi lebih tinggi dari benih lokal dan produksi bisa mencapai 4-5 ton.c. Benih Hybrida- Benih hybrida adalah benih unggul yang hanya dapat digunakan sekali saja.- Produksinya jauh lebih tinggi dibanding dengan benih komposit yaitu 7-8 ton/Ha.- Umurnya lebih pendek ? 90 hari. ? Benih bermutu adalah- Benih yang berlabel dan bersertifikat. - Benih yang memiliki tingkat kemurnian varietas yang tinggi tidak tercampur dengan varietas lain.- Memiliki daya kecambah 95%.- Kadar air biji rendah 9-11%. ? Uji daya kecambah- Uji daya kecambah menggunakan medya pasir yaitu :- Ambil biji jagung 100 biji.- Tanam pada medya pasir tidak terbenam/tertutup dengan daun pisang.- Amati benih berkecambah pada hari ke empat dan ketujuh yang pada pengamatan tersebut tidak tumbuh dianggap tidak normal. ? Uji daya kecambah dengan kertas digulung plastik- Siapkan plastik dan dialas sekembar kertas Koran yang sudah dibasahi.- Ambil 100 biji jagung secara acak.- Tempatkan biji jagung diatas kertas basah secara teratur- Lipat kertas secara teratur.- Amati benih berkecambah pada hari ke empat & ke tujuh dan benih yang tidak berkecambah dianggap tidak normal. ? Kebutuhan benih- Tergantung jarak tanam- Berat per 100 biji- Jumlah biji perlubang.Kebutuhan benihB = 10.000x100/px100/g x100/r x s x t x 1gram B = Benih yang diperlukanP = Jarak antar baris (cm)G = Jarak rumpun dalam barisan.R = Daya tumbuh benih ( Angka persentase ) S = Borbot per 100 biji ( gram)T = Jumlah tanaman perumpun. C. Penanaman Cara menanam.- Buat lubang untuk benih dengan tunggal atau alat tanam- Kedalaman lubang tanaman ± 5 cm- Jarak antar lubang tanam 75 x 20 cm atau 75 x 40 cm untuk musim hujan- Masukan benih kedalam lubang 1 biji/lubang untuk jarak tanam 75 x 20 cm- 2 biji/lubang untuk jarak tanam 75 x 40 cm- Pada umumnya populasi benih/Ha optimum 66.000-75.000- Sistim tanam jajar legowo- Benih yang ditanam ditutup dengan tanah. Penyulaman :- Penyulaman dilakukan dengan menggunakan benih dari jenis yang sama.- Penyulaman dilakukan umur 1-2 minggu setelah tanam D. Pemeliharaan a. Penyiangan - Penyiangan perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya persaingan/ perebutan makanan antara jagung dan gulma.- Penyiangan pada saat umur jagung ± 15 hari setelah tanam- Penyiangan kedua dilakukan dengan melihat kondisi gulma.Bersamaan dengan penyiangan dilakukan pembumbunan dengan tujuan untuk :- Memperkokoh berdirinya tanaman- Memperbaiki aerasi dan pengaturan pada tanah yang banyak air. b. Pemupukan- Pemberian pupuk dilakukan setelah benih tumbuh umur 7-10 hari setelah tanam.- Pupuk ditempatkan dalam lubang yang dibuat dengan tugal disamping tanaman yang ditutup dengan tanah.- Jenis pupuk yang digunakan (Lampiran Tabe 1). C. Penanaman Cara menanam.- Buat lubang untuk benih dengan tunggal atau alat tanam- Kedalaman lubang tanaman ± 5 cm- Jarak antar lubang tanam 75 x 20 cm atau 75 x 40 cm untuk musim hujan- Masukan benih kedalam lubang 1 biji/lubang untuk jarak tanam 75 x 20 cm- 2 biji/lubang untuk jarak tanam 75 x 40 cm- Pada umumnya populasi benih/Ha optimum 66.000-75.000- Sistim tanam jajar legowo- Benih yang ditanam ditutup dengan tanah. Penyulaman :- Penyulaman dilakukan dengan menggunakan benih dari jenis yang sama.- Penyulaman dilakukan umur 1-2 minggu setelah tanam D. Pemeliharaan a. Penyiangan- Penyiangan perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya persaingan/ perebutan makanan antara jagung dan gulma.- Penyiangan pada saat umur jagung ± 15 hari setelah tanam- Penyiangan kedua dilakukan dengan melihat kondisi gulma.Bersamaan dengan penyiangan dilakukan pembumbunan dengan tujuan untuk :- Memperkokoh berdirinya tanaman- Memperbaiki aerasi dan pengaturan pada tanah yang banyak air.b. Pemupukan- Pemberian pupuk dilakukan setelah benih tumbuh umur 7-10 hari setelah tanam.- Pupuk ditempatkan dalam lubang yang dibuat dengan tugal disamping tanaman yang ditutup dengan tanah.- Jenis pupuk yang digunakan (lampiran Tabel 1). c. Hama dan PenyakitHama tanaman jagung yang penting untuk diperhatikan, setelah terlihat frekwensi populasi yang tinggi serta luas serangan.Hama utama tanaman jagung yaitu belalang kembara, penggerek batang, penggerek buah jagung sedangkan penyakit yang menyerang yaitu penyakit bulai, bercak daun, karat daun, gosong bengkak, penyakit busuk tongkol dan busuk biji. E. Panen dan Pasca Panen Tujuan pemanenan jagung yaitu untuk konsumsi dan penyediaan benih.- Waktu panen yang tepat adalah pada saat tongkol telah menguning atau berwarna coklat, biji telah mengeras, cuaca cerah/tidak hujan.- Cara panen :? Potong batang bagian atas tongkol? Tongkol yang sudah dipanen segera dijemur atau diangin anginkan? Tidak menyimpan tongkol dalam keadaan basah. Tujuan pengeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air agar mudah dipipil dan meningkatkan daya simpan biji jagung. Pengeringan dapat dilakukan dibawah sinar matahari atau alat pengering. - Jagung dapat dipipil pada saat kadar air 20 %.- Hasil pipilan dijemur sampai kadar air 13- 14 %. Hasil pengamatan penulis dapat disimpulkan bahwa frekwensi konsumsi jagung di Desa Tohe dan khususnya Kabupaten Belu masih sangat tinggi karena memberikan perbedaan yang nyata pada sejumlah masyarakat petani sehingga luas areal penanaman jagung seluas 250 Ha didesa Tohe dengan produktivitas yang rendah perlu ditingkatkan dan mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah desa. OLEH:TEOTANIO BRITO- PPL PENDAMPING DESA TOHE BPP HAEKESAK KECAMATAN RAIHAT WEMORI KAB. BELU